BUDDHA DAN MARA (3)

Sekarang anda memiliki ide tentang hubungan seperti apa yang ada di
antara Buddha dan Mara. Buddha adalah seperti bunga, sangat segar dan
indah. Mara adalah seperti sampah—bau, dikelilingi oleh lalat, dan
tidak menyenangkan untuk disentuh. Mara seluruhnya tidak menyenangkan,
tetapi jika anda mengetahui bagaimana untuk membantu merubah Mara,
Mara akan menjadi Buddha. Dan jika anda tidak mengetahui bagaimana
merawat Buddha, Buddha akan menjadi Mara.
        
Melihat hal-hal dengan cara yang seperti ini, kita mengetahui bahwa
elemen-elemen bukan mawar, termasuk sampah, telah hadir bersama untuk
membuat mawar tersebut nyata. Jadi Buddha adalah sesuatu seperti
mawar. Tetapi jika anda melihat secara mendalam kepada Buddha, anda
melihat Mara; Buddha terbentuk oleh elemen-elemen Mara. Dan ketika
anda mengerti ajaran Buddhis ini, anda melihat kekosongan dari segala
sesuatu. Karena tidak ada sesuatu apapun memiliki keberadaan yang
absolut. Setangkai mawar terbentuk oleh elemen-elemen bukan mawar,
jadi ia tidak memiliki keberadaan yang terpisah; itulah mengapa hal
itu disebut kosong. Setangkai mawar adalah kosong dari diri yang
terpisah, karena ia selalu terbentuk dari elemen-elemen bukan mawar.
        
Kesalingtergantungan (interbeing) berlaku untuk semuanya—tidak hanya
Buddha dan Mara, mawar dan sampah—tetapi juga penderitaan dan
kebahagiaan, baik dan buruk. Ambil penderitaan, sebagai contoh.
Penderitaan terbentuk dari kebahagiaan, dan kebahagiaan terbentuk dari
penderitaan. Baik terbentuk dari buruk, dan buruk terbentuk dari baik.
Kanan terbentuk dari kiri, dan kiri terbentuk dari kanan. Hal ini
membutuhkan hal itu untuk terbentuk. Menyingkirkan hal ini, hal itu
akan lenyap. Buddha mengatakan, "hal ini, karena hal itu." Ini adalah
ajaran yang sangat utama dari Agama Buddha.
        
Jadi latihan dari meditasi Buddhis dimulai dengan penerimaan terhadap
mawar dan sampah di dalam diri kita. Ketika kita melihat bunga di
dalam diri kita, kita bahagia, tetapi kita perlu berhati-hati sebab
jika tidak merawatnya dengan baik, ia akan segera menjadi seberkas
sampah. Oleh sebab itu, kita belajar bagaimana cara merawatnya
sehingga ia akan tinggal bersama dengan kita lebih lama. Ketika ia
membusuk menjadi sampah, kita tidak takut, karena kita mengetahui
bagaimana untuk merubah sampah tersebut menjadi mawar kembali. Jadi
ketika anda mengalami perasaan tertekan, jika anda melihat secara
mendalam perasaan itu, anda akan melihat secercah benih kecil dari
kebahagiaan dan pembebasan di dalamnya. Seperti itulah bagaimana
transformasi dapat terjadi.



Diterjemahkan oleh : Dayapala Steven
Diedit oleh : Bhante Dharmavimala










** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke