J. Krishnamurti:
HIDUP DALAM KEPURA-PURAAN, DALAM KEMUNAFIKAN
Ceramah pertama di Alpino, 1 Juli 1933
Teman-teman,
Saya ingin Anda membuat temuan yang hidup, bukan temuan yang dipicu oleh uraian
orang lain. Misalnya, jika seseorang mengatakan kepada Anda tentang keindahan
alam di sini, Anda akan datang dengan batin Anda disiapkan oleh uraian itu, dan
kemudian Anda mungkin kecewa dengan realitasnya. Tidak seorang pun dapat
mendeskripsikan realitas. Anda harus mengalaminya, melihatnya, merasakan
seluruh suasananya. Bila anda melihat keindahan dan kebagusannya, Anda
mengalami pembaruan, peningkatan sukacita.
Kebanyakan orang yang mengira bahwa mereka mencari kebenaran telah menyiapkan
batin mereka untuk menerimanya dengan mempelajari uraian dari apa yang mereka
cari. Bila Anda menyelidiki agama-agama dan filsafat-filsafat, Anda mendapati
bahwa mereka semua mencoba mendeskripsikan realitas; mereka mencoba
mendeskripsikan realitas untuk menjadi tuntunan Anda.
Nah, saya tidak akan mencoba mendeskripsikan apa yang bagi saya adalah
kebenaran, oleh karena itu akan menjadi upaya yang mustahil. Orang tidak bisa
mendeskripsikan atau memberikan kepada orang lain kepenuhan dari suatu
pengalaman. Setiap orang harus menghayatinya sendiri.
Seperti kebanyakan orang, Anda telah membaca, menyimak dan meniru; Anda telah
mencoba menemukan apa yang dikatakan orang lain tentang kebenaran dan Tuhan,
tentang kehidupan dan keabadian. Jadi Anda memiliki sebuah gambaran di dalam
batin Anda, dan sekarang Anda ingin membandingkan gambaran itu dengan apa yang
akan saya katakan. Artinya, batin Anda hanya mencari sekadar deskripsi; Anda
tidak mencoba menemukan secara baru, melainkan hanya mencoba membandingkan.
Tetapi, oleh karena saya tidak akan mencoba mendeskripsikan kebenaran, oleh
karena ia tidak bisa dideskripsikan, dengan sendirinya akan ada kebingungan
dalam batin Anda.
Bila Anda memegang di hadapan Anda sebuah gambaran yang akan Anda kopi, suatu
ideal yang akan Anda tiru, Anda tidak pernah menghadapi sebuah pengalaman
secara penuh; Anda tidak pernah terus terang, tidak pernah jujur mengenai diri
Anda dan tindakan-tindakan Anda sendiri; Anda selalu melindungi diri dengan
sebuah ideal. Jika Anda sungguh-sungguh menggali ke dalam pikiran dan hati Anda
sendiri, Anda akan mendapati bahwa Anda datang kemari untuk memperoleh sesuatu
yang baru; suatu ide baru, suatu sensasi baru, suatu penjelasan hidup yang
baru, agar Anda dapat membentuk kehidupan Anda sesuai dengan itu. Dengan
demikian, Anda sesungguhnya mencari suatu penjelasan yang memuaskan. Anda tidak
datang dengan suatu sikap yang segar, sehingga dengan persepsi Anda sendiri,
intensitas Anda sendiri, Anda dapat menemukan sukacita tindakan yang alamiah
dan spontan. Kebanyakan dari Anda hanya sekadar mencari penjelasan deskriptif
akan kebenaran, dengan mengira bahwa jika Anda dapat menemukan apa kebenaran
itu, lalu Anda dapat membentuk hidup Anda sesuai dengan cahaya abadi itu.
Jika itu motif pencarian Anda, maka itu bukan pencarian akan kebenaran.
Alih-alih, itu adalah pencarian akan penghiburan, akan kenyamanan; itu tidak
lebih dari upaya untuk lari dari konflik dan pergulatan tak terhitung banyaknya
yang harus Anda hadapi setiap hari.
Dari penderitaan lahirlah dorongan untuk mencari kebenaran; di dalam
penderitaan terletak penyebab dari penyelidikan yang tekun, pencarian akan
kebenaran. Namun, bila Anda menderita--seperti setiap orang menderita--Anda
mencari obat dan kenyamanan seketika. Bila Anda merasakan kesakitan fisik
sesaat, Anda mencari obat penghilang rasa sakit di apotik terdekat untuk
mengurangkan penderitaan Anda. Begitu pula, bila Anda mengalami kepedihan
mental atau emosional sesaat, Anda mencari penghiburan, dan Anda mengira bahwa
mencari obat kesakitan itu adalah pencarian kebenaran. Dengan cara itu, Anda
terus-menerus mencari kompensasi bagi kesakitan Anda, kompensasi bagi upaya
yang terpaksa Anda lakukan. Anda menghindari penyebab utama dari penderitaan
dan dengan demikian menjalani kehidupan yang ilusif.
Demikianlah, orang-orang yang selalu menyatakan mereka mencari kebenaran
sesungguhnya tidak menemukannya. Mereka mendapati hidup mereka tidak cukup,
tidak lengkap, tidak mempunyai cinta, dan mengira bahwa dengan mencoba mencari
kebenaran mereka akan menemukan kepuasan dan kenyamanan. Jika Anda terus terang
berkata kepada diri sendiri bahwa Anda hanya mencari penghiburan dan kompensasi
untuk kesulitan-kesulitan hidup, Anda akan dapat menggarap masalahnya secara
cerdas. Tetapi selama Anda berpura-pura kepada diri sendiri bahwa Anda mencari
sesuatu yang lebih daripada sekadar kompensasi, Anda tidak bisa melihat
masalahnya dengan jelas. Maka, hal pertama yang perlu ditemukan ialah apakah
Anda sungguh-sungguh mencari, secara mendasar mencari kebenaran.
Orang yang mencari kebenaran bukanlah murid kebenaran. Misalkan Anda berkata
kepada saya, "Saya tidak punya cinta dalam hidup saya; hidup ini merana, penuh
kesakitan terus-menerus; oleh karena itu, untuk memperoleh kenyamanan, saya
mencari kebenaran." Maka saya harus mengatakan bahwa pencarian Anda akan
kenyamanan adalah khayalan sama sekali. Tidak ada dalam kehidupan ini apa yang
dinamakan kenyamanan dan keamanan. Hal pertama yang perlu dipahami adalah bahwa
Anda harus mutlak berterus-terang.
Tetapi Anda sendiri tidak yakin, apa sesungguhnya yang Anda inginkan: Anda
ingin kenyamanan, penghiburan, kompensasi, namun, pada saat yang sama, Anda
menginginkan sesuatu yang jauh lebih besar tak terbatas daripada sekadar
kompensasi dan kenyamanan. Anda begitu kacau dalam batin Anda sendiri, sehingga
pada suatu saat Anda memandang pada suatu otoritas yang menawarkan kepada Anda
kompensasi dan kenyamanan, dan pada saat berikutnya Anda berpaling pada orang
lain yang mengingkari kenyamanan bagi Anda. Maka hidup Anda menjadi eksistensi
yang munafik secara halus, kehidupan penuh kekacauan. Cobalah temukan apa yang
sesungguhnya Anda pikirkan; jangan berpura-pura memikirkan apa yang Anda
percaya harus Anda pikirkan; maka, jika Anda sadar, hidup sepenuhnya dalam apa
yang Anda kerjakan, Anda akan tahu sendiri, tanpa analisis-diri, apa yang
sesungguhnya Anda inginkan. Jika Anda bertanggung jawab sepenuhnya akan
tindakan-tindakan Anda, Anda akan tahu tanpa analisis-diri apa yang
sesungguhnya Anda cari. Proses penemuan ini tidak membutuhkan kemauan kuat,
kekuatan besar, melainkan hanya sekadar minat untuk menemukan apa yang Anda
pikirkan, menemukan apakah Anda sungguh-sungguh jujur atau hidup dalam ilusi.
Dengan berbicara kepada kelompok-kelompok pendengar di seluruh dunia, saya
mendapati semakin banyak orang yang tidak memahami apa yang saya katakan, oleh
karena mereka datang dengan ide-ide terpaku; mereka menyimak dengan sikap bias,
tanpa mencoba menemukan apa yang saya katakan, melainkan sekadar berharap
menemukan apa yang secara diam-diam mereka inginkan. Tidak ada gunanya berkata,
"Ini suatu ideal baru yang kepadanya saya harus membentuk hidup saya."
Alih-alih, temukan apa yang sesungguhnya Anda rasakan dan pikirkan.
Bagaimana Anda menemukan apa yang sesungguhnya Anda rasakan dan pikirkan? Dari
sudut pandang saya, Anda hanya dapat melakukannya dengan menyadari seluruh
kehidupan Anda. Maka Anda akan menemukan seberapa jauh Anda menjadi budak dari
ideal-ideal Anda, dan dengan menemukan itu, Anda akan melihat bahwa Anda telah
menciptakan ideal-ideal demi penghiburan Anda.
Di mana ada dualitas, di mana ada hal-hal yang berlawanan, tentu ada kesadaran
akan ketidaklengkapan. Batin terperangkap dalam hal-hal yang berlawanan,
seperti hukuman dan ganjaran, baik dan buruk, masa lampau dan masa depan,
untung dan rugi. Pikiran terperangkap dalam dualitas ini, dan dengan demikian
terdapat ketidaklengkapan dalam tindakan. Ketidaklengkapan ini menciptakan
penderitaan, konflik dari pilihan, daya upaya dan otoritas, dan pelarian dari
yang tidak penting kepada yang penting.
Bila Anda merasa bahwa Anda tidak lengkap, Anda merasa hampa, dan dari rasa
kehampaan itu muncullah penderitaan; dari ketidaklengkapan itu Anda menciptakan
standar-standar, ideal-ideal, untuk mendukung Anda dalam kehampaan Anda, dan
Anda menegakkan standar-standar dan ideal-ideal ini sebagai otoritas eksternal
Anda. Apakah penyebab batiniah dari otoritas eksternal yang Anda ciptakan untuk
diri Anda sendiri? Pertama, Anda merasa tidak lengkap, dan Anda menderita dari
ketidaklengkapan itu. Selama Anda tidak memahami penyebab dari otoritas, Anda
tidak lebih daripada sekadar mesin yang meniru, dan di mana ada peniruan di
situ tidak mungkin ada kepenuhan hidup yang kaya.
Untuk memahami penyebab dari otoritas, Anda harus menelusuri proses mental dan
emosional yang menciptakannya. Pertama-tama, Anda merasa hampa, dan untuk
melenyapkan rasa itu, Anda mengerahkan daya upaya; dengan daya upaya itu Anda
hanya menciptakan hal-hal yang berlawanan; Anda menciptakan dualitas yang hanya
memperparah ketidaklengkapan dan kehampaan itu. Anda bertanggung jawab bagi
otoritas-otoritas eksternal seperti agama, politik, moralitas, bagi
otoritas-otoritas seperti standar ekonomi dan sosial. Dari kehampaan Anda, dari
ketidaklengkapan Anda, Anda menciptakan standar-standar eksternal, yang dari
situ sekarang Anda mencoba membebaskan diri Anda. Dengan ber-evolusi, dengan
berkembang, dengan tumbuh menjauhi mereka, Anda sekarang ingin menciptakan
suatu hukum batiniah bagi diri Anda sendiri. Sementara Anda mulai memahami
standar-standar eksternal, Anda ingin membebaskan diri Anda dari mereka, dan
mengembangkan standar batiniah Anda sendiri. Standar batiniah ini, yang Anda
namakan "realitas spiritual", Anda identifikasikan dengan sebuah hukum kosmik,
yang berarti bahwa Anda menciptakan pembagian lagi, dualitas lagi.
Jadi, mula-mula Anda menciptakan hukum eksternal, lalu Anda berupaya keluar
dari situ dengan mengembangkan hukum batiniah, yang Anda identifikasikan dengan
alam semesta, dengan keseluruhan. Itulah yang terjadi. Anda masih tetap sadar
akan egotisme Anda yang terbatas, yang sekarang Anda identifikasi dengan suatu
ilusi besar, dan menyebutnya kosmik. Jadi, bila Anda berkata, "Saya menaati
hukum batiniah saya," Anda sekadar menggunakan ungkapan untuk menutupi
keinginan Anda untuk melarikan diri. Bagi saya, orang yang terikat entah oleh
suatu hukum eksternal atau hukum batiniah, terkurung dalam sebuah penjara; ia
terpenjara oleh sebuah ilusi. Dengan demikian, orang seperti itu tidak dapat
memahami tindakan yang spontan, alamiah dan sehat.
Nah, mengapa Anda menciptakan hukum-hukum batiniah bagi diri Anda? Bukankah
karena pergulatan kehidupan sehari-hari begitu besar, begitu tidak harmonis,
sehingga Anda ingin lari darinya dan menciptakan hukum batiniah yang menjadi
penghiburan bagi Anda? Dan Anda menjadi budak dari otoritas batiniah itu,
standar batiniah itu, oleh karena Anda hanya membuang gambaran lahiriah, dan
sebagai gantinya menciptakan gambaran batiniah, yang memperbudak Anda.
Dengan cara ini Anda tidak akan mencapai 'penglihatan' sejati, dan 'melihat'
berbeda sekali dengan memilih. Pilihan harus ada di mana ada dualitas. Bila
batin tidak lengkap dan sadar akan ketidaklengkapan itu, ia mencoba lari
darinya dan dengan demikian menciptakan suatu lawan bagi ketidaklengkapan itu.
Lawan itu mungkin berupa standar eksternal atau standar batiniah, dan bila
orang telah menegakkan standar seperti itu, ia menilai setiap tindakan, setiap
pengalaman berdasarkan standar itu, dan dengan demikian hidup dalam keadaan
memilih terus-menerus. Pilihan hanya lahir dari perlawanan. Jika ada
'penglihatan', tidak ada daya upaya.
Jadi bagi saya, seluruh konsep tentang upaya menuju kebenaran, menuju realitas,
ide tentang berusaha terus-menerus, adalah palsu sama sekali. Selama Anda tidak
lengkap, Anda akan mengalami penderitaan, dan karena itu Anda akan terlibat
dalam pilihan, dalam daya upaya, dalam pergulatan tanpa henti untuk apa yang
Anda namakan "pencapaian spiritual." Jadi saya berkata, bila batin terperangkap
dalam otoritas, ia tidak mungkin memperoleh pemahaman, pikiran sejati. Dan
karena batin kebanyakan dari Anda terperangkap dalam otoritas--yang tiada lain
adalah pelarian dari pemahaman, dari 'melihat'--Anda tidak dapat menghadapi
pengalaman hidup dengan lengkap. Dengan demikian, Anda menjalani kehidupan
ganda, kehidupan pura-pura, kehidupan munafik, kehidupan tanpa saat yang
lengkap.***
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta
kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/