Ujungnya ujung kuku
Ini tulisan kedua yang saya buat dini hari ini. Saya ingin bercerita tentang gurunya guru saya, tentu sedikit saja, karena kalau banyak, tentu anda akan tertidur, dan memang sekarang sudah jamnya tidur, tapi saya masih belum bisa tertidur, karena sudah tidur siang. Bukan karena saya rajin, tidak, sedikit lagi baru saya naik ke peraduan dan menemani istri tersayang untuk bersama-sama di pulau impian.
Guru saya ini tidak mau dipanggil guru, dan kami juga tidak secara formal bermain guru-guruan, beliau lebih suka dipanggil Pak A, karena beliau berpandangan, yang berhak dipanggil guru itu adalah Thay Suhu atau Guru Besar.
Pak A ini punya dua guru, yang pertama adalah Cek Fritz yang mantan preman atau jagoan, beliau yang menemukan struktur pengajaran yang saya terima melalui Pak A dan kemudian setelah meninggal Cek Fritz digantikan oleh Cek Un Yu.
Menurut beliau, Cek Fritz merupakan guru yang meletakkan dasar-dasar perjalanan spiritual yang demikian kuatnya kepada beliau dan Cek Un Yu memberikan polesan akhir yang menjadikan beliau matang dan bisa seperti sekarang alias bisa Mandiri.
Dengan cara lain, masing-masing guru beliau itu memberikan penekanan dan pelajaran penting yang menjadikan beliau itu bisa memperoleh dan menemukan banyak hal dalam perjalanannya. Cek Fritz itu mengajarkan ketegasan, kemampuan untuk membedakan dan melihat dengan jernih permasalah yang ada dan memperoleh pemahaman darinya. Cek Un Yu memberikan teladan kerendahan hati yang luar biasa.
Sebetulnya saya ingin bercerita soal kerendahan hati ini, dan sisa lainnya itu sekedar sebual prolog bagi anda semua agar bisa punya gambaran akan cerita ini. Dalam beberapa kali pertemuan, guru saya selalu menceritakan kembali kisah ini, tentu bukan lain agar saya bisa
mengambil teladan darinya, semoga.
Beliau bercerita bahwa waktu itu Cek Fritz sedang menerima mereka para muridnya di rumahnya dan ada juga beberapa tamu yang sedang minta tolong diobati, minta air, begitu. Ketika mereka sedang asik berbincang-bincang, keponakan Cek Un Yu datang dan dengan berkecak pinggang, si keponakan yang menggunakan baju putih, celana putih ala mantri kesehatan di puskesmas itu bilang,"Elo pada ngapain datang ke sini, ke tempat gue aja kalau minta diobati. Cek Un Yu itu ilmunya nggak ada seujung kuku gue!!!", Cek Un Yu nya senyum-senyum saja sambil diam. Sementara itu guru saya dan rekan se angkatannya menahan marah dan diam juga.
Setelah si keponakan yang buka praktek jadi pengobat itu pulang, guru saya dan para murid yang lain itu bertanya ke Cek Un Yu,"Cek, kenapa sih dihina begitu diam saja??". Beliau menjawab,"Ah, ngomongan orang ngapain diladenin. Jangan kata cuma seujung kuku,
dibilang ujungnya ujung kuku, owe juga nggak akan marah. Toh itu cuma omongan. Masa kita musti beraksi sama omongan orang." Nah, loh!!!!
Jadi, berkaitan dengan tulisan saya yang satu lagi, banyak di antara mereka itu membaur dikeramaian padang rumput, dan anda tidak akan bisa menemukan mereka..... hanya memang ketika anda sudah saatnya untuk memperoleh pelajaran yang membutuhkan bantuan mereka, ada satu atau beberapa di antara mereka itu akan muncul dan memberikan anda jalan untuk memperoleh pelajaran lanjutan itu. Seorang sahabat menuliskan ini di beberapa milis dengan mengatakan,"Pada saatnya, Guru yang akan menemukan murid, bukan sebaliknya."
281006
SJW
Diskusi dan pertanyaan mohon di kirim ke japri;[EMAIL PROTECTED]
Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business. __._,_.___
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
