Sebagai orang tua, kita inginkan sekolah yang terbaik untuk anak-anak kita; walaupun terkadang menguras tabungan hasil kerja keras, seringkali kita akan berusaha keras agar pendidikan yang berkualitas yang didapatkan oleh buah hati kita. Sekarang pertanyaannya, apakah yang mahal itu identik dengan kualitas bagus? Atau apakah sekolah yang bagus hanyalah Penabur, Tarakanita, Santa Ursula dan Al Azhar?
Saya mengalami dilemma yang sama ketika anak saya mulai menginjak 2 tahun. Pada saat itu, anak saya belum bisa menyanyi. Lagu balonku dinyanyikan tanpa nada seperti balonku gaya rap. Ataupun menyanyi pelangi-pelangi dengan cara mengeja. J
Tujuan saya simple, ingin sebuah tempat dimana anak saya bisa bersosialisasi dengan teman-teman sebaya-nya dan bisa menyanyi dan bermain dengan riang.
Beberapa sekolah disekitar tempat tinggal kami sudah saya survey. Kebanyakan
menawarkan konsep seperti sebuah sekolah yang terdiri dari 20-30 murid, anak-anak batita itu kemudian diajarkan mewarnai, etc. Biayanya cukup mahal, untuk uang pangkal bisa berkisar 5 10 juta dan iuran bulanannya sekitar Rp 300 - 500 ribu.
Akhirnya saya menemukan sekolah favorit yang sesuai dengan konsep rumah yang saya cari, dengan biaya yang tidak terlalu mahal dan pas untuk kantong saya. Di depan sekolah ini ada tempat ayunan dan perosotan kecil untuk anak-anak bermain. Persis di depan ayunan, ada sebuah bangku kecil untuk anak-anak duduk dan bercanda-ria. Nama sekolah ini Bodhicitta, berlokasi di sector 1A, Gading Serpong, Tangerang. Dilihat dari namanya saja, semua pasti tahu, ini sekolah Buddhis. Kepala Sekolahnya Ibu Yuriani. Setiap Rabu, mereka ada
jadwal makan bersama. Acara ini yang paling dinanti-nantikan oleh anak-anak, seringkali mereka tidak sabar dan sebentar-sebentar (disela pelajaran mewarnai), akan mampir ke dapur dan bertanya, Guru, hari ini masak apa?
Suasana rumah, membuat anak saya merasa nyaman dan mudah beradaptasi dengan teman-temannya. Bahkan ada juga anak yang tidak betah kalau pas liburan karena ingin bertemu dengan temannya. Karena masih playgroups, jadwalnya cuma 3 x seminggu, jam 8am sd 9.30am. Saya suka dengan hasil karya yang dibawa Dhilan pulang setiap minggunya, ada mewarnai, kerajinan tangan dari kertas tissue yang dijadikan kepompong, dan lain-lain.
Salah satu hal yang paling saya suka adalah acara kebaktian bersama, menyaksikan anak-anak tersebut melakukan kebaktian dalam bahasa Indonesia; Kami bersujud kepada Buddha, Guru Agung yang Maha Sempurna
Sekolah Bodhicitta masih relatif baru dan perlu waktu untuk berkembang, mereka perlu support dari kita semua. Mereka butuh murid yang cukup agar biaya administrasi dapat tercukupi. Uang sekolahnya sebagian besar masih disubsidi oleh Ibu Yuri. Murid untuk kelas anak saya; Playgroup B 4 anak. Jika jumlah murid tidak bertambah, saya tidak tahu sampai kapan Bodhicitta akan mampu bertahan. Untuk saat ini, Bodhicitta memerlukan support dari
kita semua. Cara yang paling sederhana adalah mengirimkan anak kita untuk sekolah di Bodhicitta.
Untuk playgroups; uang pangkalnya Rp 1 juta ditambah dengan Rp 1 juta untuk biaya seragam, fasilitas penunjang lainnya termasuk pemeriksaan kesehatan berkala. Iuran bulanan Rp 150,000 untuk Playgroups.
Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi Ibu Yuri di 021-5467023 or email at [EMAIL PROTECTED] .
PF: Sekarang Dhilan udah bisa
menjadi Balonku versi asli dan versi kreasi sendiri, tergantung kebutuhan, bisa merubah balonku menjadi 7 atau 8, etc. Juga bisa sambil mencabut rumput di halaman sambil menghitung dalam bahasa mandarin; Ie-Erl-San-She-Uhh-...... lucu deh.
How low will we go? Check out Yahoo! Messengers low PC-to-Phone call rates. __._,_.___
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
