"There is nothing new the same sun"
 
Ucapan itu pertama kali saya dengar waktu saya masih kuliah di Yogya, diucapkan oleh dosen mata kuliah Auditing saya yang doktor lulusan Amerika. Beliau mengatakan kalimat ini waktu menceritakan pengalamannya kuliah di Amerika sana, waktu itu beliau lagi bingung mau menulis topik apa untuk Thesis Doktoralnya dan Professor pembimbingnya bilang begitu waktu dia nanya topik yang bagus itu apa karena hampir semua sudah pernah ditulis oleh rekan kandidat Doktor lainnya, sang Professor mengatakan begini, "There is nothing new under the same sun, what new is the approach ,  the starting point and the way people presenting those topics.... " , lalu si Pak dosen ini menulis sesuatu dan dapat nilai A juga... hehehe
 
Ujaranan ini "There is nothing new under the same sun" itu mungkin sebelumnya sudah pernah saya dengar atau baca, cuma, mungkin dulunya tidak memberikan kesan apa-apa, tidak memberikan makna apa-apa bagi saya, namun dengan berjalannya waktu banyak kejadian yang menjadikan saya memahaminya dengan lebih mendalam…. .
 
Anda juga tentu sama dengan saya,, dan dalam keseharian kita tentu banyak memperoleh informasi dan pengetahuan dari berbagai sumber dan bisa saja pada satu masa kita baru menyadari makna, maksud atau tersirat dari berbagai pandangaa orang  yang pernah kita baca atau dengar itu,  dan umumnya itu terjadi sesudah ada kejadian-kejadian yang menjadikan kita mau merenungkan kejadian itu lebih mendalam dan lalu pengetahuan itu menjadi lebih bermakna.
 
Ada dua poin yang ingin kita obrolkan hari ini, yang pertama tadi adalah there is nothing new under the same sum alias tidak ada sesuatu yang baru di dunia ini, di bawah matahari yang sama. Yang ada itu hanyalah pengulangan-pengulangan akan segala sesuatu yang sudah pernah terjadi, sudah pernah ada.
 
Tentu anda tahu dan pernah terpikirkan akan hal ini dalam kehidupan anda. Ini tidak hanya di dunia mode - fashion, di dunia pekerjaan dst dst. Boleh dikatakan semua bagian dari kehidupan ini adalah pengulangan-pengulangan atau perputaran-perputaran, atau siklus. Apa anda sudah lupa? Bumi kan berputar mengelilingi Matahari, dan juga mengitari galaksi Bima sakti, berputar juga pada porosnya dan entah pada apalagi berputar atau beredar.... bukankah itu juga merupakan sebuah pertanda bahwa kita itu sebetulnya berputar-putar, hidup dalam sebuah labirin besar?? Hehehehe.
 
Nah, kalau anda bisa mamahami hal ini, sebetulnya ketika anda menemukan sesuatu yang baru atau penting bagi anda, semoga anda lalu tidak membiarkan rasa bangga, sombong atau semacam itu tumbuh di dalam batin anda, karena, itu sangat mungkin bukanlah sesuatu yang baru bagi orang lain. Bisa saja itu sudah basi bagi orang banyak. Tapi, tidak perlu juga anda jadi minder kalau anda ternyata itu tahu atau menemukannya itu paling lambat di antara komunitas anda, ya, sangat bisa jadi, ketika orang lain sudah menemukan atau memperhatikan apa yang baru saja anda temukan atau perhatikan itu, anda sedang menikmati kegiatan lain, pengetahuan lain atau hal-hal lain. Wajar saja. Jadi dengan memahami akan siklus ini, anda bisa tenang, tidak sombong atau pun tidak rendah diri.....
 
Poin kedua yang ingin saya obrolkan itu adalah soal anda sudah pernah mendengar sesuatu atau membaca sesuatu, tapi lalu kesannya itu tidak ada bekasnya dalam diri anda alias lupa atau tidak ingat atau tidak memberikan makna. Lalu ketika ada kejadian yang menimpa anda dan lalu membuat anda mau merenungkannya, baru anda bisa menemukan makna dari apa yang pernah anda baca sebelumnya.
 
Dalam dunia spiritual, seorang guru saya pernah berkata begini,"Anda tidak pernah akan bisa ingat uraian ajaran yang mendalam, yang tataran untuk itu belum anda capai. Tapi ketika tataran batin itu dicapai atau kondisi batin anda itu sudah pada tataran/frekwensi itu, ingatan akan uraian ajaran itu akan muncul dengan sendirinya."
 
Nah, mungkin sekali, ketika anda membaca sebuah tulisan tentang apa saja, bukan soal spiritual saja, tingkat pengetahuan anda akan tulisan itu baru sebatas mengerti secara pikiran, mengerti akan simbol-simbol pemikiran dalam bentuk tulisan, susunan kata-kata yang anda baca. Pengertian anda atau yang mungkin anda artikan sebagai pemahaman itu, tidak lebih dari bentukan rangkaian analogi atas ingatan anda akan makna kata dan hubungannya dengan kata lain yang tersusun dalam tulisan itu yang anda baca itu, atau dengan kata lain, pemahaman anda itu adalah hasil visualisasi atau imajiasi anda semata.. Untuk hal-hal yang berkaitan dengan fisikal, sosial, pemahaman itu bisa muncul kalau anda bisa mengamati kejadian sehari-hari dalam kehidupan, dan lalu menemukan benang merah pemahaman itu. Akan halnya ilmu pengetahuan, kadang diperlukan praktikum atau praktek di Laboratorium untuk bisa menghadirkan pemahaman bagi para siswa-siwa di sekolah dan universitas.
 
Sayangnya untuk pemahaman spiritual, laboratoriumnya itu tidak persis sama dengan laboratorium di sekolah dan universitas, dan juga praktek kerja lapangannya juga tidak lah se sederhana yang kita bayangkan… jadi, untuk bisa menghadirkan suasana batin di saat mana para penulis spiritual itu menuliskan pemahamannya, tidaklah semudah praktikum dan pelatihan fisikal, ilmiah lainnya…. namun, ketikan anda bisa merasakan suasana batin itu, menghadirkannya, tentu anda akan bisa menemukan pemahaman yang baik akannya…. dan tentu bisa menulis sendiri pemahaman yang sama, dan anda pun akan mengulang siklus,”There is nothing new under the same sun, what there is just a repetition of prosess and changes of the mind that present…  ”
 
Oh ya, ini hadiah wik en buat Pak TDA, thank you atas inspirasinya....
 
hahahaha, selamat berakhir pekan.
Serpong, empat belas oktober duaribu enam
i


Get your own web address for just $1.99/1st yr. We'll help. Yahoo! Small Business. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke