Kompas, Kamis, 10 Agustus 2006
Kondisi Sungai
Hutan Sungai Karang Mumus Cuma 0,8 Persen
Samarinda, Kompas - Hutan di Daerah Aliran Sungai Karang Mumus di Samarinda, Kalimantan Timur, hanya tinggal 0,8 persen dari luas kawasan itu. Kondisi itu merupakan yang terparah dibandingkan dengan DAS lain di Kalimantan Timur. Padahal, Sungai Karang Mumus merupakan tumpuan hidup ratusan ribu penduduk Samarinda. Karena itu, rehabilitasi DAS menjadi prioritas di Kaltim.
"Luas hutan tinggal 0,8 persen, padahal luas hutan dalam suatu DAS idealnya 30 persen," ujar Mislan, Kepala Pusat Penelitian Sumber Daya Air Lembaga Penelitian Universitas Mulawarman di Samarinda, Rabu (9/8). Luas Daerah Aliran Sungai (DAS) Karang Mumus 32.490,1 hektar, sedangkan sisa hutannya 259,9 hektar.
DAS Karang Mumus merupakan tempat tinggal 241.996 orang Samarinda yang di antaranya bekerja sebagai petani, buruh, nelayan, karyawan swasta dan pemerintah, serta personel TNI/Polri. Sungai Karang Mumus menjadi sumber air pertanian di Lempake, lumbung padi Samarinda.
Pada musim kemarau, air sungai berwarna hitam dan berbau busuk. Air sungai tercemar limbah rumah tangga, tetapi masih digunakan warga untuk mencuci dan mandi.
Kerusakan hutan di DAS Karang Mumus terjadi karena penebangan ilegal dan pembukaan lahan untuk pertanian. Rusaknya hutan menyebabkan air hujan langsung tergelontor ke sungai dan berpotensi menyebabkan banjir pada musim hujan. Pada saat kemarau sedimen tanah yang tergerus mengendap dan mendangkalkan hilir sungai.
Pelaksana tugas Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Samarinda M Faishal mengatakan, pengerukan Karang Mumus yang menjadi drainase Samarinda terus dikerjakan. Pengerukan sedimen yang menghambat saluran drainase penting untuk mencegah banjir.
Di Sungai Barito, sebuah kapal peti kemas kandas, Rabu pagi. Kapal itu karam saat melayari alur pelayaran tidak resmi untuk memasuki Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. (BRO/FUL)


Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1ยข/min. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke