Aku terbiasa hidup dalam kesendirian ku sendiri...
bersama diri ku sendiri.... menikmati kesunyian.. mendengarkan suara hati..
bukannya tidak membutuhkan siapapun... 
mungkin karena kebiasaan atau kepribadian
Tiba-tiba semuanya berubah... saat kita menginjak kehidupan masyarakat
Belajar... latihan... ujian... nilai.... bukan lagi dinilai orang guru
yang Juara jika bisa menjawab semua pertanyaan
 
sejak kita mulai berkerja dan menghidupi diri kita dalam masyarakat
Dinilai.... oleh siapa?? dan bagaimana kentuannya ??
saat kita berhubungan dengan begitu banyak orang.... begitu banyak pendapat...
bahkan budha sekali pun punya cerita yang berbeda...
yang mana yang bisa kita percaya ... bahwa itu yang terbaik bagi kita.
Percaya pada Diri kita yang dianggap keras kepala...
atau Dia ?? atau Dia ?? dia yang mana??


shane sunpei <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Apabila kamu menghadapi kesulitan dalam hal berhubungan dengan orang lain, coba menempatkan dirimu pada tempatnya, jangan memaksakan kehendakmu. Berusahalah untuk memahami posisi dia



Stay in the know. Pulse on the new Yahoo.com. Check it out. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke