Ada beberapa software yang bisa digunakan untuk mencegah agar data di CD tidak bisa digandakan. Namun dengan beberapa cara (lain), data tsb tetap saja bisa digandakan.
Menurut saya, pencegahan pembajakan harus dilakukan secara bersama sama oleh seluruh pihak yang terkait, spt : pemerintah, vendor software (software yang mendukung), dan juga konsumen nya.
Ada beberapa hal yang menyebabkan suatu CD / Product Digital dibajak, spt : kualitas / isi yang begitu menarik, kelangkaan product (asli) tsb di pasaran, atau juga harga product (asli) nya terlalu mahal.
Memang sih, kalau sekedar menggandakan isi suatu CD untuk konsumsi pribadi, satu dua CD, misalnya untuk teman, memang terkadang masih bisa ditolelir. Tapi bila jumlah pribadi2nya sudah banyak, apakah masih bisa dimaklumi ?
Terlebih lagi, bila lama kelamaan, si pengganda ini, tergerak "hati" nya untuk membuatnya menjadi kegiatan komersil, dan ia pun menjadi pembajak baru.
Saran saya, untuk teman teman se Dharma, bila ingin memiliki CD lagu Buddhis, lebih baik beli yang asli. Dengan membeli CD lagu Buddhis yang asli, berarti kita sudah ikut mendukung perkembangan Buddhisme lewat kesenian (lagu), juga menghargai sang penciptanya, spt Pak Dharmadi salah satunya.
-CFR-
Yamin Prabudy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Setuju setuju,
harusnya mulai di kasih pembelajaran...
menjiplak atau membeli hasil jiplakan (piracy) sama dengan mencuri
mencuri hak intelektual seseorang----- Original Message ----
From: Jenty Siswanto <jenty_siswanto@yahoo.com>
To: [EMAIL PROTECTED]ups.com
Sent: Sunday, October 1, 2006 10:54:39 PM
Subject: [Dharmajala] Re: CD Lagu Buddhis Terbaru - - "Golden song of Darmadi Tjahjadi"
Akhir-akhir ini saya melihat sendiri beberapa pihak yang meng-copy
CD Chant of Metta dan dijual dengan bebas, alasannya untuk mencari
dana untuk beberapa kegiatan di vihara.
Apapun alasannya, menjiplak hasil karya orang lain tanpa ijin,
adalah tidak etis. Apalagi tanpa meminta ijin dari pemilik hak yang
sah.
Saya harap, perbuatan tersebut tidak terjadi untuk CD "Golden song
of Darmadi Tjahjadi". Pak Darmadi adalah seorang pemusik yang hidup
dari musiknya. Seorang yang sangat berdedikasi dan bahkan sering
meluangkan waktu untuk mengajarkan musik ke vihara-vihara.
Pernahkah terpikir, betapa mereka harus bekerja keras untuk
menghasilkan album tersebut; ide-ide kreatif dituangkan dalam sebuah
CD, berapa banyak waktu yang terbuang dan dengan mudahnya, ada yang
meng-duplikasikan CD dengan alasan yang selalu klise; untuk tujuan
sosial.
Kalau untuk mencari dana, cari cara yang lebih kreatif.
PF:
Beli deh CD-nya, lagunya bagus-bagus. Lagu favorit saya, Pekik
Kemenangan.
--- In [EMAIL PROTECTED] ups.com, "Wilian" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Hi all,
> Masih ingat dengan lagu Parinibbana, Pekik Kemenangan atau Lord
Buddha???
> Lagu-lagu yang pernah menjadi hit dalam kancah lagu Buddhis.
> Dinyanyikan ulang oleh Deasy Fang ( Juara I AFI Junior 2 ) dan
iringan musik yang lebih menarik.
>
> Album "Golden song of Darmadi Tjahjadi" yang memuat lagu :
>
> 1. Pekik Kemenangan
>
> 2. Padamu Buddha Dharma Sangha
>
> 3. Terpujilah Sang Buddha
>
> 4. Palingkanlah Hatimu
>
> 5. Cattari Arya Saccani
>
> 6. Parinibbana
>
> 7. Roda Kehidupan
>
> 8. Mari Memuja
>
> 9. Dhammacakkappavatan a Sutta
>
> 10. Lord Buddha
>
> 11. Telah Kudapatkan
>
> 12. Kelahiran Buddha Gotama
>
> 13. Selamat Hari Waisak
>
> 14. Malam Suci Waisak
>
>
> Dengarkan warna baru musik Buddhis dalam album "Golden song of
Darmadi
> Tjahjadi"
>
> Harga Rp. 30.000,- / CD ( termasuk ongkos kirim )
>
> Segera dapatkan album ini dengan menghubungi :
>
> * Sdr. Effendi Wijaya 0811.815.229
>
> * Sdr. Herman 7047.4970
Real people. Real questions. Real answers. Share what you know. __._,_.___
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
