--- In [email protected], Dian Amalia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
Dear all bro & sis,
Sekuntum teratai untuk Anda semua, para Bodhisattva dan para calon Buddha.

Ketika saya memutuskan untuk memposting topik ini, hanya ada keinginan
untuk berbagi, bukan untuk saling menuding, saling menunjuk, saling
memperlihatkan kebolehan, saling memancing. Hanya berbagi, itu saja.
Sepertinya hal ini berlanjut terlalu jauh. Hanya saja jangan sampai
ada perselisihan....Kata-kata bagi kita yang mengucapkan (menuliskan)
bisa saja tidak bermakna, tapi bagi mereka yang mendengar (membaca)
bisa saja mengandung berjuta makna....

Berikut akan saya kutip kalimat dari Y.A. Mahabhikshu Thich Nhat Hanh,
dari Latihan Perhatian Penuh Kesembilan: Keadaan yang Sebenarnya dan Cara 
Bicara yang Penuh Cinta Kasih
"Sadar bahwa kata-kata dapat menciptakan penderitaan atau kebahagiaan, kami 
berkomitmen untuk belajar bicara secara benar dan konstruktif...........Kami 
tidak akan menyebarkan berita yang belum kami ketahui dengan pasti, tidak juga 
mengkritik atau mengutuk hal-hal yang belum kami yakini secara pasti."

Semoga kita semua mampu untuk selalu saling mendukung, saling belajar,
berlatih, berbagi hidup berkesadaran..
Semoga semua bro & sis selalu berbahagia dan semakin membuka diri
untuk senantiasa berbagi pandangan / pola pikir.

metta
Julie
> 
> Dear Juned,
>    
>   Kayaknya kamu gak perlu sewot deh. Bukannya kalau memang istri
minta cerai urusannya jadi lebih gampang. Kan jadi gak perlu ngerasa
'gak-enak'
>    
>   Kan saya cuman mau kasih kemudahan..Well, sorry2 aja kalo saya
nyinggung kamu. Tapi kan ini cuman fiksi... kan si yamin sendiri
bilang. Gimana kalo orang belajar buddhis.... so, tak ada maksud
menyinggung pribadi yamin lho... sorry.. orangnya aja aku tak kenal..
mungkin juga dia belum punya istri.. kayaknya dia juga baik2 aja tuh
>    
>   Don't b too emotional.. it's nothing serious... mungkin gaya
bicara saya yang terlalu blak-blakan dan tanpa basa-basi.. sori.. saya
gak bisa basa-basi.. dan daripada jadi polisi-moral kupikir sebaiknya
kamu juga melakukan hal yang sama seperti apa yang kamu ucapkan dibawah...
>    
>   Kalo saya boleh saran sih, sebaiknya gak perlu married.. tidak ada
guna. Lebih baik perdalam aja belajar buddhis biar terus dapat
pencerahan. Terus terang saya belajar banyak dari milis ini. So, thank
you semua... saya dapet banyak loh dari orang2 di milis ini. Otaknya
cerdas2...  
>    
>   Semoga berguna, 
>    
>   Dan kamu juga jangan tersinggung ya..... tidak ada maksud... 
>    
>   metta and keep on practising...   
>    
>    
>    
>    
>   
> TheHiddenDragon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           Dear Dian dan semua pembaca,
> 
> Sekuntum teratai untuk anda, seorang calon Buddha,
> 
> Penutupan indah yg berbunyi (Semoga berguna).
> 
> namun pernyataan untuk membalas reply teman sedharma seharusnya
tidak berbunyi demikian....
> 
> ===================================================================
> >Siapa tahu isi hati orang? Jangan2 justru istri kamu yang nantinya
minta cerai ke kamu..
> ===================================================================
> 
> ini hanya personal interpretation dan opini pribadi...
> 
> silakan melanjutkan diskusi dengan kepala dingin, tanpa kekerasan,
tanpa menyerang pribadi seseorang, tanpa kata-kata yg kurang pantas,
dan semoga betul-betul bermanfaat.....
> 
> mohon maaf kalau menyinggung, peace :)
> 
> salam dari kota kembang,
> 
> 
> --- In [email protected], Dian Amalia <imel_nonabesar@> wrote:
> >
> > Dear Yamin,
> > 
> 
> deleted...
> 
> >Siapa tahu isi hati orang? Jangan2 justru istri kamu yang nantinya
minta cerai ke kamu..
> > 
> > Gimana? Berani mencoba? menurut saya ikatan suami istri yang
dipaksakan dan dipenuhi dengan kepura-puraan itulah yang paling
menyedihkan... however ini kan hanya suatu opini. Selanjutnya ya
terserah situ.
> > 
> > 
> > Semoga berguna,_._,___          
> > 
> 
> 
> 
>   J u n a i d i
> Dept. of Information Technology
> 
> PT. Tiara Gaya Arga Kencana
> Paint, Road Marking, Epoxy Manufacturer
> Jl. Cimareme No. 185 A Padalarang, Bandung, West Java - Indonesia
> 
> Phone.: +62 22 665 1515 [ hunting ]
> Fax.: +62 22 665 6555
> Mobile.: +62 856 219 8835 / +62 22 911 808 55
> 
> "May I become at all times, both now and forever; a protector for
those without protection; a guide for those who have lost their way; a
ship for those with oceans to cross; a bridge for those with rivers to
cross; a sanctuary for those in danger; a lamp for those without
light; a place of refuge for those who lack of shelter; and a servant
to all in need"---Bodhicharyavatara~ Shantideva
> 
>     
> ---------------------------------
>   Do you Yahoo!?
> Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail Beta.  
> 
>          
> 
>  Send instant messages to your online friends
http://uk.messenger.yahoo.com
>










** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke