|
On Tue, 17 Oct 2006 21:07:45 -0700 (PDT), Ika Polim wrote
> Dearest Bros & Sis, > > Apakah Sang Buddha Dengan Gelar "Kebuddhaannya" Mampu "Menjawab" Segala Hal Yang Menjadi "Beban" Manusia ??? Tentu saja mampu, bacalah kisah Buddha, seberapa banyak yang telah beliau selesaikan, seberapa banyak yg telah beliau jawab selama masa kehidupannya. kemampuan mental tertinggi yang bisa dicapai seseorang pada saat itu telah dicapai oleh mereka yang mendengarkan ajaran Buddha dan dgn bantuan kekuatan supranatural Buddha. > > Ternyata Tidak!!! Lihat Percakapan Beliau Menaggapi Pertanyaan2 Mahakasyapa. Memang ada baiknya mengikut sertakan kisah lengkapnya, seperti kasus Bodhisattva yang mempersembahkan dirinya utk Buddha, karena sudah pada tingkat Arya bodhisattva, jadi bunuh diri yang ia dilakukan tidaklah memberi efek apapun, karena ia pada kondisi terkendali mentalnya, bagi orang lain itu barangkali suatu perbuatan bodoh, dsb.....kisah itu berkaitan dgn kisah seorang biksu (sramanera CMIIW) yg bunuh diri. Buddha tidak menjawab bukan berarti tidak bisa menjawab, ingat kembali bbrapa metode (teknik) Buddha memberi jawaban. tidak memberi jawaban adalah jawaban terbaik, karena Buddha sudah sempurna, dan maha tahu, pada kondisi pertanyaan Mahakasyapa adalah pada kondisi tidak menjawab, dikemudian hari memang ada yg sengaja memunculkan hal demikian utk mendeskreditkan Buddha dan menyatakan bahwa Buddha tidak-lah sempurna, bukan-lah Ia yg telah tercerahkan total, buktinya tidak bisa menjawab pertanyaan yg diajukan. contoh lain, Yang Arya Nagarjuna menyebutkan dalam Suhrlekkha (A Letter to a Friend), bait 108: One Should not contemplate what the Kinsman of the Sun declared to be the 14 Unexpounded (views); For the mind will not be pacified through them. 14 pertanyaan yang tidak diuraikan (Sansk. Avyakrtadrsti; Tib. lung ma-bstan-pa'i lta-ba bcu-bzhi) sebagaimana yang tercatat dalam Sirghagama yang ditanyakan oleh Kinsman sang surya (matahari) kepada Buddha Shakyamuni: 1. 4 basis masa lalu 2. 4 basis masa akan datang 3. 4 basis tentang nirvana 4. 2 basis yang berkaitan dengan badan jasmani dan roh Kita akan bertanya mengapa sebut 14 pertanyaan yang tidak diuraikan? pertanyaan ini muncul ketika Buddha Shakyamuni diberi 14 pertanyaan oleh para pertapa non-buddhis tentang hal tersebut, Buddha telah menyadari bahwa dasar premis kepercayaan para pertapa non buddhis adalah adanya sang "Aku' yang kekal, karena Buddha mengerti bahwa dgn menerapkan atribut kekal maupaun tidak kekal tidaklah tepat utk mereka, dsb... Buddha telah mengetahui pada saat itu, mereka bukanlah wadah yang cocok untuk menerima pelajaran "kekosongan" maupun 12 mata rantai, karena tidak akan memberikan manfaat apapun pada saat itu. Dalam Ratnavali juga disebutkan: When asked if the world had an end, The Jina remained silent because He would not present the profound teaching to beings who were not worthy vessels. The Wise realized the omniscient One to be all-knowing. [Ch. 1, verse 73-74] masih ingat kisah seorang biksu yang memberi penjelasan tentang "kekosongan" kepada seorang raja? biksu tsb ingin memberi manfaat dgn memberi penjelasan "kekosongan", namun karena Raja belum siap (not worthy vessels), akhirnya biksu itu dianggap gila dan akhirnya di hukum mati oleh raja. > > Bagaimana Dengan AjaranNya Itu Sekarang, Apakah AjaranNya Menjawab/Menjadi Obat Bagi "Penyakit" Manusia ??? > Ajaran Buddha murni apa adanya bagaikan sinar bulan, tidak bisa melihat dan merasakan sinar bulan apakah "bulan" yg kita salahkan????? kekotoran batin kita yg begitu tebal dan tak ada upaya utk menyingkirkan kekotoran batin kita terlebih dahulu dgn cara studi, merenung, meditasi dan menerapkan metode dan obat penawar, sehingga mata terbutakan oleh kabut tebal, siapakah yg harus disalahkan? karena kekotoran batin kita, dan berbagai penyakit yg sudah sangat akut yg kita bawa entah sejak jaman kehidupan kapan hingga saat ini, siapakah yang salah? obat sudah ada, dharma sudah ada, guru yg ideal sudah ada, lantas kita tidak memakan obat yg diberikan, lantas dengan tanpa bersalah kita menuduh dharma (obat), dokter, dan sahabat spiritual (sangha) sebagai mereka yg tak mampu memberikan solusi atau menjadi obat bagi "penyakit manusia"???? barangkali boleh kita renungkan bersama lagi :) > > > with metta, ika. > > J u n a i d i Library of Tibetan Works & Archives "May I become at all times,both now and forever;a protector for those without protection;a guide for those who have lost their way;a ship for those with oceans to cross;a bridge for those with rivers to cross;a sanctuary for those in danger;a lamp for those without light;a place of refuge for those who lack of shelter;and a servant to all in need"-- H.H. The 14th Dalai Lama, Tenzin Gyatso -- Bodhicharyavatara ~ Shantideva __._,_.___ ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required) Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe __,_._,___ |
- [Dharmajala] Sang Buddha Menjawab Semua Hal??? Ika Polim
- Re: [Dharmajala] Sang Buddha Menjawab Semua Hal??? junaidi.anwar
