Belajar mati…
 
Baru kemarin seorang staff yang telah menemani saya selama bekerja sama di lokasi ini, kurang lebih enam tahun empat hari telah berpulang. Saya tidak mengatakan saya tidak sedih, pun tidak mengatakan saya sedih. Bagi saya, ini merupakan kehilangan besar, namun, mungkin ini jalan yang terbaik buatnya oleh Nya. Ibu ini mengalami sakit kanker hati yang gejalanya muncul sejak empat bulan lalu dan tanpa bias dicegah, proses memburuknya kesehatan beliau makin kuat dan akhirnya beliau mesti berpulang.
 
Saya tidak ingin menceritakan kehilangan saya atau kesedihan keluarga yang ditinggalkan, yaaa itu sudah jamak hukumnya dan sebetulnya yang meninggal itu sudah tidak merasakan apa-apa lagi, yang ditinggalkan justru sedih dengan ketiadaan ybs itu dalam hari-hari mereka, mungkin malah kehilangan seseorang yang bisa memudahkan kehidupan mereka, memberikan kesenangan emosional, fisikal…. lalu, apa yang sebetulnya disedihkan… ybs kah atau kesenangan kesenangan itu…. J
 
Mari kita tinggalkan soal kesedihan dan kehilangan dari meninggalnya staff saya itu.
 
Saya teringat dengan ujaran Guru saya yang berkata bahwa kita hidup itu untuk belajar mati, tapi bukan untuk cari mati. Anda tentu bertanya,”Kok belajar mati…..?”
 
Ya, belajar mati di sini tentu bukan lah berarti anda belajar bunuh diri…
Seorang sahabat lain mengatakan bahwa seseorang musti mati beberapa belas kali, baru bias mencapai tingkat kesucian tertinggi.
 
Kalau kita mau sedikit bermain-main dengan logika kita, mati itu berarti berakhir, habis, selesai, padam, the end. Lalu yang mana sih yang mati????
 
Ya, secara sederhana rasanya kok yang mati di sini bukan kita pribadi, tapi sifat-sifat jelek kita, sifat angkara murka kita, nafsu-nafsu rendah dan lalu nafsu tinggi kita, yang lalu sisanya tentu adalah yang murni, yang sejati. Yang tidak murni, mati semua…… J
 
Jadi, selamat mati, semoga anda bisa mengalami pencerahan, semoga anda bisa belajar mati dengan sempurna…..
 
Jakarta timur, empat oktober duaribu enam.
i


Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke