| Kompas, Kamis, 31 Agustus 2006 |
| flu burung Warga Minahasa Selatan dan Bantul Khawatir Manado, Kompas - Warga sejumlah desa di Amurang, Minahasa, Sulawesi Utara, dan desa-desa di Bantul Yogyakarta, sejak Rabu (30/8) kemarin mulai khawatir atas penyebaran virus flu burung. Sebagian warga Amurang, bahkan telah meninggalkan desa mereka. Penyebabnya, sekitar 500 ekor ayam di Desa Rumoong Bawah, Amurang, Minahasa Selatan, Sulut, mati mendadak dalam dua hari terakhir. Keadaan serupa menimpa belasan ekor ayam kampung milik warga di Dusun Pencitrejo, Terong, dan Dlingo, semuanya di Bantul. Warga di Bantul mengaku tidak mengetahui pasti penyebab kematian ayam itu, namun bangkai ayam berwarna kehitaman. Tinggalkan desa
"Kami sangat khawatir dengan wabah flu burung. Kami heran kenapa ayam-ayam mati mendadak, padahal sebelumnya tidak ada gejala penyakit," kata Max Podengen, warga Desa Rumoong Bawah. Kekhawatiran warga Minahasa terutama dipicu peristiwa matinya beberapa ternak sapi setelah memangsa ayam mati tersebut. Beberapa warga Rumoong Bawah sejak Rabu kemarin bahkan meninggalkan Desa Rumoong Bawah menuju Desa Rumoong Atas, dan beberapa desa tetangga yang dianggap aman. Desa Rumoong Bawah sekitar 90 kilometer arah selatan Manado kini diisolasi oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulut dari lalu lintas perdagangan ternak. Sejak ayam-ayam ditemukan mati hari Selasa lalu, pemerintah melarang
ayam dari Rumoong Bawah diperjualbelikan. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut, J Longdong, mengatakan pihaknya telah menutup wilayah Rumoong Bawah dari perdagangan ayam. "Kami mengantisipasi virus yang mematikan ayam itu menyebar." Dari uji klinis di lapangan diperoleh dugaan penyebab kematian ratusan ekor ayam itu adalah virus Newcastle Diseas, ND Tetelo yang menyerang ayam di desa itu. Akan tetapi, Longdong mengatakan pihaknya telah mengambil beberapa sampel ayam mati untuk diperiksa di laboratorium peternakan di Maros. "Kami masih menunggu hasil laboratorium," katanya. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan sendiri telah mengambil langkah antisipasi dengan menyemprot bio security sejumlah kandang ayam milik warga. Warga Bantul bernama Mbah Kismo, menjelaskan,
11 ekor ayamnya mati mendadak sehari sebelumnya, namun tidak semua ayam dalam satu kandang ikut mati. Diakui oleh warga kematian ayam kampung di daerah ini sebenarnya sudah terjadi sejak sekitar sebulan lalu. Warga lain, Musiran, mengaku sebulan lalu 9 dari 13 ayamnya mati mendadak. Sedangkan di Kabupaten Kulon Progo, Provinsi DI Yogyakarta, minimnya tenaga teknis lapangan membuat target vaksinasi unggas sulit tercapai, akibatnya tidak semua daerah bisa divaksin, sehingga kasus flu burung aktif masih sering terjadi seperti di Dusun Serut, Pengasih, pertengahan Agustus. "Kasus flu burung aktif muncul karena ketidakmerataan vaksinasi. Vaksinasi yang tidak merata membuat virus AI bebas bergerak ke daerah-daerah yang belum terkena vaksinasi," kata drh Drajat Purbadi, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan
Kulon Progo. Sedangkan di Kabupaten Sleman, DIY, serangan AI kembali ditemukan sejak bulan Juli dan terus berlanjut hingga Agustus. Di Semarang, Jateng, masyarakat diminta waspada menghadapi musim penghujan, September nanti, karena bisa memicu wabah flu burung pada unggas. Direktur RS Penyakit Infeksi (RSPI) Prof Dr Sulianti Saroso Jakarta, Dr Santoso Soeroso, mengemukakan ini dalam Gerakan Penanggulangan Flu Burung di Jateng, kemarin, di Semarang.(WER/ENY/ANG/ART/AND/ZAL/FR) |
Do you Yahoo!?
Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail. __._,_.___
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
__,_._,___
