Menurut saya,
Perumpamaan lilin dan api sebenarnya hanya lambang 'yang mendekati' untuk
umat awam termasuk saya yang masih belum mengerti tentang hakekat/konsep
ajaran mengenai anatta
Karena yang disebut 'roh' sebenarnya tidak ada, yang ada hanyalah kumpulan
beberapa unsur yang selalu berubah dan berkesinambungan, klo sudah begitu
apakah 'roh' menjadi yang kekal????
ronny
_____
Subject: [Dharmajala] LILIN DAN API, AVIJJA , KESADARAN
1.Seperti perumpamaan LILIN dan API di Theravada ini bisa di artikan
ada ROH yang kekal.
Satu sumber api, dibagi-bagikan ke beberapa LILIN atau kayu atau
apapun, api pertama dgn API kedua, sama saja, dengan api Ketiga dst.
Kalo semua lilin di padamkan, dan sumbernya juga dipadamkan, apakah
API sudah lenyap?
Tentu jawabnya : API tidak bisa lenyap, kenapa?
karena betul satu sumber api dipadamkan, tetapi alam ini maha luas,
kita bisa membuat api lagi dari alam misal: dari menggosok kayu kering
dll, lalu api bisa muncul lagi, mana bisa lenyap api itu?
Ini diumpamakan API tidak bisa lenyap seperti ROH itu kekal tidak bisa
lenyap, tapi jasmaninya lenyap (lilinnya lenyap)
2.Juga di katakan di THERAVADA kalau :
Makhluk-makhluk yang ada di alam-alam kehidupan ini (manusia,
binatang, dewa, setan, hantu, dan makhluk-makhluk halus lainnya)
terus-menerus terseret oleh roda kehidupan & kematian (samsara) oleh
karena semuanya diliputi oleh ketidaktahuan/kegelapan batin (avijja).
Karena adanya Avijja (kegelapan batin) sampai terseret oleh roda hidup
dan mati, berarti mengakui adanya gelapnya batin, kalau mengakui
adanya avijja / kegelapan batin, kata-kata "batin" di sini apa bukan
ROH yang kekal?
3.Juga ada yang mengatakan :
Wa pernah dengar, setelah meninggal yang ada itu hanyalah KESADARAN.
Dari karma yang telah dilakukan semasa hidup, ini yang akan
menentukan kemana KESADARAN itu pergi.
Bukankah kesadaran ada datang dan ada pergi itu mengartikan adanya ROH
yang kekal, hanya saja satu mengatakan kesadaran dan yang lain
mengatakan ROH?
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta
kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/