Minggu, 23 Juli 2006
Puisi Dodol Pramuka Masa Kini
Edna C Pattisina
Apa yang kita harapkan dari pramuka sekarang? Tangkas, terampil, mandiri, bersahaja? Ah, itu kepanduan di masa lalu. Jambore Nasional 2006 yang berlangsung di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, 16-23 Juli 2006 banyak diisi kegiatan "pendidikan konsumen". Maklum, ini pramuka di era konsumsi.
Simak saja bagaimana sebuah sesi Jambore Nasional (Jamnas) yang berjudul Keterampilan Otomotif diisi oleh orang-orang yang memakai kaus merah menyala bertuliskan I Love Honda. "Ini namanya Supra X 1.25, tadi kita sudah belajar kan tentang produk ini...," kata pemandu yang berasal PT Adira Mustika, dealer utama sepeda motor Honda di Jawa Barat.
Lebih dari 250 anggota pramuka penggalang berusia 11-15 tahun diminta duduk dan memerhatikan dengan saksama. Sebelumnya, mereka sudah belajar dan mencatat tentang produk-produk Honda yang dipamerkan. "Kami ajarkan cara mengendarai motor yang baik, selain ini memang acara untuk brand awareness. Walau mereka belum boleh mengendarai motor, tapi mereka kan calon konsumen di masa depan," kata Aris Djatmiko, Marketing Communication Supervisor PT Daya Adira Mustika, yang mengawasi kegiatan yang diadakan pada pukul 08.00-16.00 itu.
Sama seperti sesi otomotif, sebuah sesi makanan daerah dodol Garut yang disponsori Picnic juga mempertontonkan cara membuat dodol kepada para anggota pramuka. Hari sebelumnya, seharian mereka "diajari" tentang sejarah dodol hingga jenis-jenis dodol untuk dibuat makalah. Hari kedua, para peserta diminta membuat lagu dodol hingga puisi dodol. Setelah berdodol-dodol ria, Picnic tidak lupa membagikan brosur, pamflet, bahkan kenang-kenangan berupa dodol segala rasa. "Kami juga kasih mereka foto gratis dengan dodol Picnic," kata Ayek Cahya dari bagian pemasaran dodol Picnic.
Apalagi yang kurang untuk membentuk jiwa konsumtif hampir 19.000 remaja itu? Dari sudut pandang pendidikan dan konsep-konsep ideal kepanduan, inilah saat untuk membentuk karakter anak muda yang mandiri dan tahan banting. Namun, pihak industri konsumsi pun tidak kalah canggih. Mereka melihatnya sebagai peluang potensi pasar, atau yang istilah canggihnya adalah "pendidikan konsumen" demi mencapai loyalitas jangka panjang.
Acara di luar lokasi, selain diisi acara petulangan seperti menyusur Goa Buni Ayu dan Gunung Tangkubanprahu, juga ada tur Kota Bandung. Jangan kaget kalau factory outlet termasuk sebagai tujuan selain Museum Sri Baduga dan Museum Geologi. Yang lebih ironis lagi, ketika ada rombongan yang tidak berangkat, Senin (17/7), karena masalah transportasi, para anggota pramuka tetap tapi diberi cap "telah ikut serta jalan-jalan" di kartu pesertanya. Yang lalu menimbulkan pertanyaan lebih lanjut, apakah kejujuran atau ketidakjujuran yang diajarkan di sini?
Di mana tunas kelapa
Masuk ke lingkungan Jamnas, secara fisik pun sudah ditata sedemikian rupa sehingga suasana perkemahan akrab dengan berbagai produk. Mulai dari kios dan spanduk DunkinÂ’ Donuts, teh botol Sosro, makanan instan Fiesta, hingga Flexi, sampai Honda siap menyambut Anda. Sebelum masuk ke arena perkemahan, di sebelah kanan ada Alfamart, supermaket retail. Di tengah kompleks perkemahan ada tenda-tenda putih yang menjual makanan, mulai dari KFC hingga Pop Mie. Malam hari, dekat panggung hiburan, sebuah mobil van besar berlogo Motorola yang mencuri perhatian dengan warna, lampu yang berkedip-kedip, dan fasilitas elektronik di dalamnya.
Malam hari, selain ada api unggun di berbagai titik di antara tenda serta suara tepuk anggota pramuka dan lagu Di Sini Senang di Sana Senang, puncak keramaian justru terjadi di pusat perbelanjaan. Sebuah replika gaya hidup mal di kota besar yang diadopsi ke tengah bumi perkemahan. Tidak ketinggalan, sebagaimana tabiat dunia konsumsi yang jeli itu, di sela-sela tenda pun tersedia kios-kios natura yang menyediakan berbagai jenis mi instan hingga minuman ringan.
Lho, mana bendera tunas kelapa yang tersohor itu? Ya tenggelam di antara spanduk-spanduk yang mentereng.
Para peserta menerima semua fenomena ini sebagai sebuah keharusan tanpa banyak bertanya. Beberapa pembimbing bahkan mencetuskan kalau "toh anak-anak itu sudah senang bisa keluar daerahnya". Dhiko Tama Andanu dari Lampung Tengah mengaku, setelah melewati berbagai seleksi, berbagai acara di Jamnas ternyata tidak seseru yang diduganya. Demikian juga Marisko dari Kabupaten Mappi, Papua, yang sudah biasa berkemah, menganggap acara Jamnas ini tetap menyenangkan karena ia bisa bertemu dengan anak-anak dari daerah lain.
Kalau sudah begini, utopis kalau mengharapkan para anggota pramuka itu akan berpikir kreatif dan mandiri dalam menyelesaikan masalahnya. Ketika hari pertama terjadi kesulitan air, solusi yang ada yah tinggal membeli. Seorang anggota pramuka dari Padang malah menelepon orangtuanya yang sedang berada di Bandung untuk dijemput agar ia bisa buang air besar.
Berkunjung ke tenda-tenda pramuka putra maupun putri, jangan kaget kalau tas-tas yang mereka gunakan sama semua, karena memang baru dibelikan. Yang memasak, kebanyakan malah pembina pendamping, bukan para anggota pramuka yang sebenarnya digilir untuk jaga. Kalau tidak suka, makanan siap saji tinggal beberapa langkah dari kemah. "Aku enggak tahu di tenda makannya apa," kata Tina, anggota pramuka dari Kalimantan, sambil menenteng kantong plastik berisi KFC dan softdrink.
Main golf
Berbicara tentang usia remaja, peran pembimbing sangatlah penting. Namun, selain memasakkan makanan, sementara mereka sendiri mendapat jatah makanan yang berbeda, ada cerita yang lebih ironis lagi. Bersamaan dengan Jamnas, Kwarcab Kota Bandung menggelar Indonesian National Jambore Golf Day 2006 yang diadakan di sebuah hotel-golf resor yang berjarak sekitar satu kilometer dari Bumi Perkemahan Kiarapayung.
Dengan biaya Rp 600.000 per orang, acara yang bekerja sama dengan sebuah event organizer itu disponsori mulai dari hotel, restoran sampai produk minuman Pocari Sweat hingga Indosat. "Memang enggak ada hubungannya dengan pramuka yah, tapi kita mau nunjukin kalau gerakan pramuka juga bisa bikin acara golf, selain untuk istirahat bagi para pembina yang capek di bumi perkemahan," kata Deddy Dharmawan selaku pengurus Kwarcab Kota Bandung.
Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul Azwar menolak kalau dikatakan Jamnas 2006 menciptakan suasana konsumtif bagi para anggota pramuka. Menurut dia, tujuan Jamnas masih seperti semula, yaitu menciptakan pramuka yang santun, dapat dipercaya, mandiri, jujur, dan sopan. Bahwa kini zaman telah berubah berusaha untuk dimasukkan juga ke dalam Jamnas. "Dulu pandu harus cari kayu, tapi sekarang kan kita sediakan kompor," katanya.
Azrul menekankan bahwa pramuka adalah proses pendidikan, sehingga tidak bisa sekali jadi. Bahwa banyak sponsor yang menghiasi acara Jamnas tersebut, Azrul mengatakan, pihaknya perlu sumber dana. Kalaupun ada pihak-pihak yang mensponsori kegiatan seperti Honda, toh intinya adalah keterampilan untuk memperbaiki.
Berdasarkan Buku Panduan, memang ada berbagai acara berjudul canggih dijadwalkan bagi peserta. Mulai dari Teknologi Tepat Guna, Kerajinan Anyaman, Fotografi dan Sinematografi, hingga Pendakian Gunung Gede, Navigasi Darat, dan Susur Goa Buni Ayu tertera di sana. Akan tetapi, roda produk-produk itu rupanya lebih kencang dalam menggiring remaja ke dalam sebuah konsumtivisme.


Do you Yahoo!?
Next-gen email? Have it all with the all-new Yahoo! Mail Beta. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke