Sharing Daily INEB Training (19)

Tgl 21 Juni 2006
"Group Challenge", itulah tema pembelajaran kita pada pagi hari ini.
Yang dimaksud groups challenge disini adalah jenis games yang
mengutamakan semangat dalam satu kelompok, dan bukan persaingan.
Hal-hal yang harus kita pertimbangkan adalah menyiapkan peralatan,
memantau hubungan yang terjalin dalam satu kelompok / satu kelas,
tujuan dari lokakarya, waktu-jenis permainan yang dipilih, pesertanya
(dari segi umur, batasan kedekatan fisik antara pria dan wanita, aturan
vinaya-jika ada anggota Sangha yg ikut hadir, dll), memantau energi
grup, jenis permainan yang memungkinkan untuk semua peserta,memberikan
instruksi yang jelas, mesti mengevaluasi grup ketika sedang
beraktivitas. Dalam training INEB ini, sama sekali tidak diperbolehkan
adanya 'outside observer', karena dikuatirkan adanya kesalahpahaman.

Alasannya cukup kuat dan masuk akal, orang luar yang tidak mengikuti
training ini dari awal akan gampang sekali mendapat persepsi yang
salah, dan ini bisa berujung panjang. Oleh karena itu mengenai masalah
ini, mereka cukup serius menanggapinya, sama sekali tidak ada orang
luar yang melihat kegiatan kami.
Dan sebagai seorang fasilitator, ada satu aturan main: Tidak perlu
mengucapkan "yah, topik saya hari ini adalah .......", tapi biarkan
mereka sendiri yang mengerti tentang topik itu, melalui "experiential
learning". Dan co-facilitator harus juga membantu main-facilitator,
misalnya dalam menjelaskan intruksi, apakah peserta mengerti atau
tidak.

Selebihnya kita kembali berusaha untuk mengingat kembali apa saja yang
sudah kita lakukan untuk saling berbagi mengenai hidup kita masing2,
yaitu: share dengan teman2 dalam grup kecil, menggambar arus kehidupan
kita, menerima masukan dari teman yang lain, mengevaluasi diri kita
sendiri, bertukar peran, dan melalui cultural night.
Dan tau ga, bahwa berbagai kegiatan yang kita lakukan ternyata berhasil
mengungkap bakat terpendam dari teman2, misal lewat cultural night kita
jadi tau ada yang mahir menyanyi, ada yg jago menari, lewat mini
lecture kita tau ada yang memang hobi berbicara di depan, dll.

Sampai disini, kita kembali melanjutkan dengan teaching kita (bertiga
dalam satu kelompok) selama 40 menit.
Dan sebagai akhir dari sharing untuk hari ini: ada beberapa pesan yang
krusial (menurut saya) sehubungan dengan peran sebagai fasilitator
antara lain:
- Berhati-hatilah dengan kesuksesan kita!!!Sukses akan menjadikan kita
berinsting kompetitif...Please simak dan cerna kalimat ini dengan bijak
dan hati-hati.
- Raise awareness!!!
- Sebenarnya kita tidak membutuhkan sesuatu yang baru....Tapi proses
itu sendiri yang mesti kita perhatikan!!!

Dan point terakhir adalah pertanyaan yang mesti digaungkan oleh para
fasilitator dalam diri masing-masing: "Sebagai seorang fasilitator,
bagaimana caranya menyampaikan kritikan dengan positif tentang sisi
negatif seseorang?" .

Notes: Hari ini adalah sesi yang spesial buat kami semua. Sebelum
teaching dilanjutkan, kami diminta untuk berbaris dalam satu garis
panjang. Kami akan melakukan yang disebut dengan "Crossing Cultural
Lives". Maksudnya adalah ketika fasilitator kita (Bhikshu Taweesak dan
Ms. Anne) membacakan suatu kalimat tertentu, misal: "Aku adalah orang
yang pernah memakai narkoba..", bagi teman2 yang pernah mengalaminya,
melangkah maju perlahan2 sambil tetap menjaga kesadaran, setelah sampai
di depan kelas, berjalan kembali ke barisan. Kalimat2 perenungan ini
ada sekitar 15 atau lebih, dan semuanya bersifat private. Hanya satu
aturan yang harus dipatuhi, kami diminta untuk berjanji bahwa apapun
yang terjadi, ini adalah rahasia dalam kelas itu, tidak boleh keluar
ruangan. Jadi apa pun yang terjadi hanya terjadi didalam. Tak satupun
dari kita yang diperbolehkan membocorkan perenungan ini walau kepada
keluarga kandung kita sendiri.
Melakukan ini, tidaklah mudah. Dibutuhkan rasa percaya yang begitu
besar antar satu dengan yg lain, kerelaan untuk membuka diri, berbagi
sisi kehidupan kita yang kelam dengan yang lain, dan sikap apa adanya
serta adanya kesadaran untuk menerima keadaan diri kita yang
sebenarnya. Seolah-olah kami semua merasa ada satu benang yang mengikat
kami bersama. Rasa kebersamaan itu, kehangatan itu, kekeluargaan
itu....Sungguh tidak mungkin dilupakan....Disini pun kami menemukan
makna Dharma, bahkan dibagian ini pun kami bisa melihat ajaran Buddha
sedang berbicara kepada kami. Tentang kasih, tentang penerimaan,
tentang kepedulian, kebersamaan, tentang Sangha..
 
Terimakasih semua atas perhatiannya dan kesediaan bro & sis mengikuti
sharing ini....Terimakasih yah....
Sampai jumpa semua di sharing berikutnya ...

metta
Julie


Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1ยข/min. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke