Bercermin itu tidak mudah, apa lagi kalau mau melihat bagian belakang kepala kita. Hehehehe. Seorang sahabat saya pernah bilang begini,"Pak Irwan kan bisa saja merasa sudah benar dan berlaku baik, tapi apa Pak Irwan bisa yakin orang lain juga merasa begitu?" hehehehe yaaa, begitulah.
 
Kita sering merasa yakin kita sudah benar dan sudah tulus, tapi apakah kita sudah pernah mencoba bercermin dan melihat diri kita dari respon orang-orang disekitar kita? Dan apa orang-orang yang memberikan respon itu memang benar-benar objektif alias bukan pihak yang memihak kita? Para fans atau kumpulan para cheer leaders kita? Yang tentu saja dari waktu ke waktu akan menyuarakan sorakan indah ke kita, hehehehe, apa anda bisa mengatakan mereka itu objektif?
 
Pernahkah anda mau mendengar kata atau saran dari orang yang terhitung lawan anda? Orang-orang yang termasuk kelompok oposan atau pembenci anda?
 
Tidak, bukan, atau jarang sekali, atau kadang-kadang..... hebat anda kalau bisa kadang-kadang menyimak uraian lawan anda dengan baik.
 
Anda pasti tahu ungkapan yang mengatakan,"Lawan mu, musuh mu, adalah gurumu yang terbaik." Tapi pernahkah anda benar-benar memahaminya dan memperoleh manfaat darinya?
 
Tidak usah secara spiritual dalam arti anda masuk dan menggunakan istilah egomu adalah musuh mu, atau nafsu mu adalah lawan mu yang utama. Kita lihat saja lawan anda yang secara fisikal ada, yah, orang-orang yang beda pendapat dengan anda, misalnya. Orang-orang yang suka mengkritik anda misalnya. Justru dari mereka itulah kita bisa bercermin dengan lebih baik, paling tidak, mereka akan dengan jeli melihat segala kekurangan anda, bahkan yang kadang tidak terpikirkan sama sekali oleh anda...
 
Itu makanya ada segelintir orang bijak yang kalau sedang mengucapkan sukur itu malah berkata,"Terima kasih kepada lawan-lawanku yang telah memberikan aku kesempatan untuk bisa berkembang sedemikian jauh ..... sungguh sebuah perjalanan yang menyenangkan, tanpa anda semua, saya tidak mungkin berada di sini, hari ini dan menjadi seperti sekarang ini...."
 
Jakarta timur, dua oktober duaribu enam
i


Get your email and more, right on the new Yahoo.com __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke