Dear all,
Sekuntum teratai untuk Anda semua, para calon Buddha.

Setelah membaca berita ini, saya merasa ngeri akan keadaan alam kita
sekarang ini. Bagaimana kalau ini semua hanya merupakan babak awal
dari bencana? Bagaimana nasib kita nanti?
Memang ini semua tidak hanya datang dari perilaku manusia yang sungguh
tidak bertanggungjawab dan egois, serta tidak mau tahu, tapi alam juga
berperan.

Hhhh.....pusing yah...Belum lagi selesai soal bencana yg satu; datang
lagi. Belum lagi soal persaingan antar karyawan...Belum lagi soal
banjir, soal kelaparan, soal hutan, soal hutang......
Daftar apa lagi yah yagn bakal kita masukin...?

metta,
Julie


--- In [email protected], Jeritan Bisu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>  Selasa, 18 Juli 2006   
>   24 Telaga di Wonogiri Kering, Warga Kesulitan Air Bersih 
>   
>   Wonogiri, Kompas - Sebanyak 24 telaga dari 26 telaga yang ada di
Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, kering. Warga
yang berada di delapan desa di Kecamatan Paranggupito itu, Senin
(17/7), mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih. 
>   "Setiap musim kemarau warga mengalami kesulitan air bersih karena
kondisi geografis yang berkapur," ungkap Camat Paranggupito Suyadi
kemarin. 
>   Hanya Telaga Tangkil di Desa Paranggupito dan Telaga Waru di Desa
Johunut yang masih berair. Itu pun hanya tinggal 40 persen. 
>   Menanggapi masalah itu, Kepala Subbagian Kesejahteraan Sosial
Bagian Sosial Ekonomi Sekretariat Daerah Wonogiri Rodhiyah mengatakan,
Pemerintah Kabupaten Wonogiri akan membantu penyaluran air bersih
mulai akhir Agustus mendatang. Pertimbangannya, saat ini warga masih
dapat mengatasi masalah kebutuhan air bersih ini. 
>   Turun 20 persen 
>   Kesulitan mendapatkan air bersih juga dirasakan warga di beberapa
wilayah di Kalimantan Barat (Kalbar). "Hujan telah sebulan tidak turun
di daerah kami. Sumber-sumber air kering. Warga Putussibau kini mandi
ramai-ramai di Sungai Kapuas," ujar Ramadan, warga Putussibau, ibu
kota Kapuas Hulu, kemarin. 
>   Putussibau yang berjarak sekitar 800 kilometer dari Pontianak
adalah kota pertama yang dilalui Sungai Kapuas. Menurut Ramadan, kini
Sungai Kapuas dapat diseberangi dengan berjalan kaki. Padahal dalam
keadaan normal kedalaman air mencapai empat meter. 
>   Kesulitan air bersih juga dialami warga Kota Pontianak. Menurut
sejumlah warga, aliran air perusahaan daerah air minum (PDAM) kini
sangat kecil, terutama pada siang hari. 
>   Dari Bandar Lampung dilaporkan, debit air PDAM Way Rilau kini
turun 20 persen. Karena itu, PDAM mendistribusikan air dengan cara
satu hari hidup dan satu hari mati. 
>   Direktur Teknik PDAM Way Rilau Herry Eny Widayati kemarin
mengatakan, sembilan mata air yang menjadi sumber air PDAM pada
kondisi normal menghasilkan 100 liter per detik. Namun, pada musim
kemarau ini debit air menurun menjadi 80 liter per detik. 
>   Berkaitan dengan masalah kekeringan ini, petani di Kecamatan
Galang, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, meminta Dinas Permukiman
dan Prasarana Wilayah segera menyelesaikan perbaikan saluran irigasi
yang tak kunjung selesai sejak April lalu. Saat ini sedikitnya 3.000
hektar sawah di Kecamatan Galang kekeringan. (REI/HLN/RYO/EKI) 
> 
>               
> ---------------------------------
> How low will we go? Check out Yahoo! Messenger's low  PC-to-Phone
call rates.
>







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/XISQkA/lOaOAA/yQLSAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke