| Kompas, Rabu, 09 Agustus 2006 |
| KEBAKARAN LAHAN Ratusan Titik Api Kembali Muncul di Kalbar Pontianak, Kompas - Ratusan titik api kembali muncul di Kalimantan Barat. Diperkirakan hal itu berasal dari sejumlah lahan perkebunan besar. Namun, berdasarkan pemantauan--mulai dari Pontianak hingga Kabupaten Sambas sejauh 250 kilometer--tampak sejumlah petani membakar lahan yang akan mereka tanami. Hal serupa berlangsung di Riau. Selasa (8/8) kemarin Dinas Kesehatan Provinsi Riau bahkan mengimbau masyarakat setempat mengurangi aktivitas di luar rumah agar terhindar dari berbagai penyakit yang bisa ditimbulkan oleh kabut asap. Memburuk Kualitas udara di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) kemarin dinyatakan memburuk. Indeks udara
pada tengah malam hingga subuh masuk kategori hitam atau berbahaya. Selain telah menurunkan Tim Investigasi Kebakaran Lahan, Rabu ini Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kalbar berencana membagikan masker kepada masyarakat. Tim investigasi untuk kedua kalinya akan menuju Kabupaten Bengkayang. Mereka akan mengumpulkan bukti permulaan pembakaran lahan," ujar Kepala Bapedalda Kalbar Tri Budiarto kemarin di Pontianak. Tim tersebut baru kembali, ke Pontianak, dari Kabupaten Sambas. Mereka meninjau lokasi kebakaran lahan berdasarkan koordinat titik api dari citra satelit. Berdasarkan data koordinat yang kami miliki, disusul pengecekan lapangan, ditemui fakta pembukaan lahan seluas 500 hektar oleh PT W di Desa Sijang, Kecamatan Galing, Sambas," ujar Tri Budiarto. Namun, menurut pihak perusahaan, pembakaran dilakukan masyarakat. Pihak perusahaan itu juga melapor kepada polisi, lahan mereka dibakar petani. Tentu saja fakta-fakta yang ada harus diinvestigasi," ujar Tri. Jumlah titik api yang terpantau Senin lalu 378. Hal itu antara lain berada di Kabupaten Bengkayang (55 titik api), Landak (30), Sanggau (53), Ketapang (75), dan di Pontianak (61). Mengganggu Indeks standar pencemaran udara di beberapa kabupaten/kota di Riau pun dinyatakan sudah tidak baik bagi kesehatan. Misalnya di Kota Dumai, Duri, dan beberapa wilayah di Kabupaten Rokan Hilir. "Udara semakin tidak sehat. Masyarakat, khususnya anak-anak dan orang tua terutama yang
berpenyakit asma, diimbau tidak terlalu banyak beraktivitas di luar ruangan," kata Kepala Dinas Kesehatan Riau Taswin Yakub kemarin. Pembakaran semak belukar dalam rangka membuka lahan pertanian di Sumatera Selatan pun belakangan ini meningkat. Asap dari pembakaran tersebut sudah mengganggu pandangan mata, terutama para pengemudi kendaraan di jalan lintas timur Sumatera antara Palembang-Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir. (RYO/NEL/IAM) |
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
__._,_.___
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
__,_._,___
