Nusantara
Rabu, 11 Oktober 2006
Harga Premium Rp 50.000 per Liter
Agats, Kompas - Masyarakat di pedalaman Kabupaten Asmat, Papua, mengeluhkan mahalnya harga bahan bakar minyak. Premium, misalnya, di Kapung Koba dijual Rp 50.000 per liter.
Tingginya harga BBM itu dinilai telah menghambat aktivitas masyarakat untuk bersekolah dan berdagang. Selain itu, kondisi itu juga mengurangi daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok lainnya.
Kampung Koba berjarak 115 kilometer (km) dari ibu kota Kabupaten Asmat di Agats.
Kepala Kampung Koba, Matias Matuan, Selasa (10/10), mengemukakan, "Kami membeli bensin dari Kampung Tomor. Sering kali harganya mencapai Rp 50.000 per liter. Kami sangat keberatan dengan harga itu."
Warga Koba, lanjut Matuan, juga biasa membeli minyak tanah di Kampung Tomor dengan harga Rp 15.000 per liter. "Soal harga minyak tanah yang Rp 15.000 per liter, itu memang harga pasaran minyak tanah di pedalaman seperti kampung kami. Namun, karena harga bensin terlalu mahal, kami tidak bisa bepergian," kata Matuan.
Di Kampung Koba tidak ada sekolah dasar sehingga anak-anak bersekolah di Kampung Tomor. Kampung Tomor juga menjadi tempat warga Kampung Koba menjual hasil bumi, seperti biji kopi, mangga, dan nangka.
"Masalahnya, karena harga bensin mahal, kami kesulitan pergi ke Tomor. Jika menggunakan perahu, waktu perjalanan ke sana satu hari satu malam. Karena bensin mahal, kami kesulitan menjual hasil bumi. Kecuali jika kami mau mendayung semalaman," ujar Matuan.
Kampung di Kabupaten Asmat tersebar di tepi sungai yang panjangnya 125 km lebih. Karena tanahnya berawa sehingga tidak ada jalan raya di Kabupaten Asmat. Karena itu, perahu jadi sarana transportasi utama. (row)


Do you Yahoo!?
Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke