Menurut saya hal soal-soal begitu sama sekali tidak penting!  Yang
pokok bagi kita adalah apakah ajaran yang dibawakan Buddha Gotama itu
bisa memberikan kebahagiaan dalam keseharian kita atau tidak. Apakah
ajarannya itu bermanfaat bagi kemanusiaan atau tidak.
Pengakuan tidak penting, yang penting adalah faedah yang bisa didapat.
Ingat Buddha pernah bersabda: Barangsiapa melihat Dharma ia melihat
Aku. Jadi sebenarnyalah Ika tidak perlu pusing2 mengurusi hal2 itu
yang penting: apakah Ika bisa berbahagia menjalankan ajaran Buddha dan
jika ya, BAGIKANLAH KEBAHAGIAAN ITU PADA UMAT MANUSIA!!!! (bukan cuma
buddhis tok!!!)  Karena dari situlah kebijaksanaan kita akan
bertumbuh, dari situlah pencerahan akan timbul secara alami!!!


--- In [email protected], Ika Polim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dearest Bros & Sis,
>    
>   Saya Membedakan Antara Siddharta Gotama Dgn Sakyamuni Buddha,
Terutama Dalam Hal "Saat Melakukan Pencarian" & "Sudah Menemukannya".
>    
>   Saya Pikir Semua PecintaNya Akan Mengakui Bahwa Sidharta Gotama
Adalah Orang Pilihan (pada masa & area kerja tertentu) Untuk Menjadi
"Pembuka Jalan Keluar Yang Paling Mujarab" Bagi "Kesesakan Tak
Berujung" Yang Diderita Umat Manusia.
>    
>   Kalau Benar Beliau Adalah Seorang Terpilih Sejak Awalnya Dari
Antara Sedemikian Banyak Laki2 SejamanNya, Apa Alasannya Sampai2
Beliau Pernah "TERSESAT" (dapat dikatakan demikian) Pada Satu Patahan
Masa Pencariannya Dgn Menjalani Hidup Sebagai Petapa Yang Ekstrim
Tanpa Hasil???
>    
>   Apakah Seharusnya Sebagai Orang Terpilih Hal2 Seperti Itu Tidak
Harus Terjadi???
>    
>    
>    
>    
>   with metta, ika.
> 
>               
> ---------------------------------
> How low will we go? Check out Yahoo! Messenger's low  PC-to-Phone
call rates.
>










** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke