Eh.. ralat untuk bro Ika, Buddha tidak pernah menyombongkan diri dengan Gelar Yang Tercerahkan/Yang Terberkati. Beliau pernah ditanya seorang petapa, Apakah Beliau adalah Dewa, atau makhluk Suci..? Jawab Siddharta: "Bukan, aku cuma seorang yang sadar (=Buddha). Seluruh gelar yang ada pada pangeran Siddharta diberikan semuanya oleh murid-muridnya.
Seiring dengan ajaran kebijaksanaan ,kesaktian, dan welas asih Sang Siddharta, gelar yang diberikan oleh murid-muridnya bertambah banyak. misalnya: Tathagata, Sugata, Bhagawan, Yang Terberkahi, Yang Mulia, ..dsb..dsb..... bahkan Buddha pun bergeser artinya menjadi sebuah gelar,
Nah pada jaman sekarang Buddha itu menjadi semacam gelar, padahal arti sebenarnya adalah manusia yang sadar. itu saja. Buddha bukanlah gelar, bukan yang tercerahkan bukan, yang terberkati. Menyandang gelar Buddha tidak berarti apapun!!!
. Pada jaman ini, terdapat pergeseran makna yang sangat besar dari kata BUDDHA .
Ika Polim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dearest Bros & Sis,Saya Pikir Hal Tsb Di Atas Sudah Banyak Diketahui Khalayak PecintaSutra2 Buddhis, Bahwa Beliau Telah "Mengumumkan Sendiri" Ttg Pencerahan Sempurnanya Kepada Kawan2 Seperjuangannya Dan Menginstruksikan Mereka Untuk Sejak Saat Itu MemanggilNya Dgn Sebutan "Yang Tercerahkan/Yang Terberkati/Buddha" . Apakah Masih Perlu "Pengumuman" Sepihak Seperti Itu???Apakah Menjadi Hal Yang Utama "Pengakuan" Pribadi Seperti Itu???Apakah Yang Menjadi Alasan Terkuat Sampai Para KawanNya Akhirnya Menjadi Murid Sang Buddha??? Lebih Karena "Pengakuan" PribadiNya Tsb Atau Lebih Karena Yang Lain Yang Tampak Jelas Terlihat Pada Diri Sang Buddha???with metta, ika.
Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ countries) for 2ยข/min or less.
All-new Yahoo! Mail - Fire up a more powerful email and get things done faster. __._,_.___
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
