Sungguh mengharukan, membuka pencerahan, menjawab pertanyaan yang selama 
ini tidak bisa dijawab, awal begitu selesai membaca posting ini, 
.......sampai kemudian ketika kita mulai menganalisa uraiannya....

Pertama-tama, sang pengarang ingin menjebak pembaca ke dalam pemahaman 
dualitas: panas adalah lawan dari dingin, gelap adalah lawan dari 
terang, maka kejahatan adalah lawan dari kebaikan,. Dengan demikian jika 
tidak ada panas disebut dingin, jika tidak ada cahaya disebut gelap, dan 
jika kebaikan disebut kejahatan. Benarkah itu?

Apa lawan kata dari marah? bahagia?
Apa lawan kata dari hijau? kuning kah?
Apa lawan kata dari kebaikan?

Apakah benar ketiadaan kebaikan selalu disebut jahat, dan bukan netral? 
Jelas kejahatan bukanlah adalah karna tidak ada kebaikan, melainkan 
karena disebabkan oleh adanya lobha, dosa dan moha. Dalam kejahatan 
orang bisa melakukannya atas dasar kebaikan. Misalnya mencuri untuk 
biaya berobat orang tua. Atau membunuh 1000 orang untuk mengambil 
jarinya dan dipersembahkan kepada seorang guru untuk membalas jasa 
gurunya dalam kepatuhan.

Kedua, jika asumsi sang mahasiswa adalah demikian (yang sebenarnya 
keliru), maka tentu akan makin menambah kebingungan dosen dan pembaca, 
bahwa ada sesuatu di luar kuasa Tuhan dari mahasiswa tersebut, yang 
tidak mampu dihilangkannya, dan berasal dari entah mana.

Ketiga, nama besar Albert Einsten pun dicatut ke dalam karangan ini 
untuk menunjukkan bahwa, wah, ini hasil pemikiran seorang jenius loh. 
Ditambahkan lagi embel-embel 'kisah nyata'. Apakah mungkin seorang 
Albert Einsten akan berpikir dengan cara yang keliru seperti ini? 
Malahan, Albert Einsten yang sebenarnya mengatakan: Jika ada agama yang 
sesuai dengan sains dan masa depan, itu adalah Buddhism!

Salam kasih,
Khai



Liana Lie wrote:

>
>
> APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN? ( Kisah Nyata )
> Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada?
> Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah 
> universitas
> terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini,
> "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".
>
> Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan
> semuanya". "Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.
> "Ya,
> Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.
>
> Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti
> Tuhan
> menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip
> kita
> bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi
> bahwa
> Tuhan itu adalah kejahatan."
>
> Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor
> tersebut.
> Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia
> telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.
>
> Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya
> bertanya
> sesuatu?"
>
> "Tentu saja," jawab si Profesor
>
> Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"
>
> "Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak
> pernah
> sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.
>
> Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.
> Menurut
> hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu
> -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi
> diam
> dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata
> dingin
> untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.
>
> Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"
>
> Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."
>
> Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga
> tidak
> ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita
> pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk
> memecahkan
> cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang
> gelombang
> setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu
> ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut.
> Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."
>
> Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"
>
> Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah
> kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak
> perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara
> tersebut
> adalah manifestasi dari kejahatan."
>
> Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda
> salah,
> Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan.
> Seperti
> dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk
> mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan.
> Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia.
> Seperti
> dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari
> ketiadaan
> cahaya."
>
> Profesor itu terdiam.
>
> Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.
>
>
>
> ---------------------------------
> Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> __._,_
>
>
>  




** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke