Dari: "Charlie Jhax" <[EMAIL PROTECTED]> saya charles, baru pertama kali saya ikut diskusi di milis ini. kepada bpk. Hudoyo saya hendak menanyakan mengenai roh itu sebenernya apa menurut agama kristen protestan? sebenarnya yang bertanya adalah teman saya, cuma saya jadi ikut penasaran karena menurut dia setelah dia membaca buku Krishnamurti tentang kehidupan sesudah mati, kesimpulan dia adalah apa yang dikatakan K itu memang betul tetapi dia tidak menjelaskan mengenai roh.
untuk saya pribadi, saya tidak peduli dengan kematian atau roh itu sendiri karena saya hidup apa adanya saja. karena saya sadar pikiran itu selalu menyesatkan, dan apalagi saya tidak pernah merasakan atau berpengalaman mengenai hal2 diatas. pertanyaan saya yang kedua, saya tertarik dengan MEDITASI tetapi saya melihat saya masih banyak terlibat dengan pikiran saya yang berupa emosi, nafsu. sehingga saya membatalkan niat untuk mencari tahu lebih dalam mengenai meditasi tersebut. mungkin bpk ada saran?? pertanyaan ketiga, saya perhatikan setalah saya membaca buku Krishnamurti saya menjadi lebih sensitif perasaannya. misalnya saya senang sekali nonton acara dari national geograpic mengenai binatang, tetapi sekarang kalo nonton saya tidak kuat lagi melihat binatang diburu dan dibunuh oleh binatang lain, juga kalo saya melihat daging saya jadi kepikiran kasihan binatang ini dibunuh untuk kepuasan hawa nafsu manusia. saya pernah memutuskan untuk tidak makan daging, tetapi saya lihat agak susah karena kalo kita makan diluar hampir susah memastikan bahwa makanan kita terkontaminasi dengan daging. ataukah niat saya kurang atau bagaimana, mungkin bpk punya saran dan masukan?? maaf mungkin terlalu banyak pertanyaan, sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih. =========================== HUDOYO: Rekan Charles yg baik, Tentang konsep 'roh' dalam berbagai agama dan budaya akan saya sampaikan secara singkat dalam tulisan tersendiri. Saya sependapat dengan Anda, yg tidak peduli dengan konsep-konsep seperti 'roh' dan tidak peduli dengan kematian. Kebanyakan orang yang percaya adanya 'roh individual' tidak pernah melihat, mendengar, meraba atau merasakan adanya roh itu, melainkan cuma mendengarnya saja dari ajaran agama atau orang tuanya. Krishnamurti dan Buddha tidak pernah menjelaskan tentang 'roh' dan 'tuhan', karena kedua pengertian itu pada umumnya hanyalah merupakan kepercayaan atau bentuk-bentuk pikiran saja. Namun K dan Buddha berbicara tentang ARUS badan & batin yang terus-menerus berubah dan pada hakekatnya adalah dukkha. Keduanya menyatakan bahwa arus penderitaan itu akan terus berlanjut setelah badan ini rusak/mati. (Tentang pernyataan K mengenai hal itu, lihat buku tipis berisi dialog dengan K tentang kehidupan sesudah mati berkaitan dengan meninggalnya saudara kandung dari Sidney Field.) Tentang pandangan Anda mengenai meditasi, tampaknya Anda melihat meditasi itu sebagai sesuatu yang istimewa, yang tidak kompatibel dengan pikiran, emosi, nafsu dsb. Meditasi itu adalah justru mengamati pikiran, emosi dan nafsu tsb, tidak lebih dari itu. Intisari ajaran K dan Buddha justru adalah meditasi. SAMA SEKALI TIDAK ADA GUNANYA BILA ORANG MEMPELAJARI KRISHNAMURTI DAN BUDDHA CUMA SECARA INTELEKTUAL SEMATA-MATA. Ini kesalahan yang saya lihat pada banyak penggemar Krishnamurti dan pada banyak umat Buddha, bahkan yang sudah senior sekalipun. Mereka dengan enteng mengatakan bahwa "meditasi bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, bahkan sambil ngobrol" dan terkesan memandang rendah terhadap diamnya jasmani (duduk diam) sebagai landasan dari meditasi. Seolah-olah mereka sudah mengalami sendiri kosongnya batin dari pikiran secara aktual dan bukan sekadar konsep. Padahal K dalam buku hariannya dan dalam banyak kesempatan lain sering kali bercerita tentang DUDUK DIAM dengan batin yang hening, sama seringnya dengan menceritakan keadaan meditatif dalam kesibukan sehari-hari. Saran saya kepada Anda, bacalah buku yang telah saya susun tentang ajaran Krishnamurti tentang meditasi, "Duduk Diam dengan Batin yang Hening". Buku itu dimulai dengan dua bab pertama di mana K mengajar anak-anak remaja siswa sekolah di India dan Inggris untuk DUDUK DIAM mengamati pikiran sendiri. Yang menarik adalah ucapan K berikut: [Krishnamurti kepada anak-anak sekolah:] "Anda tahu, orang sering bicara tentang meditasi, bukan? .... Anda tidak tahu apa-apa tentang itu. Saya senang sekali. Karena Anda tidak tahu apa-apa, Anda bisa mempelajarinya. ... Mereka yang sudah tahu apa itu meditasi harus menghapus pengetahuannya itu dan mulai belajar. Anda melihat bedanya? ..." Tentang makin pekanya kesadaran Anda, itu memang proses yang wajar. Selama orang jarang mengamati gerak-gerik batin sendiri, ia relatif tidak peka; begitu ia mulai mengamati gerak-gerik pikiran dan perasaannya, kepekaannya meningkat. Jadi kalau Anda merasa semakin peka, itu tanda bahwa sebetulnya Anda sudah mengembangkan kesadaran/keelingan terhadap gerak-gerik batin Anda sendiri. Dengan kata lain, sebetulnya Anda sudah mulai bermeditasi, sekalipun Anda tidak menyadarinya atau tidak melihatnya sebagai meditasi. Bahwa Anda "tidak kuat lagi" menonton binatang buas memburu, membunuh dan memakan mangsanya dalam film-film National Geographic dsb, hal itu menunjukkan masih kuatnya sentimentalitas dalam diri Anda. Anda masih kuat dikuasai pandangan bahwa pembunuhan itu secara absolut adalah buruk siapa pun yang melakukannya, sehingga Anda bereaksi terhadap aktualitas di dunia binatang yang sebetulnya wajar-wajar saja. Dulu saya pun pernah merasakan seperti yang Anda rasakan sekarang. Dan ternyata, menonton film-film seperti itu baik sekali untuk mengamati reaksi-reaksi dalam batin kita sendiri. Tentang makan daging, memang betul bahwa manusia membunuh binatang untuk memuaskan nafsu makan enaknya sendiri. Kalau keelingan ini kita bawa sampai saat kita menghadapi makanan yang tersajikan di hadapan kita, maka mungkin sekali kita akan menghindari makan daging. Tapi yang penting itu harus terjadi secara SPONTAN, bukan karena memaksakan diri karena diajarkan begitu oleh agama atau oleh orang tua. Kalau hal itu terjadi secara spontan, maka orang akan muntah kalau makan daging tanpa diketahuinya; badannya sendiri akan menolak daging itu tanpa perlu disadarinya. Krishnamurti sendiri tidak pernah makan daging selama hidiupnya. Namun, setahu saya, selama 70 tahun ia bicara di depan publik, hanya satu-dua kali ia menyentuh masalah itu dalam ceramahnya, tanpa menjadikan itu suatu aturan atau sila yang harus ditaati. Salam, Hudoyo ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Something is new at Yahoo! Groups. Check out the enhanced email design. http://us.click.yahoo.com/SISQkA/gOaOAA/yQLSAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
