Dear Bro Marcus,
 
Melihat Cerita Anda Yang Apa Adanya Tsb, Timbulnya Sensasi 'Aliran Energi' Diseluruh Maupun Sebagian Tubuh Tertentu Anda Menunjukan Terjadinya Peningkatan Kerja Yang Baik Dari Seluruh Bagian Tubuh Eterik/Astral Anda, Terutama Yang Berhubungan Dgn Pusat2 Energi Utama/Chakra Utama Anda.
 
Hal Ini Masuk Akal Sekali, Jika Potensi Dasar Energi Metafisika Total Anda Tidak Meningkat, Bagaimana Mungkin Secara Keseluruhan 'Anda' Mampu Menggapai 'Pencerahan' Hanya Dgn Energi Total Metafisika Yang 'Biasa-Biasa' Saja ???
 
Semoga Bermanfaat & Sukses Selalu. 

"Marcus W. by way of" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dari: marcus w <hariyangindah@yahoo.com>

Halo,

*Awal tahun 2006 ini saya ikut bimbingan meditasi Vipassana di Mendut yang dipimpin Bpk. Hudoyo. Sebelumnya saya sudah biasa berlatih meditasi, namun lebih berorientasi meditasi seperti dalam yoga. Sejak mengikuti bimbingan di Mendut itu, saya terus mempraktekkannya sampai saat ini, meskipun sehari kadang hanya setengah jam, atau kalau ada waktu dua kali setengah jam (pagi dan sore).

*Perbedaan besar yang saya rasakan seperti ini. Ketika meditasi yoga, saya banyak merasakan hal-hal yang 'gaib'. Tapi dari sejak semula saya memang tidak terlalu tertarik dengan hal-hal 'gaib'. Maka, hal-hal yang 'gaib' seperti itu saya cuekkan saja. Setelah melakukan meditasi vipassana ini, justru hal-hal yang 'gaib' seperti itu tidak terasa lagi. Paling banter saya hanya merasakan aliran-aliran energi yang melalui tubuh saya. Itu pun ketika masih awal-awal. Sekarang, hal-hal yang seperti itu pun makin berkurang. Saya tidak pernah mendapatkan 'penglihatan-penglihatan' atau pengalaman 'gaib' apa pun.Dan saya toh tidak peduli dengan seperti itu, karena saya meditasi ya karena mau bermeditasi saja, sebagai bagian dari kehidupan saya. Kurang lebih sama kalau setiap hari saya makan, minum, tidur, membaca, ke belakang dan sebagainya. Itu bagian dari rutinitas. Kalau boleh jujur, bahkan saya pun sampai tidak tahu untuk apa saya bermeditasi. Yang jelas saya tetap melakukannya.

Ah, bagi orang lain mungkin saya menjadi tidak rasional lagi, melakukan sesuatu tanpa tahu tujuannya. Masa bodohlah, tidak semua harus saya ketahui dulu baru saya lakukan. Lebih baik saya lakukan dulu baru nanti saya ketahui, toh kata banyak orang bermeditasi itu baik. Maka kerap kali, meditasi saya hanya seperti duduk diam dan saya menjadi seperti penonton kalau pikiran saya masih berseliweran. Kadang-kadang, saya hanya merasakan keheningan. Tapi terus terang itu pun bukan tujuan bagi saya. Saya hanya melakukan meditasi saja.

*Nah, terus terang, saya tidak tahu apakah saya mengalami kemajuan, kemandekan, atau kemunduran. Saya tidak tahu. Yang jelas saya rasakan adalah bahwa saya makin tidak begitu peduli dengan berbagai macam dogma, berbagai macam teori, berbagai macam ajaran. Kalau boleh saya katakan, saya hanya berhadapan dengan keheningan. Itu saja.

*Oh ya tentang kaitan meditasi dengan terkabulnya keinginan (entah duniawi entah rohani), saya tidak membuat kaitan di antara keduanya. Dalam keyakinan pribadi saya, (saya Katholik) kalau saya butuh sesuatu, ya saya katakan saja kepada Tuhan. Selesai. Saya tidak mau Tuhan menganugerahkan sesuatu karena saya melakukan sesuatu. Menurut saya, Tuhan kalau mau memberi, ya memberi saja; demikian pula, kalau kita meminta, ya meminta saja. Kalau kita menjadi baik, itu bukan supaya kita mendapat anugerah, melainkan karena memang sudah begitu seharusnya. Saya juga tidak tahu apakah pandangan saya ini benar atau salah. Yang jelas, seperti itu yang saya lakoni.

Salam
Marcus



Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1ยข/min. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke