Kompas, Selasa, 08 Agustus 2006
Antre BBM Melelahkan Warga

Tanker Telat 20 Jam karena Pendangkalan Barito
Banjarmasin, Kompas - Kelangkaan dan antrean bahan bakar minyak di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, beberapa waktu terakhir melelahkan hidup banyak warga. Antrean tersebut disebabkan tanker pemasok terlambat tiba karena mendangkalnya alur pelayaran di Sungai Barito.
Hari Senin (7/8) hampir semua stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) di Banjarmasin diserbu kendaraan bermotor. Antrean sepanjang 1 kilometer paling tidak terlihat di lima SPBU. Sejumlah SPBU di Kabupaten Banjar dan Banjarbaru dipadati pengantre.
Mereka rela antre berjam-jam untuk mendapatkan bensin yang harganya Rp 4.500 per liter di SPBU. Jika menyerah, mereka terpaksa membeli bensin di kios yang harganya Rp 6.500-Rp 7.000.
Antrean bahan bakar minyak (BBM) memaksa banyak warga Banjarmasin beradaptasi mengubah jadwal hidup mereka. Produktivitas kerja terganggu, waktu istirahat berkurang, serta tenaga dan pikiran terkuras hanya untuk mendapatkan bensin atau solar di pulau penghasil minyak tersebut. Banyak toko harus berharap cemas menanti pasokan barang yang datang terlambat meski semua itu belum menggoyang stabilitas harga.
Beberapa warga menyerah dan meninggalkan antrean walau akhirnya harus memilih membeli di kios tepi jalan yang harganya tinggi. "Saya tidak bisa mengantre terlalu lama karena pekerjaan kantor menunggu. Saya terpaksa beli premium eceran seharga Rp 6.500 per liter," kata Gufron, pegawai swasta di Jalan MT Haryono yang menyerah antre lama di bawah terik matahari.
Gufron harus meninggalkan rumah jauh lebih dini daripada biasanya. Harapannya, tangki kendaraannya terisi bensin sebelum jam kantor dimulai. Banyak warga lainnya juga terlambat tiba di kantor demi urusan bensin tersebut.
Didi, sopir ekspedisi barang jurusan Banjarmasin-Batulicin, ibu kota Kabupaten Tanah Bumbu, adalah salah satu warga yang terpaksa menghapus jam-jam istirahatnya setelah tiba dari Batulicin. Ia memburu solar dengan cara menghampiri setiap SPBU yang ada di sepanjang jalan.
Kerugian banyak pelaku usaha ekspedisi barang, ujar Anasro, pengusaha angkutan barang, juga meresahkan konsumen mereka yang rata-rata pedagang toko. Banyak pelaku usaha ekspedisi barang tidak bisa menepati waktu pengiriman atau memasukkan barang ke Banjarmasin.
Pendangkalan di hulu Barito membuat kapal-kapal kayu pengangkut barang dagangan tidak lagi dapat berlayar mengantarkan barang ke kabupaten-kabupaten di hulu Barito di Kalteng.
Pendangkalan sungai pada awal kemarau ini mulai terjadi di beberapa sungai lainnya di Kalimantan, seperti Kahayan di Kalimantan Tengah, hulu Sungai Kapuas, dan Mahakam. Walau belum mengguncang harga-harga barang, produktivitas warga sekitarnya menurun dan pendapatan, terutama pengusaha angkutan sungai seperti di Kahayan, mulai terpukul karena perahu mereka tidak bisa berlayar.
Terlambat 20 jam
Kepala Pertamina Banjarmasin Budi Setio Hartono menyatakan, pasokan BBM selalu dalam jumlah yang cukup. Namun, pendangkalan Barito menyebabkan rata-rata tanker terlambat sampai 20 jam untuk sandar di pelabuhan.
Waktu yang mulur nyaris sehari penuh itu dihabiskan kapal-kapal tanker untuk menunggu pasang naik air laut memasuki Barito. Hanya pada saat itulah alur pelayaran Barito dapat dilalui dengan aman.
Kapal-kapal pemasok BBM itu bertolak dari kilang Pertamina Balikpapan. Dalam sehari, ada tiga tanker berkapasitas 2.500 kiloliter yang bertolak ke Banjarmasin. "Faktor alam seperti itu tidak bisa kami prediksi. Pasang naik air laut tidak selalu sama waktunya," kata Budi.
Budi menuturkan, Pertamina mengupayakan ada tanker yang tiba di Depot Pertamina Banjarmasin setiap hari. Selain itu, Pertamina dan pemerintah daerah setempat juga mendata lokasi-lokasi yang sangat membutuhkan pasokan BBM agar operasi pasar tepat sasaran jika dijalankan.
Menurut, Eddy Mulyono, Asisten Manajer Pemanduan Administrasi Pelabuhan Banjarmasin, tanker Pertamina terlambat tiba, Jumat lalu, bersamaan dengan surutnya air di muara Barito.
Dalam kondisi itu, kedalaman air hanya 0,6 meter. Kemarin surut terendah Barito membuat kedalaman air hanya 10 sentimeter. Pasang tertinggi sekitar lima meter. "Saat ini faktor penghambatnya hanya kondisi air, kapal yang kandas di alur belum ada," kata Eddy.
Di Kalimantan Timur, Sungai Mahakam yang membelah Samarinda perlahan terus menyusut. Namun, pelayaran belum terganggu. Kapal penumpang dan kapal barang masih bisa melintas di alur lebar sungai yang pada waktu tertentu menyusut sampai ratusan meter.
Bongkar muat barang dan naik turun penumpang masih berlangsung di Pelabuhan Samarinda di Sungai Mahakam yang melintasi Samarinda, Kalimantan Timur, Senin lalu. Kapal-kapal itu belum menemui kesulitan merapat ke dermaga meski permukaan air sungai turun.
"Tak ada masalah sampai saat ini dan belum ada laporan tentang kapal yang kandas," ujar Kepala Seksi Penjagaan dan Penyelamatan Kantor Administrator Pelabuhan Samarinda Edi Busono di kantornya kemarin.
Edi mengatakan lebar sungai masih memadai untuk pelayaran. Belum pernah terjadi penyusutan secara ekstrem yang bisa mengakibatkan kapal tidak bisa berlayar atau kandas.
Kepala Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai (DAS) Mahakam Berau Moch Ali Wafa Pujiono menilai penyusutan dan pendangkalan Sungai Mahakam tidak ekstrem. Sungai Mahakam yang melewati tiga daerah, yakni Kutai Barat, Kutai Kartanegara, dan Samarinda, memiliki lebar bervariasi. Ali mengatakan lebar sungai di Samarinda 400 meter hingga 800 meter. "Ada juga yang menyebut 1.000 meter, tetapi itu di daerah muara," katanya.
Konsumsi BBM
Dalam kaitan konsumsi BBM, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mengemukakan, stok BBM di Indonesia saat ini aman. Kelangkaan BBM yang terjadi di beberapa wilayah, seperti di Banjarmasin, Bengkulu, Kupang, dan beberapa wilayah lain bukan karena menipisnya stok BBM. Kelangkaan disebabkan adanya kendala transportasi dari kilang ke depo. "Stok BBM aman. Memang ada kendala teknis di lapangan yang harus kami hadapi," ujarnya.
Kendala itu adalah menyusutnya ketinggian air laut atau sungai pada saat musim kemarau sehingga kapal tanker tidak bisa merapat. Oleh karena itu, distribusi dilakukan melalui jalur darat dan itu memakan waktu lebih lama. (FUL/BRO/INU)
Search :
 
 








Berita Lainnya :
·
Antre BBM Melelahkan Warga
·
Lebanon Terisolasi, Siniora Menangis
·
BPK Periksa Tiga Departemen
·
Gang Dipenuhi Barisan Jeriken
·
Jasa Marga Minta Jalan Tol Ditutup
·
Pemerintah Pusat Belum Kucurkan Dana




Do you Yahoo!?
Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail Beta. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke