Sharing Daily INEB Training (20)

Tgl 22 Juni 2006
Hari ini hari kamis...Setiap hari kelas selalu dimulai dengan chanting (secara bergiliran dari Theravada, Mahayana, dan Vajrayana). Atau kalau ga, menyanyikan sebuah lagu tentang Perlindungan terhadap Triratna, yang berasal dari puisi karya Mahabhikshu Thich Nhat Hanh. Lagunya sungguh bagus sekali dan menyentuh. Setelah selesai, kita lanjutkan dengan meditasi sejenak,sekitar 10 - 15 menit. Kemudian setelah mendengarkan report yang disampaikan oleh salah seorang teman kami (sekitar 5 menit), pelajaran dimulai.

Pagi ini dimulai dengan diskusi mengenai: sebagai fasilitator, bagaimana caranya ketika kita harus menyampaikan suatu saran? Karena fasilitator bukanlah guru, maka ada beberapa hal yang harus kita perhatikan:
a. Jangan menyebut ulang kesalahan, langsung saja menuju ke inti solusi yang hendak disampaikan.
b. Mulailah dari pikiran yang penuh dengan cinta kasih, jadi ketika kita mengungkapkannya, hanya dengan maksud untuk membantu membuatnya lebih baik lagi.
c. Katakanlah dengan penuh kesadaran (mindfull). Hindari penghakiman tentang diri orang tsb.
Dalam membagi kelompok, ada beberapa cara yang bisa dilakukan yaitu: menghitung, asal dari negara yang sama, undian, dengan menyentuh benda2 yang sama,huruf yang sama, dengan menirukan suara2 hewan, ketertarikan yang sama atas suatu topik,lewat permainan "I Love You", ditentukan oleh fasilitator, dan masih banyak lagi. Tapi tentu kita bertanya, pada saat yang bagaimana sih kita membagi kelas ke dlaam beberapa kelompok...Diantaranya yaitu:
Peserta merasa ngantuk, tidak berenergi, bosan, atau ketika mereka harus berdiskusi tentang sebuah lecture, untuk mencari solusi, atau menganalisa masalah, untuk menghemat waktu, atau suatu topik yang memang membutuhkan adanya kesamaan latar belakang.

Nah, kemudian di sesi siangnya, kita mulai membentuk kelompok yang baru lagi, kali ini kita bebas menentukan sendiri, dengan anggota terdiri dari 3 orang. Tapi hanya satu syaratnya yaitu dalam satu kelompok tidak boleh ada 2 orang yang berasal dari satu negara. Adapun yang harus kita kerjakan adalah mendisain sebuah lokakarya. Hal apa saja yang perlu kita pertimbangkan ketika merencanakan lokakarya...? Ada beberapa hal :
a. Tanyakan pada panitia / sponsor tujuan dari lokakarya, peralatan dan perlengkapan
b. Peserta, waktu dan tempat (diluar atau didalam ruangan)
c. Biaya, anggaran, proses, metode yang dipakai, isi dari lokakarya tsb, jadwal
d. Makanan, transportasi, fasilitator

Jika kita adalah fasilitator pada acara tsb, sebaiknya kita juga memperhatikan beberapa hal sbb:
a. Pelajarilah data-data peserta (siapa mereka, masalah apa yang sedang mereka hadapi, latar belakang, harapan dan keinginan mereka dari lokakarya ini)
b. Tujuan dari lokakarya ini. Tujuannya haruslah jelas, realistis, langsung menjawab kebutuhan dari peserta / panitia.
c. Brainstorm tentang kegiatan yang akan dilakukan (experiential learning, lecture, atau film)
d. Kembangkan setiap sesi, berusahalah menjadi fleksibel.
e. sediakanlah 1-2 hari pertama untuk berkenalan dan menjalin keakaraban & kenyamanan bagi para peserta.
f. Selalu, bacalah energi grup peserta. Karena ini berhubungan erat sekali dengan sukses tidaknya proses transfer pengetahuan dalam kelas.
g. Pertimbangkan dan perhatikan keragaman kegiatan dalam kelas (kegiatan dalam grup kecil, atau grup besar, ini harus dibedakan).
h. Selalu perhatikanlah gaya belajar kita (adanya kemampuan yang berbeda dalam belajar).

Yang tak kalah pentingnya, fasilitator harus selalu menyiapkan ide cadangan, dan pembelajaran harus diatur dari yang simpel ke tahap yang sulit secara perlahan-lahan.
Supaya lokakarya dapat berhasil, maka tiga hal ini harus berjalan dengan seimbang:
- kepala (intelek,contoh memberikan lecture)
- hati (dari segi emosi)
- tangan (kegiatan / permainan)

Setelah pembahasan selesai, kami mulai membentuk kelompok sendiri. Seru juga loh, karena ada sebagian yang ingin tetap bersama dalam satu kelompok. Contohnya Pee(elder sister) Naam, dia adalah seorang yang sangat menyenangkan, jadi ada banyak sekali yang ingin satu kelompok dengannya. Yang lucu ga ada satu pun yang mau mengalah, hehehe...termasuk saya....Akhirnya setelah beberapa saat, beberapa teman lainnya dengan sedikit rela memisahkan diri. Saya, Pee Naam, dan Venerable Vutha satu kelompok..
Kami hanya diberikan waktu selama 3 jam untuk berdiskusi...Dan untungnya, Pee Naam dan Ven.Vutha sudah pernah mendisain lokakarya sebelumnya (dalam kegiatan mereka sehari-hari). Topiknya bebas, topik yang kami pilih adalah: "Buddhism:Stop Violence.." Jadi intinya adalah bagaimana kekerasan ini telah menyusup kedalam sisi kehidupan kita yang paling halus, bahkan dalam keluarga kita, dalam cara kta berbicara, dan berpikir. Serta akibatnya adalah anak yang kena narkoba, seks bebas, kejahatan, kenakalan remaja,kehancuran keluarga, dan bagaimana melindungi keluara kita dari hal-hal ini. Sebelum kita membahas tentang bagaimana caranya menghentikan kekerasan, ada baiknya terlebih dulu kita bahas tentang apa itu kekerasan, dan apa akibatnya, baru kemudian kita masuk ke bagian kenapa penting bagi kita untuk mengenali berbagai bentuk kekerasan ini.
Target kita adalah para siswa SMU. Jadi pembahasan pun dilakukan secara bertahap, sampai pada pembahasan final yaitu mengenai bagaimana Buddhism bisa membantu untuk mengenali gejala2 tindak kekerasan serta berusaha untuk menguranginya.
Jadi dalam sehari tetap kita bagi menjadi 3 sesi:pagi, siang dan malam.

Pembahasan berlangsung dengan seru sekali, tak terasa waktu yang diberikan sudah habis. Sekarang waktunya untuk presentasi. Kelompokku kebagian pas disesi malamnya, usai sesi meditasi.

Sebelum presentasi dimulai, seperti biasa, setiap hari ada 3 orang yang menyampaikan mini lecture, masing2 untuk satu sesi, dan secara bergiliran. Ada satu kenangan lucu pada mini lecture sore ini. Hari ini adalah giliran teman kami dari Laos, Panh.
Dan dia memulai dengan kalimat "Yah, lecture saya ini bisa dibilang sudah paling akhir, dan saya pikir akan bagus sekali jika saya membuat seperti ringkasan dari hari pertama sampai pada hari ini. Baiklah, akan saya mulai dengan cerita tentang 27 merak.Pernahkah kalian mendengar cerita tentang merak?  Merak-merak ini tinggal di beberapa daerah yang berbeda. Dan ada suatu hari mereka menerima satu surat undangan untuk menghadiri suatu training yang diadakan di Bangkok, selama 6 minggu. Mereka pun sangat senang sekali atas kesempatan ini. Setelah mengurus paspor dan semuanya, mereka pun siap untuk terbang ke Bangkok. Tapi sungguh sayang sekali ada beberapa merak, dari Bangladesh, Tibet, Nepal yang visanya hampir ditolak. Namun akhirnya mereka berhasil mendapat visanya. Setelah sampai di Bangkok,mereka saling berkenalan, dan dengan mudah menjadi akrab. ...................Namun, pada minggu ke 4, ada 3 merak yang terbang kembali ke negara mereka masing2........dst...." Ketika dia menceritakan ini, kami semua tertawa terbahak-bahak....Sungguh kreatif sekali....

Mmm.....Banyak sekali pengetahuan baru yang kami dapatkan hari ini, serta pengalaman2 seperti bagaimana caranya kita menyatukan ide dari 3 orang untuk mendisain suatu acara, bagaimana berbagi pengetahuan yang kita miliki, berbagi pengalaman, dan merancang suatu lokakarya..
Kalau bro&sis masih ingat tentang sharing saya di minggu2 pertama training, disitu ada permainan yang bersifat pengenalan karakter diri kita tentang beruang, elang, banteng, hornbill (sejenis burung besar)..Memang pada hari2 sebelumnya pengetahuan ini selalu terpakai, tapi saya rasa hari ini manfaatnya terasa lebih mendalam.

Bro & sis semua, sampai disini dulu yah sharing untuk tgl 22 juni 2006.
Besok saya masih ada sharing tentang training kami.

terimakasih semua...

metta,
Julie     


Do you Yahoo!?
Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke