Namo Buddhaya,

Saya kira kenapa para penginjil itu bisa bebas leluasa menkonversi agama, itu dikarenakan kita sebagai umat budhist kurang mengenal tokoh-tokoh  budhist pada jaman dulu. Sehingga pada saat para penginjil membabarkan bahwa Yesus mengubah air menjadi anggur, Yesus berjalan diatas air, Yesus bangit dari kubur, dsb...dsb.. dsb..... mereka menjadi terpana dan percaya kehebatan Yesus..

Padahal, kalau kita benar-benar mendalami kisah-kisah para master Budhist pada jaman dulu,  kita akan tau.. bahwa .. para master kita jauh lebih sakti daripada hanya sekedar mengubah air menjadi anggur.
Master Nagarjuna, bahkan bisa hidup selama 600 tahun, menghilang, berjalan diatas air, dsb..dsb.. dsb
Master Milarepa, mampu memasukkan bukit-bukit dan gunung-gunung ke dalam tanduk seekor yak, mampu terbang melayang, dsb..dsb..dsb..
Master Shantideva, mampu berjalan diatas air, menghilang, terbang, menghidupkan makhluk yang sudah mati... dsb..dsb.dsb..
Master Bodhidharma, mampu hidup lagi sesudah menerima panah berapi, mampu duduk selama 9 tahun tanpa makan dan minum, berjalan diatas air, dsb..dsb.. dsb...
Master Virupa, mampu menghentikan matahari, terbang, berjalan diatas air, dsb..dsb...
(...masih banyak kisah-kisah lain yang tidak mungkin diceritakan semua....)

Nah lebih parahnya lagi sekarang ada beberapa aliran Budhisme yang menolak segala macam mukjizat dan hal-hal yang bersifat gaib... ini jelas-jelas tidak benar.
Tidak ada Budhisme tanpa disertai mukjizat dan hal-hal gaib. Mukjizat itu jelas untuk membuktikan pencapaian tingkatan batin seseorang. Mukjizat dan kesaktian itu juga merupakan suatu Dharma. Mukjizat dan kesaktian harus dipergunakan sebagai jalan untuk membebaskan diri dari alam samsara, harus dipergunakan untuk menolong semua makhluk.

dh4rm4duta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Namo Buddhaya,

Sdr. Ronny yang budiman,

Terima kasih atas tanggapannya,

> __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke