Ragu , oh, ya kenapa nggak bunuh diri saja…..!!!???
 
Salah satu masalah utama bagi kita sebagai manusia adalah kita sering ragu. Keragu-raguan ini bisa muncul dalam berbagai bentuk dan manifestasi. Gugup, salah satunya, takut gagal, itu bentukan yang lain, cemas atau kecemasan merupakan satu bentukan lain yang cukup umum dan lumayan berbahaya. Kadang-kadang kita sampai bisa mengalami sakit secara fisik baik sebagai akibat langsung dari keragu-raguan ini atau pun karena turunannya yang berbahaya tadi itu yaitu kecemasan. Ya, sebut saja sakit jantung, sakit hati ups, hehehehe nggak kali yah, tapi mungkin juga bisa, entahlah, tremor-mungkin juga ikut disumbang oleh kecemasan ini, selain itu keringat dingin, telapak tangan berkeringat, mungkin juga si kecemasan itu ikut punya andil.
 
Ya, kalau anda itu dokter, tentu anda bisa mengeluarkan semua penyebab lain dari penyakit yang saya sebutkan itu, tapi tentu anda tidak sepenuhnya bisa mengatakan ragu dan turunan-turunannya itu ikut punya andil dalam mendorong timbulnya atau pun memperparah penyakit-penyakit tersebut tadi.
 
Saya tidak ingin mengajak anda membahas tentang penyakit-penyakit itu tadi, karena bisa jadi malah anda lebih pakar dari pada saya, namun, saya sekedar ingin mengajak anda sama-sama ngobrol dan kembali melihat bahwa ragu atau keragu-raguan beserta turunannya itu ( kita sebut saja “RGTN”) dalam berbagai ajaran spiritual yang kadang berbentuk wadah agama dia digolongkan pada penyakit rohani atau penyakit batin yang akan perlahan atau bertahap sembuh ketika seorang penekun itu makin baik dan mendalam penekunannya akan jalan spiritual yang dia pilih dan tekuni.
 
Namun tidak pasti juga kalau seorang penekun itu akan bebas dari RGTN itu dengan serta merta ketika dia menyatakan diri menekuni suatu jalan spiritual, Tidak!!!!! Justru itu baru awal dari keragu-raguan besar tanpa akhir, hehehehe.
 
Loh, kok!!!???
 
Ya, sepanjang perjalanan itu anda akan selalu mengalami berbagai cobaan dan ujian, salah satunya adalah RGTN itu dengan segala bentukan dan manifestasinya, kadang ada yang malah jadi gila dalam perjalanannya, ada juga yang jadi berubah total. Namun, kadang ada juga yang menggunakan orang lain untuk menjadi kelinci percobaan untuk membuktikan keragu-raguannya itu beralasan atau tidak. Ibarat seorang raja yang demikian takutnya akan kematian, dia bisa saja membayar atau memerintahkan seorang juru cicip makanan, atau ibarat seorang petualang yang menyuruh anggota teamnya yang paling junior untuk menginjak lapisan lumpur yang dia duga adalah lumpur hisap, mungkin kurang lebih begitulah kejam nya RGTN itu dalam jalan spiritual.
 
Lalu, apa tidak ada cara mengatasinya…. Oh, tentu saja ada.. :D
Lalu bagai mana???
 
Ya, kembali , itu tugas anda untuk mencari tahu bagai mana caranya, bukan saya yang mesti menjawabnya untuk anda… :D hehehehehee
 
Oh ya, sedikit lupa, itu judul,” Ragu , oh, ya kenapa nggak bunuh diri saja…..!!!???”
 Bukan maksud saya menyuruh anda bunuh diri, Cuma, dari pada gila kan masih meding anda itu berpulang, tapi, yaa, jangan bunuh diri benaran dooong, rebahan saja, tidur dulu-mati suri, besok mikir lagi, yah!!!! Hehehehehe.
 
 
Selamat bingung, semoga makin bingung…..
Jakarta timur, lima oktober duaribu enam
i


Get your own web address for just $1.99/1st yr. We'll help. Yahoo! Small Business. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke