*** Si Kepala-batu ***
Seseorang yang punya percaya-diri yang kuat, umumnya juga punya pendirian
yang kokoh. Bahkan, tak jarang ia tampak berkepala-batu. Akan tetapi itu
hanyalah fenomena umum; maksudnya tidak semua orang yang punya percaya-diri
yang kuat juga punya pendirian yang kokoh dan berkepala-batu. Tidak harus
begitu.
Yang menarik disini adalah, mereka yang kelihatannya punya pendirian yang
kuat akan sesuatu, belum tentu juga punya pemahaman yang cukup baik akan
sesuatu itu. Yang seperti inilah yang bisa sangat merepotkan baik yang
bersangkutan, maupun yang berinteraksi dengannya. Nah...yang seperti ini yang
bersiteguh dengan pendiriannya yang berdasarkan pemahaman dangkal dan wawasan
sempit inilah yang paling pantas disebut dengan berkepala-batu.
Yang berkepala-batu, walaupun tahu kalau pandangannya dan tindakannya keliru,
tidak akan mau menerima begitu saja pandangan lain, kendati ia tahu kalau itu
lebih baik atau lebih tepat; bahkan ia cenderung mencari-cari pembenaran atas
kekeliruannya. Akibatnya, alih-alih berhasil mengembangkan diri melalui
mengembangkan pandangan dan wawasannya, ia malah mengurung dirinya sendiri di
dalam bilik sempit dan pengapnya sendiri.
Bila Anda bertemu dengan yang seperti ini, menyingkirlah secara mental; tak
ada manfaatnya baginya pun bagi Anda untuk mengerahkan enerji guna
memperbaikinya. Yang perlu Anda lakukan justru memperbaiki cara Anda bersikap
terhadapnya. Bukan memperbaiki dia.
Bali, 6 Desember 2005.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
Sadarkah Anda kalau apa yang selama ini Anda cari adalah Diri-Jati Anda
Sendiri?
Hanya setelah Anda menemukan Diri-Jati Andalah Anda akan dengan sendirinya
berhenti mencari.
Diam dalam Keheningan dan Kecerahan-Nya, kendati betapa sibukpun kelihatannya
Anda di alam material ini.
~anonymous.
---------------------------------
Get your email and more, right on the new Yahoo.com
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta
kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/