Akal budi & perasaan (nafs) adalah daya manusiawi yang terbatas dan terkondisi; terkondisi oleh pengalaman masing-masing, dan oleh apa yang dipelajari di masa lampau. Tidak ada dua manusia yang punya akal budi & perasaan yang sama. Tidak ada baik & buruk, benar & salah yang obyektif, yang bisa dicapai oleh manusia dengan akal budi & perasaannya semata-mata.
Allah s.w.t. berada di luar semua itu. "Barang siapa mengenal dirinya, ia akan mengenal Tuhannya." 'Mengenal diri' berarti memahami keterbatasan & keterkondisian pikiran & perasaan, sehingga tidak lagi bergantung & melekat pada akal budi & perasaan. Kalau ini tuntas, maka akal budi & perasaan akan diam, dan orang akan berada dalam keadaan hulul (menyatu dengan Tuhannya). Itulah arti "mengenal Tuhannya". Tapi itu hanya bisa terjadi bila akal budi & perasaan diam. Akal budi & perasaan manusia tidak bisa ketemu Tuhan. Jadi menurut saya, arti dari pepatah Sufi itu adalah: "Barang siapa mengenal dirinya [maka diri itu akan runtuh, dan di situ] ia akan mengenal Tuhannya [Tuhan muncul dalam batinnya yang sudah kosong dari diri]." Dengan kata lain, DIRI MANUSIA adalah TABIR yang paling halus tapi paling liat yang menutupi NUR ILLAHI (Allah). "Qullu man alaiha faan, wa yabqo Wajhu Rabbika" -- "Segala sesuatu akan musnah [termasuk badan & jiwa saya], yang tetap hanyalah Wajah Tuhanmu." (Al-Qur'an) hudoyo At 10:17 PM 8/18/2006, rioo rioo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >setiap insan dikaruniai oleh allah akal,nurani dan ini merupakan fitrah dari >wujud manusia .darisininilah ia bisa membedakan baik dan buruknya sesuatu >misal nya bohong, dzalimdan menyakitihati orang lain dll adalah perbuatan >buruk dan jujur ,berbuat adil ,menyayangi orang lain adalah perbuatan baik >.,menghukumi benar dan salah merupakan kerja dari akal dan nurani manusia >yang di bekali oleh Allah yang essa dan Allahswt menurunkan syariat bagi >hambanya melalui Nabi -nabinya untuk mengatur kehidupan manusia. jadi sangat >berhubungan sekali baik dan bruknya sesuatu dengan Allah swt .jika kita >megikuti akal dan nurani kita menuruti perintah Allah swt maka kita akan >berada dijalan yang benar dan apabila kita melenceng dari akal dan nurani kita >dan tidak menjalankan perintah Allah swt maka kita berada dijalan yang salah. >maka jauh lebih cocok hadist yang anda bawakan "man arafa nafsahu faqad arafa >rabbbahu"(barang siapa yang mengenal drinya maka dia akan mengenal tuhan nya) >sebagai argumen saya karena barang siapa yang mengenal dirinya (mengikuti akal >dan nurani nya mematuhi perintah tuhannya)akan mengenal tuhan nya. > >Hudoyo Hupudio <[EMAIL PROTECTED]> menulis: >Cinta dan benci, perang dan damai, benar dan salah, semuanya adalah CIPTAAN >PIKIRAN MANUSIA. Tidak ada kaitannya sama sekali dengan Allah yang sejati. >"Qullu man alaiha faan, wa yabqo wajhu rabbika." (Al-Qur'an) >"Man arafa nafsahu, faqad arafa rabbahu." (Hadits Qudsi) >hudoyo >At 01:59 AM 8/18/2006, rioo rioo ><<mailto:safirmortez%40yahoo.co.id>safirmortez@ ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
