Saya tidak akan mengganggu kesenangan anda
 
Ada dua tulisan yang ingin saya share hari ini dan untuk yang pertama saya ingin sedikit berbicara soal tingkatan spiritual. Anda tidak akan menemukan tulisan ini di buku manapun dan ini juga bukanlah sesuatu yang baku. Katakanlah ini sekedar sebuah permainan saja, dari saya, bukankah hidup ini juga sebuah permainan besar?
Sebetulnya dalam perjalanan spiritual itu tidak ada tingkatannya, juga tidak ada dalam dangkalnya sebuah pemahaman spiritual, seperti yang saya katakan tadi ini sekedar sebuah analogi atau perumpamaan yang kebetulan saya suka menggunakan gaya analogi dalam menuliskan pandangan-pandangan saya. Sepertinya hanya dengan analogi saja kita masih bisa sedikit menyentuh topik atau makna dari apa yang ingin saya bagi ke anda, walaupun memang tetap saja, anda mesti menemukan sendiri pemahaman itu dengan perjalanan anda dalam kehidupan ini.
 
Dari pengamatan saya ada tiga tingkatan spiritual secara umum. Tingkatan awal, tengah perjalanan dan terakhir masa bebas atau tingkatan Mandiri.
Tingkatan awal ini rentangnya mulai dari sekedar suka ikut berdoa, atau ritual-ritual spiritual lainnya sampai pada akhir dari tingkatan awal ini munculnya kemampuan untuk bisa berdialog dengan diri jati, atau sebentuk suara hati, suara batin dan si penekun mulai bisa memahami makna dari berbagai kejadian dalam kehidupannya sehari-hari, istilah lainnya mungkin bisa melihat Allah pada setiap gerak kehidupan, istilah lainnya juga bisa melihat Dhamma di mana-mana. Itu adalah akhir dari periode awal atau tingkatan awal.
 
Tingkatan ini adalah sisi yang paling menarik dari perjalanan spiritual, karena di masa itulah segala macam keagungan dan keindahan serta bentukan-bentukan fisikal yang bisa memunculkan keharuan dan rasa sendu serta rasa-rasa lainnya akan bisa muncul, dan anda akan bisa menikmati segala bentuk keagungan dan puja-puji akan pencapaian spiritual anda. Kadang-kadang ada juga yang memperoleh kesaktian dan kemampuan batin pada tataran ini, namun itu tidak penting sekali, tapi sering menjadi hal yang menarik bagi banyak orang.
 
Demikian menariknya tingkatan ini, sehingga seringkali tidak banyak orang yang mau beranjak untuk masuk ke tingkatan selanjutnya. Memang sungguh beralasan sekali bahwa tidak banyak yang mau beranjak menuju ke tahapan selanjutnya, karena sesungguhnya tahapan selanjutnya itu tidak menarik sama sekali untuk dibicarakan, itu kalau pun mau dibicarakan, dan tepatnya tahapan selanjutnya merupakan tahapan yang bersifat pribadi sekali sifatnya dan mungkin disebut sebagai ajaran rahasia atau esoteris atau untuk kalangan terbatas.
 
Sebetulnya bukannya ajaran itu tidak dibukakan atau dituturkan di depan khalayak umum, tidak. Tidak ada yang disembunyikan sebetulnya, hanya saja memang tidak semua orang bisa menerima pelajaran di tingkatan ini. Bukunya tidak berbeda dengan apa yang selama ini anda pegang, baca, dan yakini, hanya bedanya adalah kepekaan yang membacanya itu yang berbeda.
Ketika seorang penulis menuliskan bagaimana nikmatnya mendengar nyanyian alam diantara desiran angin yang menyentuh daun-daun bambu dan menyampaikan pesan melaluinya, bagaimana dia tersenyum waktu si bambu mengajaknya untuk bisa tenang, hening dan bening di dalam. Sebetulnya si penulis itu sedang berada di awal dari tataran tengah ini, karena sisanya tentu sudah tidak dibicarakan lagi alias sudah tidak layak untuk dibicarakan di sini, dan saya tentu akan menjadi mengesoteriskan pelajaran esoteris itu dihadapan anda atau katakanlah saya akan menjadi orang yang bergaya esoteris dihadapan anda. Tentu saja, itu tidak maksud saya, pun bukan itu tujuan saya menuliskan ini.
 
Anda tentu bertanya tentang itu dalam hati, tapi kita sedikit lajut dengan tingkatan terakhir yaitu bebas atau Mandiri.
 
Yang bisa saya katakan untuk tataran ini hanyalah bahwa si penekun itu telah menemukan makna sesungguhnya akan kehidupan dan telah sepenuhnya memahami makna hidup dan mati, dengan pengalaman batinnya. Sebagian dari orang-orang ditataran ini akan berbaur dikeramaian seperti rumput lain di padang rumput yang hijau dan tinggi dan subur. Anda tidak akan bisa menemukan mereka di keramaian itu, sedikit di antara mereka itu "terpaksa" menjadi guru, dan lebih sedikit di antaranya memang mesti menjadi Guru.
 
Nah, kembali ke pertanyaan anda, kenapa sih saya menuliskan cerita ini ke hadapan anda semua? Bukan untuk pamer, kan?
Bukan, saya sekedar ingin bercerita dan mencoba melihat, apakah ada di antara kita yang telah berada di tataran akhir dari tingkatan pertama itu yang masih berminat untuk meneruskan perjalanannya atau sekedar senang dan berhenti di sana. Kalau yang terakhir yang banyak, tentu saya tidak bisa berkata lain selaih, silahkan saja sahabat, saya tidak akan mengganggu kesenangan anda.
 
281006
SJW


Diskusi dan pertanyaan mohon di kirim ke japri;[EMAIL PROTECTED]

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke