Kompas, Selasa, 29 Agustus 2006
Kebakaran
Kebakaran Meluas ke Hutan Rawa Gambut
Palembang, Kompas - Kebakaran hutan di Sumatera Selatan meluas hingga ke hutan rawa gambut. Di Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, kebakaran telah menyebar ke hutan rawa gambut Merang-Kepahiyang yang luasnya mencapai 250.000 hektar.
Berdasarkan pantauan, Minggu (27/8), api merembet di hutan rawa gambut yang tebalnya antara satu sampai tiga meter itu. Hingga pukul 15.00 asap pekat tampak di sekeliling hutan hingga mengganggu jarak pandang.
Kepala Dinas Kehutanan Musi Banyuasin Sigit Wibowo menuturkan, pihaknya telah menemukan beberapa titik kebakaran di hutan rawa gambut sejak Juli lalu. "Transportasi ke hutan rawa gambut sangat sulit dan lama karena harus naik perahu, sedangkan api sangat cepat menyebar," kata Sigit.
Di Jambi, titik api di dataran rendah dan lahan gambut telah padam karena diguyur hujan Sabtu malam hingga dini hari Minggu, namun kemarin giliran kawasan hutan produksi eks areal HPH PT Injapsin di Kecamatan Muara Siau dan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin, yang terbakar. Lokasi kebakaran itu sekitar 300 kilometer barat Kota Jambi. "Kebakaran di kawasan itu bisa berpengaruh terhadap tata air. Mungkin hujan belum sampai ke Pegunungan Bukit Barisan itu," ujar Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi Gatot Moeryanto.
Setelah Sabtu malam hingga Minggu dini hari, kemarin wilayah Provinsi Jambi kembali diguyur hujan lebat.
Hujan deras selama sekitar 30 menit juga mengguyur Palembang, Senin sore. Namun belum diketahui apakah hujan itu cukup untuk menekan perambatan api di kawasan hutan dan lahan di Sumsel.
Asap masih menyelimuti Sungai Musi dan beberapa sungai lain di Sumsel, terutama saat fajar hingga sekitar pukul 08.00. Kabut asap yang tebal itu menjadi penyebab tabrakan antara dua tongkang di Sungai Ogan di Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Minggu pagi. Peristiwa itu tidak membawa korban jiwa.
Kepala Administrator Pelabuhan Boom Baru Palembang Effendi Syarif meminta pengemudi kapal dan perahu di Sungai Musi lebih berhati-hati. "Jika jarak pandang tinggal 250 meter, kami akan mengatur sistem pelayaran yang lebih aman," katanya.
Kabut asap akibat pembakaran lahan juga terjadi di Pulau Bangka hingga mengganggu arus lalu lintas di jalan antarkota dari Pangkal Pinang sampai Toboali.
Di Aceh, titik api baru terus bermunculan, misalnya di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Senin dini hari, titik api baru muncul di kawasan Taman Hutan Raya Pocut Merah Intan, Aceh Besar. Sejumlah pohon tumbang menimpa kabel listrik sehingga beberapa tiang listrik roboh. Akibatnya, aliran listrik di Saree padam sejak beberapa hari terakhir.
Di Riau, selama Agustus ini 86 kasus kebakaran lahan ditangani polisi. Sebanyak 58 orang tertangkap tangan sedang membakar, dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, belum seorang pun otak pembakaran lahan berhasil ditangkap. "Memang ada sebagian yang mengaku disuruh pihak lain, hal ini masih dalam penyelidikan kami," kata Wakil Kepala Polda Riau Komisaris Besar Rusbagio Ishak, Senin.
Puncak Merbabu
Kebakaran juga melanda kawasan hutan savana di puncak Gunung Merbabu, tepatnya di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin. Api sudah melalap kawasan seluas sekitar 396,5 hektar.
Api meluas ke lereng timur dan selatan, tepatnya di wilayah Boyolali dan Magelang. "Api diduga berawal dari petak 34a Kabupaten Semarang seluas 50 hektar," kata Wakil Administratur KPH Kedu Utara Setiawan. Bupati Semarang Bambang Guritno menyatakan, kebakaran itu diduga akibat aktivitas pendakian di gunung itu.
Menurut Koordinator Komunitas Peduli Putra Syarif (Komppas) Muhammad Nur Sunari, kebakaran kali ini ketiga terbesar setelah tahun 1998 dan 2002.
Di Jakarta, Menko Kesra Aburizal Bakrie mengatakan, pemadaman api melalui penyemprotan air dari udara dengan menggunakan helikopter di lokasi pembakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan, tidak efektif. Karena itu, Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana, Selasa ini akan mencoba cara lain, yaitu melalui hujan buatan dan penggunaan bom air.
Aburizal Bakrie yang juga Ketua Bakornas Penanggulangan Bencana, seusai rapat tim ekonomi bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, mengatakan, "Memang tidak efektif. Kita hentikan, dan kita coba hujan buatan dan waterbom mulai besok Selasa."
Menurut Ical, pemerintah menargetkan persoalan kebakaran hutan dapat diselesaikan melalui hutan buatan ataupun bom air pada 2 September 2006.
Pelaku pembakaran hutan akan dihukum seberat-beratnya. Ada 31 perusahaan yang diduga melakukan pelanggaran, tetapi masih harus diverifikasi terlebih dahulu. "Nama-nama perusahaan belum bisa disampaikan saat ini," kata Menteri Negara Komunikasi dan Informasi Sofyan Djalil.
Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman telah menyiapkan hujan buatan untuk mematikan titik api. Kemarin sore sebuah pesawat Hercules sudah diberangkatkan ke Bandara Tabing, Padang, Sumatera Barat, untuk mempersiapkan hujan buatan.(NAT/LKT/IAM/ECA/AIK/NEL/WHY/TRA/EKI/IKA/MDN/HAR/LOK)


All-new Yahoo! Mail - Fire up a more powerful email and get things done faster. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke