Pak Sunari,
 
Ya, awalan tulisan ituu mungkin agak sedikit propokatif atau ada yang salah, mohon di maafkan atas kebodohan saya, dan memang tujuannya ituu tidak lain untuk mengundang Pak Sunari dan rekan-rekan lainnya untuk urun rembug, sharing pandangan dan bacaan saja. Tentu saya dan rekan lainnya jadi bisa diingatkan kembali akan bagian yang diketikkan seperti di bawah ini dan tentunya bagian yang paling pokok itu adalah sadar dan rendah hati.....
 
salam dan matur nuwun sanget...
irwan
--- In [EMAIL PROTECTED], "Sunari" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Pak Irwan, sebagai sebuah pemahaman, apa yang disampaikan pada awal tulisan saya tidak ingin menanggapi, dan tentang saying soal 'mengenal diri' yang terlupa.. saya menduga barangkali inilah yang dimaksud, nek salah ya sepurane wae, kalau salah ya muhun dimaafkan saja. 
>
> Man 'arofa nafsahu -- faqod' arofa robbahum,
> Wa man 'arofa robbahu -- faqod jahila nafsahu
>
> siapa yang mengenal dirinya -- maka dia kenal akan tuhannya,
> dan siapa yang mengerti tuhannya -- maka bodoh dia itu.
> (kalimat diatas ada yang menyebut sebagai berasal dari Nabi s.a.w)
>
> Deskripsinya, karena tuhan dianggap absolut, tak terjangkau, tidak bakal dapat dikenali secara tuntas dengan akal fikir manusia yang terbatas, maka pengenalan secara tuntas dianggap tidak mungkin, kalau sudah merasa mengenal, seberapapun tingkat pengenalan itu.. mending diamlah.
>
> Dalam pengajaran Islam kalimat 'mengenal diri' bermakna ; sadar akan status kita sebagai makhluq (ciptaan) dibanding Dia yang khaliq (pencipta), ingatlah kalian itu hanyalah hamba yang lemah.., jangan besar kepala, jangan sok hebat, jangan sok apapun, kalian itu tiada memiliki daya upaya apapun, kalian itu lemah, tidak ketemu nasi sehari saja sudah repot, gak dapet oksigen sekian puluh menit saja sudah bisa bikin repot banyak orang.., dls, dst.... karena segala kuasa yang kalian miliki hanyalah LIMPAHAN kuasa yang diberikan olehNYA. Barangkali saat ini kita dapat berbangga diri dengan segala kepandaian dan kecakapan kita.. tetapi dengan sedikit konslet otak saja segalanya dapat termusna.. Namun juga diajarkan bahwa Dia lebih dekat dari urat lehermu, dan Dia bersemayam dalam hati mereka yang percaya.
>
> *) Sumber : Buku "Kunci Swargo" (miftahu'l jannati) hal 37, oleh Ki Bratakesawa, Yogyakarta
> - - -
> Sekalian saja, dalam penutup buku diatas ada nasehat yang bagus, khususnya untuk diri saya sendiri ;
> ".. tak pindhoni welingku ; aja dhemen bebantahan perkara ngelmu, ngelingana dhawuhing Pangeran ing surat Al Israa' ayat 15 : ''sapa oleh pituduh iku tumprap awake dhewe, kang sapa sasar iya tumprap dheweke dhewe''. Tegese siji-sijining wong iku pahame wis miturut takdire dhewe-dhewe, ora bisa dipengaruhi."
>
> Terjemahnya;
> ".. saya ulangi pesanku ; jangan suka berbantahan tentang ilmu, ingatlah Firman Tuhan dalam surat Al Israa' ayat 15 : ''siapa yang mendapatkan petunjuk itu adalah buat dirinya sendiri, siapa yang sesat juga buat dirinya sendiri''. Maksudnya tiap-tiap orang itu berfaham sesuai dengan takdirnya masing-masing, tidak dapat dipengaruhi"
>
> - - -
>
>   
>   From: BCL T
>   To: [EMAIL PROTECTED]
>   Sent: Wednesday, October 11, 2006 8:46 PM
>   Subject: [vincentliong] Tolong dong, saya di bantu..
>
>
>
>   Tolong dong, saya di bantu..
>   
>   Sering kita beranggapan atau membayangkan bahwa jalan spiritual itu seperti seorang Khalil Gibran, seperti seorang Osho, atau seperti seorang Jiddu Khrisnamurti, atau seperti seorang Buddha, Yesus Kristus atau mungkin seperti Nabi Muhammad SAW. Ada sebagian dari kita mungkin beranggapan berspiritual itu seperti bisa menarik keris dari dalam tanah, bisa terbang, bisa jalan di atas air atau menciptakan benda-benda dari ada menjadi tiada.
>   
>   Saya kali ini bukan ingin mendebat pandangan anda itu, ya, benar sekali para tokoh dari Khalil Gibran sampai Nabi Muhammad SAW itu adalah para tokoh besar dalam khasanah dunia spiritual dan betul sekali mereka itu adalah panutan kita, idola dan tokoh yang menjadi contoh kita, dan sebanyak mungkin kita mesti mencoba meneladani mereka baik salah satu atau semuanya, terserah. Bisa juga memang menarik keris sampai mencipta benda itu memang bagian dari bunga-bunga berspiritual itu, atau by product, hasil sampingan dari berspiritual itu, tapi bukan itu tujuan utamanya, bukan?
>   
>   Yang pasti, anda tidak akan bisa menjadi salah satu dari tokoh besar itu, seujung kuku pun, anda tidak akan bisa menjadi mereka. Ah, masa! Ah sok sekali anda! Ah, saya pasti bisa! Mungkin itu yang akan muncul di benak anda semua. Tapi anda musti bisa melihat, bandingkan jalan hidup anda dengan siapa di antara mereka yang anda idolakan itu, apakah ada sedemikian persis jalan hidup anda, sampai ke detail-detailnya? Pasti tidak, bukan? Nah, lalu dari mana anda bisa bilang anda bisa menjadi seperti mereka?
>   
>   Yang bisa anda lakukan tentunya menjadikan mereka itu tolak ukur anda, pijakan atau referensi anda dalam memahami dan menjalani hidup ini, dan menjadi matang karenanya. Kalau boleh kita sama-sama mengakui, seringkali kita hanya bisa meniru mereka tapi kita tidak bisa meneladani mereka. Kenapa saya katakan meniru, ya, anda tentu tidak demikian mudahnya memahami apa yang mereka sampaikan, mungkin hanya sepersekian persen saja yang anda pahami, sisanya yang lebih banyak Cuma sekedar anda baca, coba kalau anda berani mengatakan anda paham semua, tentulah anda sudah tidak jauh dari tataran rohani mereka dan tentu anda sudah bisa dikatakan sekelas wali atau guru besar,.. apa anda sudah????
>   
>   Lalu mungkin anda akan bertanya lagi, bagaimana agar saya bisa memahami?
>   Ya, jika anda ingin memahami apa yang ingin disampaikan oleh Beliau-Beliau itu yang paling utama dan pertama anda mesti memahami dulu diri anda sendiri, mengenal diri anda sendiri, memahami ke dalam - diri anda sendiri dengan sempurna, baru anda akan bisa memahami ke luar atau apa yang Beliau- Beliau itu sampaikan, dan sebetulnya dengan berkembangnya pemahaman anda ke dalam, secara bertahap anda akan paham juga apa-apa yang Mereka uraikan itu.
>   
>   Lalu bagaimana memulai belajar memahami diri anda sendiri?
>   Anda sering-seringlah bercermin, beli lah cermin saku dan seing-seringlah mematut diri dan ngomong pada diri sendiri,"Hei, siapa elo?" mungkin itu mantram yang bisa anda gunakan untuk mengenal diri, suatu hari nanti, pasti anda akan paham siapa anda, itu juga kalau tidak keburu ditangkap polisi dan di masukkan ke rumah sakit jiwa. J
>   
>   Sori sedikit bercanda.
>   
>   Meditasi, yoga, dzikir itu merupakan bagian dari upaya untuk melihat ke dalam, memahami diri. Mungkin kalau dzikir dengan mengucapkan asma Allah itu bisa juga mengandung filsafat lain yang tentunya merupakan bagian yang mesti anda kaji dengan ahlinya, sori saya kebetulan bukan ahlinya, masih belajar juga, tapi kalau tidak salah ingat, ada ujaran yang mengatakan bahwa untuk menemukanNya, anda mesti mengenal diri anda sendiri. Nah ini yang saya lupa lengkapnya berbunyi gi mana, tolong dong saya di bantu.
>   
>   Terlebih dahulu saya ucapkan terima kasih.
>   
>   Jakarta timur, sebelas oktober duaribu enam.
>   Salam
>   Bclt... .
>


Do you Yahoo!?
Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke