|
ARTI SEBUAH
"KASIH
SAYANG"
Oleh : Nasrullah
Idris
-------------------------------
Inspirator : Jack Canfield -
Mark Victor Hansen
Setiap pulang sekolah pada hari Sabtu, Afini selalu membawa makanan untuk neneknya di rumah. Itu dimulainya sejak ia bisa jajan sendirian, kelas dua sekolah dasar. Ia memang sayang kepada neneknya yang sering membawanya jalan- jalan di halaman rumah ketika ia masih bayi. Ia tidak tega melihat nenek menyambut dirinya di pintu masuk tanpa melihat bungkusan dari tangannya sedikit pun. Namun ketika Afini sudah duduk di kelas empat suasananya menjadi lain. Neneknya sudah pikun. Mungkin karena penyakit stroke yang menimpanya setahun yang lalu. Sehingga beberapa lama tidak sadarkan diri. Malah sempat juga masuk rumah sakit. Apalagi usianya sudah lanjut. Hampir mendekati delapan puluh tahun. Sukar dibayangkan bagaimana kesedihan Afini. Soalnya setiap kali memeluk neneknya sambil berkata, "Lihat, nek! Kami membawa makanan kesukaan nenek ...!" si nenek hanya bisa mengambil, lalu menyantapnya dengan puas, tanpa mengeluarkan kalimat sepatah kata pun. Paling juga tersenyum sambil mengangguk. Mungkin sebagai isyarat ucapan terima kasih. Padahal Afini sudah berulang kali berkata, "Nek! Ini Afini, nek! Cucu kesayangan nenek! Masih ingat kan kepadaku, nek!" Terkadang Afini menangis sendirian di kamar mandi usai memberikan makanan. Mengapa neneknya tidak seperti dulu lagi. "Bu! Tampaknya nenek tidak mengenalku lagi", ujar Afini seperti mau menangis di samping ibunya. "Aku ingin nenek seperti saatku masih kecil. Tersenyum setiap bercerita tentang sejarah masa lalu". Akhirnya Afini sadar. Ingatan neneknya sudah jauh berkurang. Tetapi ia yakin, semua itu bukan keinginan nenek, tetapi akibat penyakit stroke yang dideritanya. Sekali waktu, ketika akan tidur malam, Afini kembali memeluk neneknya sambil berkata, "Oh nek! Walaupun tidak mengenalku lagi namun yakinlah nek, aku sangat menyayangi nenek!". Entah kenapa tiba-tiba air mata bergulir di pipi nenek. Afini dilihatnya dalam waktu lama. Ia tampak seperti hendak berkata. Tetapi tidak mampu selain hanya mengeluarkan bunyi datar. "Afini ... lihatlah! Itulah keinginan nenek sebenarnya", kata ibu melihatnya dari jauh, "Kasih sayang! Keikhlasanmu membawa makanan itu lebih berharga bagi nenek daripada makanan itu sendiri" Afini pun menangis sambil jalan perlahan menuju kamar tidurnya. Esok pagi sebelum pergi sekolah Afini berkata kepada ibunya di dapur, "Kalau begitu apa yang ibu katakan tadi malam, maka saya akan terus membawakan makanan untuk nenek setiap pulang sekolah hari Sabtu, lalu memeluknya, meskipun nenek tidak mengenalku lagi" "Nak ... yang penting, bagaimana nenek merasakan kehangatan kasih sayang setiap kali kau peluk", ujar si ibu terharu sambil mencium Afini. __________ NOD32 1.1361 (20060111) Information __________ This message was checked by NOD32 antivirus system. http://www.eset.com __._,_.___ ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required) Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe __,_._,___ |
