MENANAM BENIH-BENIH KEBAHAGIAAN

Anda memiliki benih-benih kebahagiaan dan ketidakbahagiaan keduanya di
dalam diri Anda, ditanam oleh orangtua Anda, leluhur, atau
sahabat-sahabat Anda. Ketika benih-benih kebahagiaan memunculkan diri
mereka, Anda merasa cukup bahagia. Akan tetapi ketika benih-benih
kesedihan, kemarahan, dan kebencian muncul, Anda menjadi sangat tidak
bahagia. Kualitas dari kehidupan kita tergantung oleh kualitas
benih-benih di dalam kesadaran kita.
        
Ketika Anda berlatih bernafas, tersenyum, dan memperhatikan hal-hal
indah di sekitar Anda, Anda sedang menanam benih-benih keindahan dan
kebahagiaan. Itulah mengapa kita berlatih berbagai hal seperti
bernafas masuk dan melihat diri kita sebagai setangkai bunga, bernafas
keluar dan merasa segar; bernafas masuk dan melihat diri kita sebagai
sebuah gunung, bernafas keluar dan merasa kokoh seperti gunung.
Latihan ini membantu kita menanamkan benih-benih soliditas dan
kesegaran di dalam diri kita. Setiap saat kita berjalan dengan tenang
dan santai, atau tersenyum dan lepaskan, kita sedang menanam
benih-benih yang akan menguatkan kebahagiaan kita. Bersama setiap
langkah bahagia, kita menanam benih bahagia.
        
Kebahagiaan tidak dapat dipisahkan dari penderitaan. Kita mengenal
kebahagiaan karena kita mengenal penderitaan. Jika kita tidak pernah
mengalami kelaparan, kita tidak dapat merealisasi sepenuhnya betapa
bahagianya diri kita jika kita memiliki sesuatu untuk dimakan. Jika
kita tidak pernah merasakan kehidupan seorang gelAndangan, kita tidak
akan sepenuhnya menghargai fakta bahwa kita memiliki sebuah rumah
untuk hidup di dalamnya. Itulah mengapa kebahagiaan tidak dapat
dipisahkan dari penderitaan. Hal itu memiliki arti bahwa jika Anda
telah menderita, Anda bisa menjadi bahagia. Jika Anda tidak mengenal
apapun mengenai penderitaan, Anda tidak dapat menjadi manusia yang
bahagia.



Diterjemahkan oleh : Dayapala Steven
Diedit oleh : Bhante Dharmavimala








** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke