ADAKAH 'SI PENGAMAT' YANG MENGAMATI KESEPIAN?

Batin saya mengamati kesepian, dan menghindarinya, lari darinya. Tetapi jika 
saya tidak lari darinya, adakah pembagian, adakah pemisahan, adakah 'si 
pengamat' yang mengamati kesepian? 

Ataukah, hanya ada keadaan kesepian, batin saya sendiri yang kosong, kesepian? 
Bukan ada 'si pengamat' yang tahu bahwa ada kesepian. 

Saya rasa ini penting untuk dipahami, dengan cepat, bukan dengan kata-kata yang 
terlalu banyak. Sekarang kita berkata, “Saya iri hati, dan saya ingin 
melenyapkan iri hati”; jadi ada 'si pengamat' dan 'yang diamati'; 'si pengamat' 
ingin melenyapkan apa yang diamatinya. 

Tetapi tidakkah 'si pengamat' sama dengan 'yang diamati'? Batin itu sendiri 
yang telah menciptakan iri hati, sehingga batin tidak bisa berbuat apa-apa 
terhadap iri hati itu. 

Jadi, batin saya mengamati kesepian; si pemikir sadar bahwa ia kesepian. Tetapi 
dengan tetap berada bersamanya, berkontak sepenuhnya, yang berarti tidak lari 
darinya, tidak menafsirkannya dan sebagainya, maka adakah perbedaan antara 'si 
pengamat' dengan 'yang diamati'? 

Ataukah hanya ada satu keadaan saja, yang adalah batin itu sendiri yang 
kesepian, kosong? Bukan batin mengamati dirinya sendiri sebagai kosong, 
melainkan batin itu sendiri kosong. 

Lalu, dapatkah batin itu, yang menyadari dirinya kosong, dan bahwa apa pun yang 
diupayakannya, setiap gerakan menjauh dari kekosongan itu hanyalah sekadar 
pelarian diri, ketergantungan; dapatkah batin melepaskan semua ketergantungan 
dan tetap apa adanya, sepenuhnya kosong, sepenuhnya kesepian? 

Dan jika ia berada dalam keadaan itu, tidakkah di situ ada kebebasan dari 
segala ketergantungan, dari segala kelekatan?
[k]





** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke