BUDDHA DAN MARA (1)

Ketika kita berbicara tentang apa itu Buddha, kita juga perlu untuk
berbicara tentang apa itu bukan Buddha. Kebalikan dari Buddha adalah
Mara. Jika Buddha adalah pencerahan, maka kemudian perlu ada sesuatu
yang bukan pencerahan. Mara adalah ketidakhadiran dari pencerahan.
Jika Buddha adalah pengertian, maka Mara adalah salah pengertian, dan
jika Buddha adalah cinta kasih, maka Mara adalah kebencian atau
kemarahan, dan lain sebagainya. Apabila kita tidak mengerti Mara, kita
tidak dapat mengerti Buddha. 
        
Begitu pula seperti setangkai mawar terbentuk dari elemen-elemen bukan
mawar, Buddha terbentuk dari elemen-elemen bukan Buddha, dan di antara
elemen-elemen itu adalah Mara. Jika sampah tidak ada, maka mawar tidak
ada juga. Insight ini sangatlah penting, ia telah merubah sama sekali
pengertian saya terhadap Buddha.
        
Ketika anda memandang setangkai mawar, anda akan dapat melihat mawar
tersebut sangat bersih dan sangat indah. Dan kebalikan dari mawar
adalah sampah, yang tidak indah dan baunya tidak enak. Tetapi jika
anda melihat secara mendalam pada mawar itu, anda akan melihat bahwa
sampah itu ada di dalam sana, sebelum mawar, setelah mawar, dan juga
saat ini. Bagaimana hal ini terjadi?
        
Para ahli kebun tidak membuang sampah mereka. Mereka mengetahui bahwa
dengan pengolahan, hanya dalam beberapa bulan, sampah tersebut akan
menjadi kompos yang kemudian dapat digunakan untuk menumbuhkan selada,
tomat, dan bunga. Para ahli kebun mampu untuk melihat bunga atau
ketimun di dalam sampah. Kemudian, mereka juga mengetahui bahwa semua
bunga akan menjadi sampah. Itulah arti dari ketidakkekalan—semua bunga
akhirnya menjadi sampah. Meskipun sampah baunya menyengat dan tidak
menyenangkan, jika anda mengetahui bagaimana cara mengolahnya, anda
dapat mengubahnya kembali menjadi bunga. Itulah apa yang dijelaskan
oleh Buddha sebagai cara memandang hal-hal secara non-dualistik. Jika
anda melihat hal-hal dengan cara yang seperti ini, anda akan mengerti
bahwa sampah memiliki kemampuan untuk menjadi setangkai bunga, dan
bunga itu memiliki kemampuan menjadi sampah.



Diterjemahkan oleh : Dayapala Steven
Diedit oleh : Bhante Dharmavimala









** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke