Halo,
Saya ingin berbagi pemikiran karena tulisan yang menyanggah buku
tersebut bagus sekali, cukup seimbang, mendinginkan, melihat dari
luar kotak, punya hati mirip Budha.
Saya terlahir dari keluarga beragama Budha, namun saya memilih jalan
sendiri.
Anyway, setelah kebaktian tadi saya melihat buku Mitologi China &
Kisah Alkitab. Setelah mencari lewat internet dan akhirnya di sinilah
saya temukan sanggahan atas buku tersebut.
Saya belum membaca buku tersebut tapi sangat tertarik lagi ketika
membaca kalimat berikut. Jadi ingin menyampaikan apa yang sekilas
menurut saya.
===QUOTE===
Malahan kita harus meneladani semangat umat Kristen dalam menyebarkan
agamanya. Umat Buddhis yang keras kepala, masa bodoh, dan suam-suam
kuku merupakan penyebab kehancuran utama bagi Buddhisme itu sendiri.
===UNQUOTE===
Khayalan saya:
1. Awalnya Tuhan menciptakan manusia.
2. Kemudian manusia jatuh ke dalam dosa.
3. Dan terus beranak-cucu memenuhi bumi.
Saat itu hanya ada satu kepercayaan, bahwa manusia percaya kepada
Tuhan Yang Maha Esa, pencipta langit dan bumi dan seluruh isinya.
Dari yang tiada menjadi ada.
4. Kemudian Tuhan mempercayakannya kepada suku bangsa China.
5. Somehow, suku China tersebar ke seluruh dunia.
6. Agar bisa menyebarkan kemuliaan Tuhan
"Umat Buddhis keras kepala, masa bodoh dan suam-suam kuku." Sehingga
rencana Tuhan terhambat.
7. Disini Tuhan datang ke dunia.
8. Membuktikan kemuliaanNya melalui berbagai mujizat yang disaksikan
banyak orang jaman itu. Yang sakit disembuhkan, yang buta bisa
melihat, yang lumpuh berjalan, apalagi.. yang mati dibangkitkan.
9. Kabar gembira itu tersebar, namun lamban...
Setelah itu, diijinkan-Nya muncul agama baru. Dari sinilah titik
bermulanya perang antar agama. Masing-masing bersikeras agama
merekalah yang paling benar.
- Sebagian memilih lebih bersifat pasif.
- Sebagian rela membunuh demi kepercayaannya.
- Dan sebagian lagi rela dibunuh demi kepercayaannya.
Inti yang saya coba sampaikan:
1. Agama dulu satu.. kemudian jadi banyak karena kuasa gelap.
2. Sekarang cenderung akan menjadi satu.
Sama halnya dengan bahasa:
1. Dulu bahasa manusia satu.
2. Kejadian Babel, bahasa manusia menjadi banyak/kacau.
3. Sekarang cenderung akan menjadi satu juga.
Apakah mungkin "kiamat" atau hari penghakiman itu adalah ketika agama
dan bahasa di dunia sudah menjadi satu lagi?
Anyway, mari kita jaga hati dan perbuatan kita. Penuhi hidup dengan
kasih. Hanya beralaskan kasih kedamaian itu ada. Damai tidak
dipaksakan apalagi dengan pedang.
Dari seseorang yang terus mencari.
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta
kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/