Beberapa waktu yang lalu saya pernah berjanji untuk menuliskan diskusi saya dengan Guru meditasi zen saya dan baru sekarang saya bisa menepatinya. Sebetulnya ini sudah pernah saya tuliskan di salah satu milis, hanya mungkin tidak banyak yang menyimaknya.
Pertanyaan saya ke beliau adalah, kalau seseorang itu mengajarkan sesuatu pandangan yang salah ke orang lain, apakah kita wajib menegor dia dan mencegah dia untuk mengajarkan pandangannya yang salah itu?
Beliau menjawab begini.
Sebetulnya tidak ada yang pandangan yang salah, yang ada itu adalah pemahaman si orang itu baru sampai di situ saja. Karena anda sudah melampaui pandangan dia atau pemahaman dia, anda bisa melihat pemahamannya itu seolah-olah salah, padahal bukan salah, hanya baru sampai di situlah dia, jadi dia tidak salah.
Kalau dia mau mengajarkan pandangannya yang masih sampai
sekian itu ke orang lain, barulah dia itu salah, karena belum mempunyai pandangan-pemahaman yang benar tapi sudah mau mengajar, artinya proses batinnya masih belum selesai. Semestinya dia melanjutkan proses diri-batinnya sampai selesai baru kalau memang kewajibannya untuk mengajarkan ya boleh saja. Tapi ya itu kembalikan saja ke pribadinya masing-masing, kan tidak perlu juga kita membuang waktu mengurusi orang lain yang belum tentu mau diberi pandangan.
Nah, begitulah kata beliau, jadi memang kembali lagi dalam rangkaian tulisan benar-salah yang saya katakan berpasangan itu, kita mesti bisa melihat bahwa keterbatasan pandangan seseorang itu, siapapun dia, bukanlah suatu bentuk kesalahan. Kalau kita mau memandang dari sisi salah-benar, berarti kita sendiri itu berdiri pada posisi menghakimi atau menilai dengan membandingkannya dengan sesuatu yang lain yang lebih baik, lebih tepat alias lebih benar. Padahal, ybs itu mungkin hanya bisa
sampai di situ alias itulah kebenaran yang terbaik baginya. Kalau itu dikatakan kegagalan,yah, bisa saja kalau dari ukuran 1 - 10 dia bisa cuma 5 tentulah dia gagal, tapi kalau dari sepuluh orang itu yang dapat 5 cuma dia, sisanya cuma 2 dan tiga, tentulah dia terhitung sukses, hehehehe. Dan itu masalah fakta, bukan kebenaran sejati, kalau mau dibahasakan, faktanya dia cuma bisa di situ saja.
Tidak mudah memang untuk bisa mengajak orang lain itu untuk -istilah kerennya- Think out of the box, istilahnya gampang diucapkan tapi sering kali orang itu bingung yang mana kotaknya, lalu bagaimana kelularnya. Sama juga halnya dengan kita mau mengajak orang lain itu untuk beranjak lebih jauh dan lebih dalam untuk memahami kehidupan, untuk berjalan.... tidak mudah.
Jadi, ya, begitulah faktanya, kita hidup dikalangan yang masing-masing punya keterbatasan, termasuk diri kita sendiri.
Anda tentu lalu bertanya, bagaimana bisa damai dong, kalau tidak semua bisa mencapai pencerahan tertinggi atau pemahaman spiritual terdalam?
Gampang saja sih jawabannya, belajarlah Ikhlas, belajarlah Nrimo in pandum (maaf kalau salah, loh), belajar lah tidak melekat, belajarlah Pasrah kepadaNya. Keikhlasan dan sahabat se-maknanya itu akan memberikan anda itu keterbukaan dan hati yang terbuka itu akan bisa menampung banyak ilmu spiritual.
Lalu anda bertanya lagi, gi mana caranya.
Sana!!!!! anda cari guru yang cocok buat anda, dan berlatih lah, berlatih, jangan nanya melulu.... hehehehehee , sok galak yah.. :D
gitu dulu deh, Tidak ada yang gagal, cuma mandeg dikiiiit, lanjut dooong.....
salam
irwan
How low will we go? Check out Yahoo! Messengers low PC-to-Phone call rates. __._,_.___
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
