KEMARAHAN ADALAH TAMU YANG TAK DIUNDANG (3)
Kita dapat belajar untuk menjadi sadar terhadap kehadiran seorang tamu
tidak diundang seperti kemarahan, dan kita dapat mengundang masuk
suatu hal lainnya untuk merawat kemarahan kita: perhatian murni.
"Bernafas masuk, Aku sadar aku terluka. Bernafas keluar, aku sadar
luka itu masih ada di dalam ruang keluargaku." Dengan mengatakan hal
ini, kita sedang menjadi sadar terhadap kemarahan di dalam diri kita.
Ketika seorang ibu menghampiri bayinya yang menangis dan meletakkan
bayi itu dalam pelukannya, dia tidak berusaha menghentikan bayi itu
menangis dengan cara membekap mulutnya atau memukulnya. Ia membiarkan
bayi itu menangis dan, pada saat yang sama, memeluknya dengan cinta
kasih, kelembutan, dan ketenangan. Perlahan-lahan, bayi itu menjadi
lebih tenang dan kurang teragitasi hingga akhirnya, ia berhenti
menangis, ibu tersebut mendekapnya dengan kelembutan dan ketenangan.
Seperti ini pula bagaimana seharusnya kita memperlakukan kemarahan kita.
Perhatian murni bukanlah sesuatu yang digunakan untuk melawan atau
menekan kemarahan kita. Perhatian murni membantu kita merawat dengan
baik kemarahan kita. Berlatihlah seperti ini: "Bernafas masuk, aku
sadar bahwa aku sedang marah. Bernafas keluar, aku sadar kemarahan
masih ada di dalam diriku." Ketika anda mengatakan ini, anda masih
marah, tetapi anda telah aman karena perhatian murni sedang merawat
kemarahan anda.
Jadi gunakanlah perhatian murni sebagai sinar terhadap semua sudut
dari kesadaran anda sehingga ia dapat merubah kemarahan anda. Ketika
sesuatu yang menyakitkan muncul, biasanya kita ingin
menyembunyikannya, dan hal itu menciptakan sirkulasi yang buruk dalam
kesadaran kita, kita tidaklah sehat. Jadi setiap kali derita ingin
muncul dalam ruang keluarga kita, anda mengetahui apa yang harus
dilakukanjangan mengusirnya atau menekannya. Tetaplah sadar, dan anda
akan terlindungi. Biarkan ia muncul. Katakanlah, "Selamat pagi,
ketakutanku," atau "Selamat pagi, kemarahanku. Kamu adalah sahabat
lamaku." Latihlah bernafas masuk dan keluar. Jika anda melakukan hal
ini dan berada dalam kesadaran, anda akan aman. Tidak perlu takut.
Dengan cara yang sama seperti seorang ibu merawat bayinya yang
menangis, kita undang perhatian murni untuk hadir dan merawat
kemarahan ketika ia dilahirkan dalam kesadaran pikiran kita. Ketika
anda mengatakan, "Bernafas masuk, Aku sadar aku sedang marah. Bernafas
keluar, Aku sadar aku sedang marah," perhatian murni memeluk kemarahan
anda dalam tangannya seperti seorang ibu memeluk bayinya dengan cinta
dan kelembutan.
Diterjemahkan oleh : Dayapala Steven
Diedit oleh : Bhante Dharmavimala
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta
kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/