Semakin membaca tanggapan dari rekan2 milis kenapa banyak nada miris ?
Bahkan ada yang menjawab dengan penuh emosi :-)

Segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang kekal, demikian juga hubungan antar manusia, sama halnya dengan tubuh saya yang tidak kekal.

Memang benar adanya apapun yang terucapkan dalam situasi perselingkuhan, pembohongan (hubungan antar manusia) hanya akan penjadi suatu Pembenaran Sejati dari satu sisi.....

Tapi kembali lagi hubungan antar manusia (antara pasangan suami dan istri) dimana mereka telah bertekad untuk mewujudkan suatu komitment jangka panjang, godaan dan tantangan untuk menjaga komitment tersebut pasti ada ntah itu dari atas, bawah, kiri maupun kanan

bagaimana caranya kita menghadapai tantangan seperti itu ?
kepada siapa kita berpaling jika menghadapi hal demikian ?



---- “If our love is only a will to possess, it is not love.” ---
Thich Nhat Hanh

with metta

yamin

Joni Tjung <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Yang saya tahu dan pernah dengar dari ceramah pa k wowor dan buku-buku yang saya baca adalah bahwa perselingkuhan akan menyebabkan hal2 berikut:
1. Terlahir di alam neraka
2. Terlahir tidak normal (hermafrodit/banci)
3. Menjadi Hyperseks
4. Menjadi Lesbi/ Homo
5. Mempunyai istri/suami yang tidak diinginkan
6. Dihina masyarakat
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Busyet dah, serem amat yach mau selingkuh aja.....
bisa jadi banci segala.......
Nggak bisa membaca masa depan, but menerima apa yang kulakukan sekarang.....
apa itu selingkuh atau berbagi dharma....
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
bukankah gampang sekali menunjuk karma sebagai penyebab, lagian karma kan memang hukum sebab akibat.... sebabnya sudah habis yah akibatnya selesai juga
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
mudahnya menyalahkan karma yang sudah habis sebagai alasan buat menceraikan istri....kayak masih cinta monyet pacaran aja.....
karma terus bertambah dan bertambah....setiap saat pertama menikah, punya anak....dan menjalani kehidupan pernikahan....
mana bisa habis.......lucu deh yang mengatakan karma kok bisa habis.....
yang ada juga lobha melihat wanita lain yang....berbeda (belum tentu lebih cantik, lebih sexy dan lebih baik.....)
 
Dan, lebih baik jangan coba-coba poligami deh......Ngurusin satu aja repot...mau dua.....
bisa mati berdiri brother....he..he..he.... 
 
From: [EMAIL PROTECTED]ups.com [mailto: [EMAIL PROTECTED]ups.com] On Behalf Of Yamin Prabudy
Sent: 07 Agustus 2006 16:58
To: [EMAIL PROTECTED]ups.com
Subject: Re: [Dharmajala] Pembenaran Perselingkuhan, Teganya


Dear all,
Pengen panjangin diskusi deh...

Bagaimana jika seorang yang belajar Buddhism menjawab

"Saya bukannya ingin berselingkuh, tapi hubungan karma sudah habis.
Mau di cerai tidak tega. Anak-anak sudah mulai besar. Sedangkan skr terdapat koneksi karma antara saya dengan WIL (Wanita Idama Lain)/ PIL (Pria Idama Lain)"

bukankah gampang sekali menunjuk karma sebagai penyebab, lagian karma kan memang hukum sebab akibat.... sebabnya sudah habis yah akibatnya selesai juga

Poligami ? tidak ada yang sakit (get hurts) ?
yakin ?? udah pernah tanya kepada yang di poligami ? apakah dia sakit hati atau tidak ?

with metta

yamin
Dian Amalia < imel_nonabesar@yahoo.com> wrote:
Namo Buddhaya,

Yang saya tahu dan pernah dengar dari ceramah pa k wowor dan buku-buku yang saya baca adalah bahwa perselingkuhan akan menyebabkan hal2 berikut:
1. Terlahir di alam neraka
2. Terlahir tidak normal (hermafrodit/banci)
3. Menjadi Hyperseks
4. Menjadi Lesbi/ Homo
5. Mempunyai istri/suami yang tidak diinginkan
6. Dihina masyarakat

Jadi yang ingin menghindari risiko di atas sebaiknya menghindari perselingkuhan... secara psikologis... selingkuh itu tidak sehat karena ada pihak yang dirugikan baik dari pihak istri/suami, anak maupun pihak perempuan/ laki-laki yang jadi selingkuhan. So, hidup sudah susah kenapa dibikin tambah susah??? Avoid perselingkuhan at all cost... dalam hal ini.. menurut saya poligami sah2 saja... it's better than having an affair, at least in polygami... nobody gets hurt.

Think b4 u act... cuz, it's yer life and yer decision.. so, of course what u do has its consequences! !!! Pandai-pandailah memilih... karena penyesalan tiada gunanya.

Metta,

Dian

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

 

__._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke