Mengenai poligami dalam buddhist itu sepertinya tidak terlalu dipermasalahkan
asalkan apa tujuan semula-nya, kalo tujuannya untuk menolong orang dsb saya rasa
itu tak terlalu bermasalah btw kalo poligami dilakukan untuk mencari kesenangan
indera nanti malah lobha jadinya, nanti kamma-nya anda juga yang menanggung.
Mengenai kamma yang ada antara anda dan istri anda sekarang, saya rasa pada
kehidupan yang lampau anda mempunyai ikatan kamma yang cukup kuat sehingga pada
kehidupan sekarang anda bisa menjadi suami istri, kamma yang ada tidak mungkin
habis sebab selama anda menjadi suami istri pada kehidupan sekarang pasti anda
telah menanam kamma-kamma baru sehingga tetap saja anda harus
mempertanggungjawabkan kamma anda, entah di kehidupan sekarang atau
kehidupan-kehidupan yang akan datang, apalagi jika anda telah membohongi /
menyakitinya secara langsung atau pun tidak melalui WIL, saya rasa akan ada
kamma juga yang berbuah.
Salam metta,
Erlin
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta
kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/