sebenarnya samatha hanyalah suatu metode untuk membantu kita menenangkan pikiran,dan dalam tahap jhana baik lobha, dosa dan moha sedang dalam tahap setengah tertidur, tetapi jika kita terbawa dengan kesenangan dalam jhana maka baik lobha, dosa ataupun moha akan menjadi semakin besar, bahkan akan membuat orang tersebut "lebih" dari sebelumnya tahap lobha, dosa ataupun moha pada dirinya
 
sedangkan untuk vippasana, kita melihat segala proses dan fenomena yang di timbulkan oleh pikiran, mulai terbentuk hinga hilangnya pikiran tersebut, sehingga walaupun lobha, dosa dan moha muncul tetapi efek dari lobha,dosa ataupun moha sudah tidak berpengaruh terhadap diri orang tersebut sedikit demi sedikit, karena orang tersebut sudah melihat dengan jelas segalanya, sehingga dirinya tidak terpengaruh lagi dan dapat membedakan dengan jelas segalanya sehingga lobha, dosa ataupun moha dikatakan tidak muncul lagi
 
semoga info ini dapat membantu teman2 yang mencari kebenaran dari permainan pikiran yang sudah terlalu lama tertidur.
 
 
regards,
 
Andri

Hudoyo Hupudio <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
At 12:06 PM 7/22/2006, cunda supandi <[EMAIL PROTECTED]>wrote:

>Namaste suvatthi hotu
>
>Mengenai meditasi Samatha dan Vipassana
>
>Meditasi Samatha (Buddhis) apapun bentuknya adalah Sammasamadhi
>(samadhi yang benar) yaitu samadhi yang bertujuan mengikis lobha
>(kemelekatan/keserakahan), dosa (kebencian) dan moha (kegelapan batin)
>Objek meditasi Samatha ada 40 jenis, dan tidak diketemukan metode
>yang menggunakan lagu termasuk lagu Buddhis. Anda tinggal pilih
>salah satu objek yg cocok untuk anda.
>
>Sedangkan Vipassana objeknya adalah segala fenomena yang muncul baik
>rupa (jasmani) maupun nama (batin). Pada latihan jenis ini kesadaran
>cuma menonton semua gejala yang muncul dari semua gerbang indera
>(mata, hidung, telinga, lidah, jasmani dan pikiran). pikiran cuma
>mencatat apa yg terlintas (yg dominan) pada gerbang indera tanpa
>dicari-cari dan diberi komentar apapun.
>
>Lambat laun yang diperhatikan adalah muncul lenyapnya fenomena
>namarupa (batin dan jasmani), sadar akan segala sesuatu sebagaimana adanya.
>
>Bagi kita umat awam yg masih menyenangi lagu buddhis, mantra ataupun
>pujian, lakukan saja pada saat awal mau memulai latihan, lumayan
>untuk membawa pikiran ke arah yg lebih tenang dan rileks, namun
>jangan digunakan pada saat latihan berlangsung, kita akan terbuai
>dan hanyut pada alunan lagu.
>
>Semoga bermanfaat
>
>sukhi te jayamangalam
>
>Semoga berkah kemenangan menyertai anda
>
>Sadhu
>
>Cunda
===============================
HUDOYO:

Meditasi samatha-bhavana TIDAK DAPAT mengikis loba, dosa, moha,
karena tujuannya hanyalah ketenangan dalam JHANA, bukan kearifan
(PANNYA). Memang dalam keadaan JHANA, loba, dosa & moha tertekan dan
tidak muncul untuk sementara. Tetapi begitu orang keluar dari JHANA,
loba, dosa & moha itu akan kembali muncul.

Yang dapat mengikis habis loba, dosa & moha sampai ke akar-akarnya
yang terpendam di bawah sadar (anusaya kilesa) sehingga tidak akan
muncul kembali untuk selamanya (menjadi arahat) hanyalah VIPASSANA-BHAVANA.

Salam,
Hudoyo

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke