Dear Bro Ika,

Buddha sendiri juga banyak menunjukkan kekuatan spiritual-Nya, tidak heran kalau memang kekuatan spiritual yg diperoleh mereka yang telah mencapai kebijaksanaan tertentu atau minimal pada tingkat bodhisatwa pertama, demi menakhlukkan murid, atau pendengar atau sebagainya, yang memang memerlukan kekuatan spriritual tersebut.

jadi soerang bodhisatwa telah mampu bergerak demi kebaikan semua makhluk secara konstan, tanpa dipengaruhi oleh kekotoran batin.

kekuatan batin juga bisa diperoleh mereka yang masih berlumuran kekotoran batin, nafsu dan dorongan duniawi, bisa jadi mereka hanya show up kekuatan ajaibnya, but well, this is their way.....I don't know exactly.

suatu kondisi apakah dikatakan menonjol kan berbeda-beda, jadi kadar sedemikian, menurut saya pribadi masih sederhana, tidak menonjol banget. tapi kalau anda merasa itu menonjol, o well, barangkali bro boleh sedikit me-lower your size and point of view, sebetulnya itu tidak ada apa-apanya di jaman itu (jaman santideva), tapi kejadian itu betul2 terjadi pada jaman serba teknologi sekarang, barangkali kita semua bisa mengaga (buka mulut gede-gede) dan bilang wuah..........kerennnnn

satu sisi lagi, saya tidak tahu persis gaya bercerita orang india maupun tibet, karena naskah itu disalin dari

Pundit* Buddhis India
Dari “Untaian Permata Kisah Buddhis”

Penerjemah dari Bahasa Tibet ke Inggris
Lobsang N. Tsonawa
Library of Tibetan Works and Archieves

Penerjemah dari Inggris ke Indonesia
Junaidi

* Seseorang yang sangat terpelajar


okeh, ini juga sekedar sharing pendapat ajah.

tetap semangat belajar, berlatih, dan berbagi hidup kesadaran...

salam dari India


--- In [email protected], Ika Polim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Namo Buddhaya,
>    
>   Maksud Saya Begini Loh, Kenapa Cara Bertuturnya Tantra Buddha Di Dalam Menyampaikan Dhrma Harus Digambarkan Lewat Penonjolan /Penggambaran Unsur2
> Kesaktian, Magis, Dan Sejenisnya.
>    
>   Apakah Itu Adalah Cuma Suatu Metoda Saja Atau Ada Maksud Lainnya??
>    
>   Thx, ika.
> andy tanoko <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           Namo Buddhaya,
>
> sedikit kasih pendapat ya,  
> kesaktian dan magis itu diperoleh pada saat meditasi/api kundalini udah sampe menembus cakra usnisha, dan itu bukan tujuan akhir, namun hanya sebagai jalan pembuka. Saya kira bukan hanya aliran tantra yang menggunakan kesaktian ini sebagai jalan dharma.
>
> Yang lebih tepat, seluruh sadhaka meditasi dan pengolahan diri, semuanya akan mendapatkan hal-hal gaib semacam ini. namun pada jaman sekarang, jumlahnya semakin sedikit, dan kebetulan saja banyak diantara mereka berasal dari tibet, dimana ajaran Buddha Dharma di sana telah mendarah daging.
>
> Contoh para sadhaka dari negara-negara lain yang paling jelas adalah: Master Usui, penemu Reiki... dan Master Sai Baba, yang terkenal dengan daya magis nya....
>
> Sebagai tambahan, Master Shantideva ini bukan orang tibet, namun adalah orang india....
>
>
> Ika Polim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:      
>   Dear THD,
>    
>   Kalau Saya Sering Kali Memperhatikan Cara Beralurnya Text2 Tantra/Tibetan Buddha, Kebanyakan Menggambarkan Unsur2 "Kesaktian", "Magis", & Sejenisnya.
>    
>   Apakah Ini Merupakan Cara Bertutur Saja Atau Ada Penekanan Lainnya?? Thx.
>    
>    
>   with metta, ika.
>



J u n a i d i
Tibetan Language & Buddhist Philosophy
 

Library of Tibetan Works & Archives
Centre for Tibetan Study & Research
Gangchen Kyishong Dharamsala - 176215
Himachal Pradesh - I n d i a

Phone.: Tel: +91 189 2222 467
Fax.: +91 189 2223 723

"May I become at all times, both now and forever; a protector for those without protection; a guide for those who have lost their way; a ship for those with oceans to cross; a bridge for those with rivers to cross; a sanctuary for those in danger; a lamp for those without light; a place of refuge for those who lack of shelter; and a servant to all in need"---Bodhicharyavatara~ Shantideva


Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ countries) for 2¢/min or less. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke