Thnk's & Rgrds,
 
Tristina
MG Sport & Music

Menjadikan Hidup Benar-Benar Hidup

Posted by: "Eko Jalu Santoso" [EMAIL PROTECTED]

Mon Oct 9, 2006 9:07 pm (PST)

Sahabat PK,

Menjadikan Hidup Benar-Benar Hidup !

“Dalam hidup ada kehidupan. Kalau ingin benar-benar hidup, maka hidupkanlah
kehidupan dalam diri kita, agar kita benar-benar hidup dalam hidup ini.”

Pernahkah Anda merasakan kebosanan, kehilangan spirit atau gairah dalam
kehidupan Anda ? Pernahkan Anda merasakan hidup Anda tidak berarti dan
terasa hampa seperti kehilangan makna ? Pernahkah Anda merasa sudah meraih
prestasi yang Anda impikan dalam dunia profesional, dengan karier dan
jabatan tinggi, namun tidak menemukan kepuasaan jiwa Anda ?

Banyak manusia modern yang disibukan oleh dunia profesionalnya, kehidupan
kariernya, dunia bisnisnya, sehingga menghabiskan sebagian besar waktu
hidupnya, namun pada akhirnya tidak menemukan ketenangan jiwanya. Mereka ada
yang berhasil dalam kehidupan profesionalnya, namun merasa hidupnya tidak
berarti dan kehilangan makna. Sebagian yang lain, merasakan kebosanan dalam
hidupnya dan tidak memiliki gairah kehidupan. Mengalami kegelisahan hati dan
kehampaan jiwanya.

Inilah ciri orang-orang modern yang mengagungkan ilmu pengetahuan dan
teknologi hingga berhasil menciptakan lompatan luar biasa dalam kemajuan
kehidupannya, tetapi kehilangan sentuhan revolusi dalam bidang spiritualnya.
Keberhasilan hidup mereka sebelumnya seakan-akan tidak berarti, meskipun
berhasil meraih impian tertinggi dalam kariernya, menjadi sangat kaya raya,
menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tinggi.

Inilah ciri-ciri manusia modern yang mengedepankan logika dan rasionalitas
dalam kehidupannya dengan mengabaikan hakekat dirinya sebagai makhluk
spiritual. Mereka berhasil dalam melakukan revolusi industri, revolusi
pengetahuan, revolusi dalam peradaban kehidupan, namun tidak mengimbanginya
dengan revolusi dalam bidang spiritual.

Menghidupkan Modal Spiritual

Hidup dengan mengesampingkan paradigma spiritualitas ke-Tuhanan adalah hidup
dengan tidak menghidupkan kehidupan dalam dirinya. Hidup seperti ini tidak
memiliki makna bagi masa depannya. Mereka telah kehilangan sentuhan makna
spiritual dalam hidupnya.

Lantas bagaimana menghidupkan kehidupan dalam diri kita ? Mulailah dengan
menghidupkan modal spiritual dalam diri kita sebagai bagian yang seimbang
dalam menjalani kehidupan.

Dalam kehidupan ini, kita memiliki modal intelektual, modal emosional, modal
sosial, modal fisik dan modal spiritual. Hidup yang hanya selalu
meningkatkan modal intelektual dan modal emosional yang mengedepankan
rasionalitas dan logika, tidak akan mengantarkan manusia benar-benar hidup
dalam kehidupannya. Hidup menjadi tidak bernilai tinggi meskipun
keberhasilan luar mungkin didapatkannya.

Meskipun menjadi kaya dengan harta berlimpah, namun hartanya tidak
memberikan keutamaan bagi kehidupannya. Meskipun memiliki kedudukan sebagai
General Manager, sebagai Direktur, sebagai Pengusaha, Menteri, kedudukannya
tidak akan meninggikan nilai dirinya dalam kehidupan. Meskipun seolah
memiliki kehidupan luar yang mengagumkan, namun hatinya dipenuhi
kegelisahan. Hidup seperti hampa dan memiliki kemiskinan hati.

Bagaimana menghidupkan modal spiritual ?

Pertama, mulailah dengan bertanya kedalam hati untuk mengenali hakekat
kehidupan kita sesungguhnya. Bertanyalah kedalam hati, untuk apa kita hidup
dan mengapa kita hidup di dunia ini. Apa yang sesungguhnya saya perjuangkan
dalam kehidupan ini ? pertanyaan ini akan menggiring Anda menemukan siapa
Tuhan kita sebenarnya dan apa tujuan tertinggi kehidupan kita.

Hal ini akan menuntun kita menyadari posisi diri kita dalam kehidupan ini.
Kita adalah "hamba" dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Kesadaran posisi diri ini
akan menuntun kita untuk memenuhi kehidupan hanya untuk "meng-hamba" atau
mengabdi kepada Tuhan Sang Pencipta. Menggunakan hidup hanya untuk
kepentingan ibadah kepada Allah SWT. Bekerja adalah ibadah. Berbisnis adalah
ibadah.

Kedua, menghidupkan talenta dan potensi dalam diri kita. Manusia memiliki
keunikan bakat, karakter dan kepribadian. Menjadi kewajiban kita untuk
menghidupkan talenta yang menjadi karunia dalam diri kita. Mengembangkan
segenap potensi dalam diri kita untuk meraih prestasi terbaik di dunia untuk
tujuan kehidupan selanjutnya.

Kehidupan tidak berhenti ketika kematian datang, namun diteruskan dalam
kehidupan yang panjang dalam kehidupan selanjutnya. Pertanggungjawaban kita
adalah pada hari akhir nanti di sidang Allah SWT. Maka gunakan prestasi
kehidupan untuk menjadi bekal bagi pertanggungjawaban kita kepada Tuhan Yang
Maha Kuasa di hari akhir nanti.

Ketiga, Menghargai kehidupan dengan menaburkan semerbak harum diri bagi
kehidupan. Hidup ini tidak hanya untuk diri kita sendiri. Hidup adalah untuk
memikirkan orang lain dan kehidupan lainnya. Jangan hanya memikirkan
bagaimana untuk lebih kaya, bagaimana untuk memiliki mobil lebih mewah,
rumah lebih besar, kedudukan lebih tinggi. Kalau pikiran hanya dipenuhi
keinginan seperti ini, artinya kita masih memikirkan diri sendiri.

Mulailah mengubah dengan memikirkan bagaimana menyantuni anak-anak yatim,
membantu orang yang kesulitan sembako, menolong orang yang tidak memiliki
penghasilan, dll. Muklailah banyak melepaskan energi positif berupa,
keikhlasan hati berbagi kebaikan, menolong orang lain yang memerlukan
bantuan, memiliki empati kepada orang lain. Bagaimana mengunakan hidup ini
untuk mengutamakan kepentingan orang lain, mengerti kesulitan-kesulitan yang
dihadapi orang lain, dll.

Semoga Anda mendapatkan Inspirasi dan Motivasi pada hari ini.

Sumber: Menjadikan Hidup Benar-Benar Hidup oleh Eko Jalu Santoso, Founder
MotivasiIndonesia, motivasiindonesia-subscribe@yahoogroups.com

__._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke