DUDUK DI BAWAH POHON JAMBU (3)
Jika duduk tidaklah menyenangkan dan membutuhkan usaha yang begitu
besar, saya tidak akan pernah duduk sekalipun. Saya duduk hanya karena
hal itu membuat saya bahagia. Saya tidak akan duduk jika hal itu
membuat saya menderita. Duduk di dalam meditasi berarti hadir di sana
dengan seratus persen diri Anda. Jika pertama kali Anda berada di sana
hanya dengan delapan puluh persen, itu sudah cukup baik. Anda akan
menjadi lebih baik dan semakin baik sepanjang waktu. Kemungkinan
kemarin delapan puluh persen, tetapi hari ini bisa menjadi delapan
puluh satu persen. Semakin diri Anda hadir di saat ini, semakin
bahagia dan solid Anda jadinya. Duduk hanyalah untuk kebahagiaan dan
stabilitas Anda, bukanlah untuk seseorang lainnya.
Pada saat kita duduk dan bermeditasi, kita berhenti dan mengijinkan
pikiran kita menjadi tenang dan cerah. Hal itu seperti lumpur yang
berdiam di dalam air. Jika Anda memasukkan lumpur ke dalam segelas air
dan membiarkannya diam, lumpur itu akan perlahan-lahan mengendap ke
bagian dasar dan airnya menjadi jernih. Jika Anda mengaduk atau
membuat lumpur itu berputar, ia tidak akan memiliki sebuah kesempatan
untuk mengendap. Ketika lumpur tersebut tenang, airnya jernih. Hal
yang sama berlaku untuk pikiran Anda.
Ketika Anda duduk, rasakanlah kebebasan untuk duduk dalam posisi
apapun—teratai penuh, setengah teratai, bunga krisan, atau setengah
bunga krisan. Posisi teratai penuh adalah posisi kaki tersilangkan.
Posisi bunga krisan adalah posisi apa saja yang Anda suka. Pilihlah
posisi yang paling nyaman menurut Anda. Posisi teratai penuh dianggap
oleh banyak orang sebagai posisi paling indah dan stabil. Jika saya
duduk dalam posisi ini, maka tubuh saya sangatlah stabil; meskipun
Anda mendorong saya, saya tidak akan goyah. Ketika tubuh kita stabil,
pikiran kita juga menjadi stabil karena tubuh dan pikiran mempengaruhi
satu sama lainnya.
Bisakah meditasi mempengaruhi ketidakbahagiaan kita? Ya, ia bisa.
Melalui meditasi, kebahagiaan menjadi lebih nyata dan penting, dan
ketidakbahagiaan mulai berkurang. Melalui meditasi sampah-sampah kita
diubah menjadi kompos, dan ia akan segera menjadi bunga kembali.
Melalui meditasi kita berlatih menjadi bahagia dan membuat orang lain
bahagia. Inilah bagaimana kita mengatasi ketidakbahagiaan kita.
Diterjemahkan oleh : Dayapala Steven
Diedit oleh : Bhante Dharmavimala
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta
kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/