Introduction to the Middle Way
Chandrakirti's Madhyamakavatara
 
with commentary by
Dzongsar Jamyang Khyentse Rinpoche
 
Pandangan Madhyamika dalam Buddhisme
 
Pandangan dalam Buddhisme sangat penting dari segi teori dan praktik. Seluruh mahzab dan jalur praktik yang muncul dalam buddhisme dibangun berlandaskan pandangan benar baik itu hasil jalur praktik buddhis maupun pencerahan, semua itu tidak lain tidak bukan adalah pengertian atau realisasi sempurna tentang pandangan. Pandangan tidak dapat dipisahkan dalam semua praktik buddhis, dari latihan sederhana hingga latihan tingkat tinggi para biksu mahzab theravada yang mencukur habis rambutnya, tidak makan setelah tengah hari hingga praktisi mahayana yang tidak makan daging, memberikan persembahan lampu mentega, pradaksina, juga mereka yang melakukan latihan pada jalur tak terbayangkan seperti membangun biara atau berlatih yoga kundalini. Pandangan tidak hanya menjadi alasan bagi kita untuk berlatih; namun pandangan juga merupakan suatu hasil yang kita cari dan harus kita capai melalui latihan yang lebih dalam lagi, pandangan juga berkelana dengan aman dalam batin, sehingga menghadang kemajuan kita dalam latihan. Tanpa pandangan, seluruh tujuan dan maksud berlatih akan hilang. Apabila kita ingin mencapai tujuan tertentu, namun kita tidak mengetahui dengan jelas perjalanan kita dan bahkan menempuh perjalanan tanpa tujuan, maka usaha anda sungguh sia-sia, karena anda berkelana tanpa menetapkan arah dan tujuan jelas. Begitu juga dengan meditasi dan aksi tidak akan membawa hasil apapun apabila kita tidak membangun suatu pandangan.
 
Ambil contoh, ketika Buddha mengajarkan Empat Kebenaran Mulia, Buddha mengajarkan pandangan yang paling fundamental yaitu 'Kita sedang menderita saat ini'; 'Saat ini juga penderitaan ada dalam diri kita.' Oleh karena itu, dengan mengetahui sifat sejati dan penyebab penderitaan, kita bisa mengikuti jalur latihan untuk membebaskan diri dari penderitaan. Memang banyak diantara kita yang sangat bersemangat mengikuti dan berlatih dalam jalur latihan untuk membebaskan diri dari penderitaan, dan kita bahkan mengerti dengan jelas penyebab penderitaan, namun sangat sedikit dari kita yang betul-betul memperhatikan pandangan yang ada dalam diri kita, kita bahkan masih sangat  melekat pada penderitaan primordial. Dengan demikian, tidak peduli seberapa sering anda berlatih dan menerapkan berbagai metode untuk mengikis penderitaan, jalur yang anda tempuh bukanlah 'Jalur Tengah' atau Jalur Madhyamika, Madhyamika merupakan suatu jalur yang yang berada di luar konsep kemelekatan konseptual. Ujung-ujungnya, latihan yang kita lakukan malah menjadi jalur ekstrim, jalur yang hanya terpaku pada konsep, yang sama sekali tidak akan pernah bisa membebaskanmu dari penderitaan.
 
Contoh lain seperti konsep batin renunsiasi (melepas total dari samsara), dan konsep tentang seorang biksu dengan patta, dan rambut dikepala yang dicukur habis. Ketika jalur praktik buddhis mengajarkan kita untuk menbangkitkan batin renunsiasi, kita cenderung akan berpikir bahwa kita sedang disuruh untuk melepaskan secara totalitas atas samsara yang penuh dengan ketidaksempurnaan, samsara yang penuh dengan derita nestapa dan tanpa bisa menghasilkan apapun, sebagai contoh, untuk memahami bahwa samsara adalah penderitaan, banyak diantara kita merasa sangat sulit untuk memahaminya, seolah-olah kita tidak bisa mendapatkan kebahagiaan duniawi, semua orang ingin kondisi dan aspek menyenangkan dalam samsara, yang mana kita percaya bahwa kebahagiaan itu eksis secara sejati. Namun terdapat perbedaan ketika sikap melepaskan samsara secara total berlandaskan pandangan yaitu pandangan tentang kekosongan, yang mana pandangan ini mampu memahami bahwa aspek 'keinginan dalam samara' dan aspek 'semua fenomena samsara tidak berguna', ternyata keduanya adalah kepalsuan yang diciptakan oleh batin kita. Dengan pandangan kekosongan, kita bisa melihat tembus bahwa melepaskan total dari samsara sama sekali tidak mengakibatkan kepedihan. Hal ini bukanlah suatu rasa menyesal atas tindakan terdahulu atau pengorbanan, karena kita mengerti sepenuhnya bahwa dalam kenyataanya tidak ada satupun hal yang dikorbankan.
 
Teks ini, The Madhyamakavatara merupakan teks yang wajib di pelajari dalam studi filosofi buddhis dan studi meditatif, dan metode Chandrakirti dalam membangun pandangan dalam karya ini telah menjadi salah satu karya yang sangat bagus sepanjang masa. Saat ini, buddhisme banyak berakar di dunia barat, saya merasa ada baiknya bagi kita untuk memperhatikan, mempelajari dan mengerti bagaimana membangun pandangan ini. Celakanya, manusia jaman sekarang mempunyai tendensi hanya tertarik pada metode untuk melakukan sesuatu; mereka tidak tertarik dan tidak berminat untuk bertanya mengapa seseorang melakukan sesuatu. Studi pandangan ini akan menjadi suatu studi yang sangat kering, membosankan, jadi anda boleh membeli alas duduk yang enak, kemudian setelah puas duduk di atas dudukan empuk itu, anda boleh meditasi. Di jaman sekarang ini, masyarakat menderita karena berpisah dengan orang yang dicintai dan tidak memiliki tujuan jelas, banyak diantara mereka mencari lebih banyak lagi. Ketika sampai pada titik jenuh, maka ada suatu bahaya laten muncul, muncullah suatu latihan yang dirancang khusus untuk melepaskan penderitaan secara temporer, hal ini akan menutupi jalur yang sesungguhnya dan semakin mempertebal penderitaan, jalur yang sesungguhnya adalah pencerahan sempurna. Sikap tertarik pada dharma adalah suatu sikap yang sangat langka, bahkan sikap ini juga sangat labil akibat dari kemelekatan dan kekotoran batin. Apabila suatu hari nanti kita bertemu suatu jalur praktik yang tidak memiliki pandangan, maka kita akan semakin terbutakan. Kejadian ini sangat menyedihkan, karena di luar sana banyak pengelana sejati. Tanpa memiliki pandangan, tujuan akhir dari buddhisme akan kabur juga, dan bahkan itu sudah tidak bisa disebut sebagai buddhisme lagi, tidak bisa disebut sebagai jalur menuju pebncerahan lagi, namun semua itu telah menjadi sebuah metode penyembuhan temporer saja. Jadi, demi azas kehati-hatian, paling tidak kita harus memperhatikan bagaimana membangun suatu pandangan.
 
Saya ingin menegaskan bahwa karya ini tidak sepenuhnya final dan komplit, namun ini adalah suatu permulaan, suatu dasar bagi kita semua untuk berkerja lebih giat lagi dan semakin maju. Topik pembahasan ini sangat kompleks, suatu waktu saya mengajarkan topik ini di perancis pada tahun 1996-2000, saya telah mempelajarinya satu dekade sebelumnya. Lebih jauh lagi, ketika saya memberikan pelajaran atas topik ini, saya tidak pernah merasa puas atas kemampuan saya dalam mengekspresikan ide-ideku, halangan utama adalah kemampuan bahasa inggris saya sendiri yang kurang memadai, begitu juga dengan audien yang hadir sangat variasi, anda akan menemukan beberapa bagian merupakan ajaran yang sangat umum sekali, dan juga karena hal itu diajarkan beberapa tahun berturut-turut, dan anda juga akan menemukan beberapa bagian yang diulang.
 
Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada mereka yang banyak memberikan kontribusi dalam pelajaran dharma ini, Kepada Tulku Pema Wnagyal dan bantuan dari muridnya, beberapa diantaranya adalah: John Canti, Wulstan Fletcher, Helena Blankleder, dan Patrik Carre, dan temanku Jakob Leschly. Transkrip dan hasil penyuntingan naskah ini diselesaikan dengan sempurna oleh Alex Trisoglio, semoga saya bisa terus bekerja untuk memperbaiki naskah ini. Saya tidak yakin kerjaan seperti ini banyak mendatangkan kebajikan, namun apabila kerjaan ini mendatangkan kebajikan, marilah kita dedikasikan untuk semua orang agar bisa memahami Mahdhyamika, pengertian yang bisa meruntuhkan kerajaan ekstrimisme.
 
 
Pengalih bahasa : Junaidi
Sumber : Introduction to th Middle Way – Dzongsar Jamyang Khyentse Rinpoche


J u n a i d i
Dept. of Information Technology

PT. Tiara Gaya Arga Kencana
Paint, Road Marking, Epoxy Manufacturer
Jl. Cimareme No. 185 A Padalarang, Bandung, West Java - Indonesia

Phone.: +62 22 665 1515 [ hunting ]
Fax.: +62 22 665 6555
Mobile.: +62 856 219 8835 / +62 22 911 808 55

"May I become at all times, both now and forever; a protector for those without protection; a guide for those who have lost their way; a ship for those with oceans to cross; a bridge for those with rivers to cross; a sanctuary for those in danger; a lamp for those without light; a place of refuge for those who lack of shelter; and a servant to all in need"---Bodhicharyavatara~ Shantideva


How low will we go? Check out Yahoo! MessengerÂ’s low PC-to-Phone call rates. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke