Sharing Daily INEB Training (11)

Tgl 5 Juni 2006
Apa saja sisi positif dari potensial yang dimiliki manusia?
Antara lain: perasaan simpatik (ikut merasakan kesedihan ketika melihat yang lain sedih), kemampuan untuk mengekspresikan diri terhadap hal-hal yang indah (bunga, bayi),perasaan yg baik (mencintai, bercanda), melindungi yang lebih lemah, keyakinan terhadap sesuatu (seorang ayah yang percaya bahwa anaknya akan tumbuh menjadi seorang manusia yang baik, compassion (ketika kita menang saat perlombaan, kita merasa senang, tapi ketika melihat yang kalah bersedih; kita juga merasa sedih. Tidak lagi begitu gembira. Karena sebetulnya kita menginginkan kebahagiaan dan kedamaian, kemampuan alami untuk bertumbuh dan berkembang, serta perlindungan diri (saat dekat dengan api, otomatis kita akan menjauhkan diri).

Lalu bagaimana kita mengembangkannya?
Mungkin ada beberapa yang dapat saya share dengan teman-teman di milis ini (hasil dari diskusi kelompok besar kita):
a. melatih diri untuk memilih jalan yang benar / baik (misal saat kita diomelin orang; kita punya 2 pilihan yaitu menanggapi dengan bercanda atau menyerang balik.)
b. Hidup di komunitas yang baik (teman yang baik / kalyanamitra, dan masyarakat yang baik). Ajahn Pracha mengutip seperti yang dikatakan Buddha bahwa poin ini adalah yang paling penting. Komunitas yang baik adalah seperti fajar. Jika tidak ada fajar, maka pagi tidak akan ada. Jika kita ingin mempelajari Dharma dengan lebih serius dan mendalam, maka kita perlu Kalyanamitra. Karena mereka bisa menjadi pembimbing kita, menunjukkan jalan yang benar, berlatih dan praktik Dharma bersama, saling menguatkan & saling mengingatkan.
c. Membandingkan perasaan kita saat kita sedang merasa baik atau sebaliknya sedang bete, dan bermeditasi, serta jujur pada pikiran sendiri.

Ada 3 jenis kebijaksaan:
a. Sutamaya Panna: kebijaksanaan yang didapat dari belajar
b. Cintanaya Panna: kebijaksanaan yang didapat dari merefleksi diri
c. Bhavana Panna: kebijaksanaan yang didapat dari mengembangkan praktik Dharma.

Selanjutnya tentang jenis-jenis kebahagiaan dalam Buddhis ada 4:
1. Sensual Pleasure: Kammasukka-->kesenangan yang berasal dari pemuasan indera
2. Form Pleasure: Rupasukka-->kesenangan yang berasal dari bentuk. Misal kita bermeditasi tentang lilin, dll.
3. Arupasukka (Arupa meditation): kesenangan yang berasal dari meditasi pada "tanpa rupa / bentuk". Misal meditasi pada ruang, udara, dll.
4. Vimurtisukka: kesenangan / kebahagiaan yang sangat mendalam, yang tidak berbentuk.

Dan 4 level para makhluk yang tercerahkan:
1. Sotapanna: ketika kita telah dengan mantap melangkah ke dalam Jalan Mulia Berunsur 8 dan tidak ada keraguan sedikit pun atau kembali lagi pada pandangan yang salah.
2. Sakadagami: mereka mampu mengurangi kemarahan atau emosi negatif, tapi belum tercabut sepenuhnya sampai akar-akarnya. Artinya masih ada kemungkinan bagi perasaan negatif tsb untuk muncul lagi.
3. Anagami: sampai pada tahap ini, mereka tidak lagi memiliki akar-akar emosi negatif tsb (emosi / gairah). sudah sepenuhnya terbebaskan.
4. Arahatta: mereka yang telah mampu menaklukan segala kilesa.

Sebelum kita bisa mengurangi kemarahan / keserakahan, kita harus bisa terbebas dahulu dari:
a. Pandangan salah tentang individualitas
b. Kepercayaan diri (yang berlebihan)
c. Kemelekatan terhadap berbuat baik.
Ini semua merupakan suatu ego yang berbasiskan pada adanya "diri".

Malamnya kita berlatih meditasi, tapi dengan cara baru, yaitu dengan menuliskan semua yang kita pikirkan. Semuanya bahkan ketika kita sedang tidak berpikir (kosong).

Sekian dulu teman-teman semua.
Terimakasih...

metta,
Julie


Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ countries) for 2ยข/min or less. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke