Rabu, 19 Juli 2006
Tajuk Rencana
Jangan Lupa Bencana Lain
Kami turut berdukacita yang sedalam-dalamnya kepada para korban gempa bumi dan tsunami yang melanda pantai selatan Jawa.
Bencana itu sepantasnya menggerakkan kesadaran kita bersama untuk turun membantu para korban.
Kita segera sadar bahwa jumlah korban, baik yang tewas maupun kehilangan harta benda, pasti banyak. Masalahnya, pesisir pantai selatan Jawa tergolong daerah yang padat penduduknya. Di sisi lain, baik daerah yang terletak di Jawa Barat selatan maupun Jawa Tengah selatan—yang paling terkena oleh gelombang tsunami— merupakan daerah yang paling tertinggal dibandingkan dengan wilayah lain di masing-masing provinsi itu.
Belajar dari penanganan bencana sebelumnya, kita sangat berharap kali ini bisa jauh lebih baik. Sistem penanganan bencana itu bukan hanya bisa dijalankan, tetapi dirasakan hasilnya oleh mereka yang menjadi korban.
Tepatlah langkah Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto yang segera memerintahkan Panglima Kodam Siliwangi Mayjen Sriyanto untuk mengambil komando penanganan bencana. Dalam situasi darurat, prajurit TNI sudah terlatih untuk bagaimana harus bertindak. TNI memiliki berbagai peralatan untuk situasi darurat, mulai dari tenda lapangan, dapur umum, hingga rumah sakit lapangan untuk membantu para korban.
Langkah penanganan harus segera dilakukan agar keadaan tidak bertambah buruk dan mencekam. Banyak warga yang membutuhkan bantuan. Mereka bukan hanya butuh naungan sementara, tetapi juga bantuan medis dan makanan untuk bertahan hidup.
Masyarakat seperti biasa pasti mengulurkan bantuan. Namun, yang diperlukan bagaimana bantuan itu bisa tepat dan merata sampai kepada yang membutuhkan. Di sinilah terutama dibutuhkan peran pemerintah, terutama dengan berkoordinasi bersama orang yang ditunjuk sebagai komandan lapangan.
Pemerintah bertanggung jawab menyediakan dana bagi kebutuhan tanggap darurat. Kita tahu, serangkaian bencana alam yang nyaris sambung-menyambung ini menyebabkan dana taktis penanganan bencana di Departemen Sosial terkuras habis. Namun, tidak bisa lain, karena bencana alam belum juga berhenti, dana tambahan harus bisa disediakan dan dikeluarkan.
Selain mereka yang tinggal di Indonesia, masyarakat dunia pun menanti sejauh mana penanganan korban bencana bisa dilakukan secara baik. Jangan sampai kita kalah dua kali, dikasihani karena terus-menerus dilanda bencana dan dikasihani karena tidak pernah mampu menangani bencana secara baik.
Kita ingin juga mengingatkan, konsentrasi terhadap bencana yang terjadi di pantai selatan Jawa jangan sampai melupakan bencana yang sebelumnya terjadi di tempat lain. Di Aceh, di Kalimantan, di Sulawesi, bahkan korban bencana gempa di Yogyakarta, belum tertangani secara baik dan mereka masih membutuhkan perhatian sebelum bisa hidup mandiri.

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke