-----Original Message-----
Subject: Seminar Pancasila sbg modus vivendi kehidupan beragama &
berkepercayaan di Ind
Importance: High


SEMINAR  NASIONAL  SEHARI

" PANCASILA  SEBAGAI  MODUS  VIVENDI  KEHIDUPAN  BERAGAMA  DAN 
BERKEPERCAYAAN  DI  INDONESIA "

A.  Dasar  Pemikiran.

Pancasila telah dirumuskan dan disepakati oleh para pendiri republik
ini sebagai modus vivendi (pedoman hidup) bagi bangsa Indonesia yang
pluralistik.

Setiap sila dalam Pancasila merupakan objektifikasi – dalam istilah
Kuntowijoyo – nilai-nilai universal dalam setiap agama dan
kepercayaan. Walaupun berbeda-beda dari segi syariat dan aqidah ada
nilai-nilai yang diyakini bersama sebagai nilai-nilai luhur.
Nilai-nilai bersama ini dalam Al-Qur'an disebut dengan kalimatin sawa.
Pancasila adalah kalimatin sawa – common ground. 

Dalam perjalanan sejarah, Pancasila telah menjadi pemersatu bangsa
dalam perjuangannya untuk menentang penjajahan dan memakmurkan rakyat.

Pernah Pancasila dipertentangkan dengan Islam, sehingga konstituante
(pada th.1950-an) telah dijadikan ajang konflik. Konflik ini kemudian
melimpah dari gedung parlemen kedlam kehidupan berbangsa dan
bernegara. Banyak korban berjatuhan karena konflik ini.

Akhr-akhir ini, konflik antar umat beragama, intra umat beragama dan
diantara kelompok agama dan kelompok sekuler mulai berkembang ke arah
pada tingkat yang mengkhawatirkan dan mengancam kesatuan dan persatuan
bangsa serta NKRI. Kalimatin sawa telah terlupakan.

LEMHANAS dan WANTANAS dengan risau menyebutkan memudarnya kesadaran
Pancasila pada kelompok elit. Indikasinya adalah lahirnya
kebijakan-kebijakan pemerintah baik Pusat maupun Daerah, MUI dan
lembaga-lembaga public lainnya yang menyuburkan sikap intoleransi
dalam kehicupan bernegara dan bermasyarakat.

Maka dipandang sudah sangat urgent adanya upaya untuk merekonstruksi
kembali pemahaman dan penghayatan terhadap Pancasila dan agama-agama,
mensosialisasikan kembali Pancasila, dari kelompok elite sampai rakyat
`alit'.

Seminar ini dimaksudkan untuk menjawab tantangan terhadap ideologi
Pancasila dan upaya pensosialisasian Pancasila secara demokratis.

B.  Tujuan.

Mengumpulkan pandangan para tokoh agama dan kepercayaan tentang
Pancasila sebagai modus vivendi bernegara dan beragama. 
Memulai upaya penyadaran bangsa akan pentingnya Pancasila sebagai
rujukan nilai bagi semua kelompok agama dan kepercayaan untuk membela
dan mempertahankan keutuhan NKRI. 
Mengumpulkan gagasan-gagasan teoritis tentang pemaknaan Pancasila
sebagai modus vivendi beserta implikasi praktisnya.
C.  Bentuk Kegiatan.

SEMINAR  NASIONAL  SEHARI , pada tgl. 28 Agustus 2006 di Auditorium
Adhiyana, Wisma Antara Lt.2, Jl. Merdeka Selatan 17, Jakarta.

D.  Tema.

      " PANCASILA  SEBAGAI  MODUS  VIVENDI  KEHIDUPAN  BERAGAMA  DAN  

         BERKEPERCAYAAN  DI  INDONESIA "

E.  Nara Sumber.

Prof. Dr. Muladi – Gubernur LEMHANAS 
Letjen Muhammad Yasin – Sekjen WANTANAS 
Dr. Ing. Fauzi Bowo – Wagub DKI 
Prof. Dr. Jalaluddin Rakhmat – Islam   
Prof. Franz Magnis Suseno – Katolik 
Pdt. Weinata Sairin – Kristen 
Romo Pandita Alvin S. Purnama – Buddha 
Dr. Gede MN Natih – Hindu 
Dr. Wahyono Raharjo – Penghayat Kepercayaan 
Pandita Onga Wijaya – Khonghucu 
F.  Penyelenggara.

Seminar ini diselenggarakan bersama oleh : Ikatan Jamaah AhlulBait
Indonesia (IJABI) bekerja sama dengan Islamic College for Advanced
Studies (ICAS) – Universitas Paramadina Jakarta, dan didukung oleh
Dewan Ketahanan Nasional (WANTANAS).

G.  Partisipan.

Perwakilan Organisasi Keagamaan 
Perwakilan Organisasi Kepercayaan 
Organisasi Massa berbasiskan Agama 
Organisasi Kepemudaan (OKP) 
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) 
Perwakilan Perguruan Tinggi 
Organisasi Kemahasiswaan
H.  Susunan Acara.

Seminar Nasional Sehari di Auditorium Adhiyana, Wisma ANTARA Lt. 2,
Jl. Merdeka Selatan 17, Jakarta dengan tema :

 " PANCASILA  SEBAGAI  MODUS  VIVENDI   DALAM  BERAGAMA  DAN 

    BERKEPERCAYAAN  DI  INDONESIA "

Senin, 28 Agustus 2006

08.30        :  Registrasi

09.00        :  Pembukaan

09.15        :  Sambutan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Dr. Ing. Fauzi Bowo

09.25        :  Keynote Speech, Sekjen WANTANAS : Letjen Muhammad Yasin

10.05        :  PRESENTASI tokoh-tokoh agama

                    " Apresiasi, Interpretasi dan Ekspektasi terhadap
Pancasila sebagai Modus

      Vivendi Kehidupan Beragama dan Berkepercayaan di Indonesia "

       10.10        :           Prof. Dr. Jalaluddin Rakhmat – Islam 

       10.25        :           Prof. Franz Magnis Suseno – Katolik 

       10.40        :           Pdt. Weinata Sairin – Kristen

       10.55        :           Romo Pandita Alvin S. Purnama – Buddha 

       11.10        :           Dr. Gede MN Natih – Hindu 

       11.25        :           Dr. Wahyono Raharjo – Penghayat 
Kepercayaan 

       11.40        :           Pandita Onga Wijaya – Khonghucu 

       12.00        :  TANGGAPAN para tokoh (Diskusi)

       12.05        :           Dr. Seyyed Miri – Intelektual Islam
(Direktur ICAS)

       12.20        :           Bp. Sarjono – Tokoh Veteran

       12.35        :           Romo Benny – Tokoh Nasrani 

       12.50        :           Erros Djarot – Tokoh Nasionalis

       13.00        :  REHAT

       14.00        :           Habib Rizieq – FPI

       14.15        :           Ismail Yusanto – HTI 

       14.30        :           Fudzoli Al-Muhir – FBR 

       14.45        :           Fauzan Al-Anshari – MMI 

       15.00        :  " Prospek Masa Depan Pengembangan dan Pembinaan
Falsafah Ideologi Pancasila

                              demi Persatuan NKRI dan Kesejahteraan
Bangsa Indonesia " oleh : Gubernur

       LEMHANAS, Prof. Dr. Muladi, SH

       16.00        :  Penyimpulan dan Rekomendasi oleh Deputy I
WANTANAS, Letjen Abu Bakar

       16.20        :  PENUTUPAN

                                    - Lagu Syukur & Laskar Cinta oleh
Ahmad Dhani (DEWA)

                                    - Coffe Break

Keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi :

Sekretariat Panitia : Jl. Puri Mutiara II No. 39, Cilandak – Jakarta
Selatan

                                Telp/Fax : 7662162; HP : 0818-406083
(Nike); 0817-897739 (Samantho)

 









** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke